Pembiayaan Griya BSI Tumbuh Positif Sentuh Angka Rp60 Triliun
- Selasa, 19 Mei 2026
JAKARTA – PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) membukukan kenaikan positif pada pembiayaan griya seiring pulihnya daya beli masyarakat serta meningkatnya keperluan hunian di tingkat nasional.
Hingga bulan Maret 2026, portofolio pembiayaan perumahan BSI menyentuh kisaran Rp60 triliun dan menempatkan diri sebagai salah satu pemicu utama dalam pertumbuhan pembiayaan konsumen.
Performa BSI sepanjang kuartal I 2026 dipantau tetap kokoh dengan tingkat pertumbuhan yang berada di atas rerata industri perbankan nasional. Sampai dengan Maret 2026, akumulasi pembiayaan yang disalurkan perseroan menembus Rp329 triliun.
Baca Juga
Dari total dana tersebut, sektor konsumen dan emas menjadi penyumbang porsi terbesar dengan nominal pembiayaan mencapai Rp184,27 triliun atau tumbuh sebesar 17,59% secara tahunan (year-on-year/YoY).
Peningkatan volume tersebut dibarengi pula oleh mutu pembiayaan yang senantiasa terkendali. Rasio Non-Performing Financing (NPF) untuk sektor konsumen bertengger di posisi aman di bawah 1,5%, memperlihatkan penerapan asas prudensial perseroan dalam memelihara kualitas aset sembari tetap memacu pelebaran sayap bisnis secara berkelanjutan.
Direktur Retail Banking BSI, Kemas Erwan Husainy, mengutarakan bahwa sektor pembiayaan griya senantiasa menjadi salah satu pusat perhatian utama perseroan mengingat angka kebutuhan rumah nasional yang tetap tinggi serta besarnya peluang perkembangan pasar ke depan.
"Segmen griya merupakan salah satu pendorong utama pertumbuhan pembiayaan konsumer BSI. Kami melihat kebutuhan hunian masyarakat masih sangat besar, khususnya untuk pembelian rumah pertama. Hal ini sejalan dengan membaiknya daya beli masyarakat dan meningkatnya optimisme terhadap kondisi ekonomi nasional,” ujar Erwan dalam siaran pers, Senin (18/5) sebagaimana dilansir dari berita sumber.
Berdasarkan penjelasannya, peningkatan pada pembiayaan griya disokong oleh beragam kelebihan produk yang bersaing, di antaranya besaran cicilan yang bersifat tetap sampai periode tenor berakhir, layanan free appraisal, special price untuk mitra pengembang pilihan tertentu, reward BSI Emas, serta pelbagai macam program penawaran menarik lainnya.
Bukan hanya memperkokoh aspek pelayanan di sektor komersial, BSI pun terus memberikan sokongan bagi program kepemilikan hunian khusus masyarakat berpenghasilan rendah lewat penyaluran dana Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP). Hingga bulan Maret 2026, besaran portofolio FLPP yang dikelola BSI telah menyentuh angka lebih dari Rp5,7 triliun.
Manajemen perseroan mendeteksi pergerakan pemesanan pembiayaan griya tetap memperlihatkan kurva kenaikan yang impresif, terutama menyasar pada pembelian hunian pertama dengan rentang harga Rp500 juta sampai Rp1 miliar.
Permintaan fasilitas pembiayaan ini juga bersumber dari keperluan pengalihan kredit (takeover), pembenahan hunian (renovasi rumah), maupun keperluan akomodasi tempat tinggal lainnya.
Pada saat ini, BSI menempati peringkat enam besar dalam jajaran bank penyalur pembiayaan perumahan nasional yang diimbangi dengan kualitas aset pembiayaan yang sehat.
Manajemen perseroan merasa optimis bahwa bidang perumahan masih menyimpan ruang ekspansi yang luas sejalan dengan dukungan lewat kebijakan pemerintah melalui Program 3 Juta Rumah serta proyeksi serapan konsumsi domestik yang terus menunjukkan perbaikan.
Akbar
teropongbisnis.id adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Gerak Cepat PLN, Kurang dari 1 Jam Listrik Kembali Normal di GI Angke
- Jumat, 17 April 2026












