IHSG Ambles 0,53 Persen di Zona Merah Sesaat Setelah Dibuka Stagnan
- Selasa, 19 Mei 2026
JAKARTA – Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka tanpa mengalami perubahan pada pembukaan transaksi pagi ini, Selasa (19/5/2026). Pergerakan IHSG tertahan di level 6.599,21.
Pada momen tersebut, terdapat 82 saham yang posisinya melemah, 239 saham berhasil menguat, serta 301 saham lainnya tidak bergeming. Adapun perputaran modal yang dibukukan mencapai Rp202,40 miliar dengan volume perdagangan menyentuh 265,33 juta lembar saham yang terangkum lewat 36.702 kali frekuensi transaksi.
Akan tetapi, beberapa saat pasca-pembukaan dilakukan, IHSG langsung merosot ke zona negatif dengan koreksi sedalam 0,53%.
Baca Juga
Di sisi lain, lantai bursa di kawasan Asia-Pasifik secara umum mengawali transaksi Selasa (19/5/2026) di teritori positif. Sentimen ini menguat menyusul koreksi harga minyak mentah pasca-keputusan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menangguhkan rencana gempuran militer ke wilayah Iran.
Para pelaku pasar berpandangan bahwa keputusan tersebut dapat meredam risiko perluasan perang di Timur Tengah yang belakangan menjadi beban berat bagi sentimen pasar global dalam beberapa bulan terakhir.
Harga minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Juni terpantau menyusut 1,27% menuju level US$107,28 per barel pada pukul 20.01 ET. Sejalan dengan itu, minyak mentah varian Brent untuk kontrak Juli juga terpangkas 2,67% ke posisi US$109,11 per barel.
Para pemodal pun tengah mencermati rilis data produk domestik bruto (PDB) Jepang pada kuartal I-2026 yang menorehkan pertumbuhan tahunan sebesar 2,1% di tiga bulan pertama tahun ini. Realisasi tersebut melampaui proyeksi para pengamat yang dihimpun Reuters di angka 1,7% sekaligus berada di atas capaian kuartal sebelumnya yang sebesar 1,3%.
Walau demikian, capaian positif tersebut dinilai belum seutuhnya merekam imbas dari konflik bersenjata Iran yang pecah pada akhir Februari lalu. Sinyal penguatan ekonomi domestik Jepang ini turut memberikan tenaga bagi pergerakan bursa saham setempat, di mana indeks Nikkei 225 terkerek naik 0,68% dan indeks Topix menguat sebesar 1,16%.
Perhatian pasar juga terarah pada rencana pertemuan bilateral antara Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi dengan Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung yang dijadwalkan berlangsung hari ini. Di pasar saham Korea Selatan, indeks Kospi justru mengalami pelemahan 1,06%, sedangkan indeks saham berkapitalisasi kecil Kosdaq terpantau bergerak mendatar.
Beralih ke Australia, indeks ASX mencatatkan apresiasi sebesar 1,08% pada menit-menit awal perdagangan. Sementara itu, kontrak berjangka indeks Hang Seng Hong Kong berada di area 25.558, atau lebih rendah jika disandingkan dengan posisi penutupan sebelumnya di level 25.675,18.
Lewat pernyataan di platform Truth Social, Trump mengungkapkan bahwa para petinggi militer AS telah diinstruksikan untuk membatalkan "serangan terjadwal terhadap Iran besok" demi merespons permohonan dari para pemimpin Qatar, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab.
Trump menambahkan jika opsi kesepakatan masih sangat mungkin dicapai serta dapat diterima dengan baik oleh AS maupun negara-negara di kawasan Timur Tengah, termasuk dalam hal memastikan bahwa Iran tidak memegang senjata nuklir.
Kendati begitu, Trump menekankan bahwa lini militer tetap diperintahkan bersiaga penuh untuk mengeksekusi serangan berskala besar kapan saja jika proses negosiasi dengan Iran tidak membuahkan hasil yang memuaskan. Dinamika ini memaksa para pelaku pasar tetap bersikap waspada terhadap risiko eskalasi susulan dari friksi geopolitik di wilayah tersebut.
Di tengah situasi gencatan senjata yang rentan antara pihak AS dan Iran, Selat Hormuz yang berstatus sebagai urat nadi distribusi minyak dunia nyatanya masih diblokade oleh pihak Teheran. Di waktu yang sama, AS dikabarkan masih terus melakukan blokade terhadap dermaga-dermaga milik Iran.
Perusahaan pemeringkat global, Moody's, mengutarakan bahwa kans untuk menuju jalan damai yang kilat dan permanen masih terhitung kecil mengingat pertempuran di Timur Tengah kini telah menginjak bulan ketiga. Kondisi pelik tersebut dirasa mempersulit upaya pembukaan kembali secara penuh akses Selat Hormuz yang menjadi rute krusial perdagangan energi internasional.
Melongok bursa Wall Street, kontrak berjangka indeks S&P 500 naik tipis 0,1%, disusul oleh Nasdaq 100 futures yang menguat sebesar 0,2%. Kontrak berjangka Dow Jones Industrial Average juga bertambah 25 poin atau setara dengan 0,05%.
Pada perdagangan reguler hari Senin waktu setempat, indeks S&P 500 melemah 0,07% ke posisi 7.403,05 sementara indeks Nasdaq terpangkas 0,51% menjadi 26.090,73. Hasil minor ini menandai pelemahan selama dua hari berturut-turut bagi kedua indeks utama tersebut, di kala indeks Dow Jones Industrial Average justru sanggup melaju positif dengan kenaikan sebesar 159,95 poin atau 0,32% menuju level 49.686,12.
Akbar
teropongbisnis.id adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Gerak Cepat PLN, Kurang dari 1 Jam Listrik Kembali Normal di GI Angke
- Jumat, 17 April 2026












