Selasa, 19 Mei 2026

Rekomendasi Saham TLKM, BBRI, dan RAJA Saat IHSG Turun Tajam

Rekomendasi Saham TLKM, BBRI, dan RAJA Saat IHSG Turun Tajam
Ilustrasi Saham (Gambar: NET)

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG ditutup melemah tajam sebesar 1,85 persen ke level 6.599,24 pada akhir perdagangan Senin, 18 Mei 2026. Penurunan indeks yang disebabkan oleh peningkatan tekanan jual di pasar saham ini dilansir dari Investasi.

Koreksi tajam yang dialami IHSG tersebut setara dengan penurunan sebesar 124,08 poin. Di tengah situasi pasar saham yang sedang tertekan, sejumlah analis membagikan beberapa rekomendasi teknikal saham yang menarik untuk dicermati pada perdagangan Selasa, 19 Mei 2026.

Achmad Yaki selaku Head of Online Trading BCA Sekuritas menilai bahwa saham PT Telkom Indonesia Tbk atau TLKM sedang menguji pola three white soldiers. Indikator RSI untuk saham blue chip di sektor telekomunikasi ini mulai menguat dan disertai dengan kenaikan volume perdagangan.

Baca Juga

Emiten BAYU Siap Bagikan Dividen Tunai Rp10.000 Per Lot

Investor dapat mempertimbangkan strategi trading buy untuk saham TLKM jika mampu menutup gap di area Rp 3.100. Saham ini memiliki level support pada Rp 2.990 dan level resistance pada Rp 3.220.

Sementara itu, Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta merekomendasikan strategi accumulative buy untuk saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk atau BBRI. Indikator RSI saham BBRI menunjukkan adanya positive divergence yang mengindikasikan tekanan downtrend mulai terbatas.

Peluang limited downside pada saham blue chip sektor perbankan ini terlihat dari munculnya pola bullish spinning top candle yang disertai kenaikan volume perdagangan. Saham BBRI tercatat memiliki level support di Rp 2.980 dan resistance di Rp 3.360.

Analis BRI Danareksa Sekuritas Reza Diofanda memberikan rekomendasi speculative buy untuk saham PT Rukun Raharja Tbk atau RAJA. Saham tersebut dinilai masih berpeluang mengalami technical rebound selama mampu bertahan di atas area Rp 4.000.

Pergerakan saham RAJA diperkirakan masih cenderung terbatas mengikuti sentimen pelemahan IHSG dengan level support Rp 4.000. Indikator MACD saham ini mulai bergerak mendatar di area negatif yang menunjukkan tekanan jual mulai mereda, meskipun volume transaksi menurun karena pelaku pasar cenderung wait and see.

Akbar

Akbar

teropongbisnis.id adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Sembilan Waran Terstruktur CGS International Bakal Delisting dari BEI

Sembilan Waran Terstruktur CGS International Bakal Delisting dari BEI

IHSG Ambles 0,53 Persen di Zona Merah Sesaat Setelah Dibuka Stagnan

IHSG Ambles 0,53 Persen di Zona Merah Sesaat Setelah Dibuka Stagnan

IHSG Anjlok 1,85 Persen, Asing Malah Borong 10 Saham Ini

IHSG Anjlok 1,85 Persen, Asing Malah Borong 10 Saham Ini

Kejar Target 2026, Pengelola Restoran CFC Siap Tambah 20 Gerai Baru

Kejar Target 2026, Pengelola Restoran CFC Siap Tambah 20 Gerai Baru

Pasar Kripto Melemah, Harga Bitcoin Anjlok ke Posisi US Dolar 77.058

Pasar Kripto Melemah, Harga Bitcoin Anjlok ke Posisi US Dolar 77.058