Bapanas Percepat Distribusi Minyakita untuk Amankan Harga Pangan
- Senin, 25 Mei 2026
JAKARTA - Badan Pangan Nasional (Bapanas) menjalin kemitraan dengan Perum Bulog guna mempercepat realisasi penyaluran stimulan pangan minyak goreng Minyakita di wilayah Jakarta pada Minggu (24/5/2026).
Langkah taktis tersebut diterapkan untuk menahan potensi lonjakan harga sekaligus meredam laju inflasi dan menjaga ketahanan pangan masyarakat.
Program intervensi pangan berskala nasional ini dipastikan terus bergulir oleh pemerintah hingga Juni 2026 seturut hasil ketetapan Rapat Koordinasi Teknis yang diselenggarakan di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.
Baca JugaUpdate Harga Sembako Jatim: Cabai dan Bawang Merah Kompak Naik
Kebijakan itu diputuskan lantaran realisasi penyaluran komoditas baru menyentuh kisaran 34 persen dari total target yang telah dicanangkan.
Secara nasional, Bapanas mematok target distribusi bantuan pangan berupa beras dan minyak goreng pada tahun 2026 ini untuk menjangkau 33,2 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang datanya tercatat dalam DTKS dan P3KE.
Akumulasi kuantitas penyaluran Minyakita ditargetkan pada angka 132,9 ribu kiloliter hingga pertengahan tahun ini untuk meredam gejolak harga di pasar.
Hingga tanggal 20 Mei 2026, stok minyak goreng yang sukses disalurkan baru mencapai 46,2 ribu kiloliter untuk 11,5 juta KPM, sehingga masih menyisakan sisa target sebesar 86,8 ribu kiloliter.
Melalui surat penugasan resmi kepada Bulog, masing-masing keluarga penerima manfaat dijadwalkan menerima jatah hak sebanyak empat liter minyak goreng beserta 20 kg beras.
Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas I Gusti Ketut Astawa memaparkan bahwa institusinya telah memberikan perintah kepada Perum Bulog untuk segera memacu proses distribusi alokasi bulan Mei dan Juni, khususnya bagi kelompok masyarakat berpenghasilan rendah.
"Dalam rangka mengantisipasi kenaikan minyak goreng, kami sudah menginstruksikan Bulog untuk segera mendistribusikan bantuan pangan. Akhirnya dalam Rakornis di Kemenko Perekonomian diputuskan bantuan pangan diperpanjang sampai Juni," kata Ketut dalam keterangan resmi yang diterima pada Minggu (24/5/2026).
Pihak Bapanas juga memberikan garansi bahwa pasokan Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) saat ini dalam kondisi aman, dengan rincian sebesar 89 ribu kiloliter tersimpan di gudang Bulog dan kisaran 700 kiloliter dikelola oleh pihak ID FOOD. Proses distribusi di wilayah DKI Jakarta hingga Banten nantinya bakal dipusatkan secara langsung lewat Bulog.
"Kalau bisa dikeluarkan serentak Mei sampai Juni, itu artinya akan bisa secara langsung dan tidak langsung mengendalikan harga Minyakita," ujarnya.
"Kami sudah pastikan 10 pelaku usaha yang akan mendistribusikan DMO-nya di DKI sampai Banten akan didorong ke Bulog. Jadi tidak lagi ke distributor lain," tutur Ketut.
Di sisi lain, pelaksanaan program perlindungan sosial ini terpantau sudah mulai diterapkan di pelbagai wilayah, salah satunya di Kelurahan Pulau Kupang, Kecamatan Bataguh, Kuala Kapuas. Plt Camat Bataguh Dino Aries Fahrizal menyerahkan stimulan ini secara simbolis kepada masyarakat pada Kamis (21/5/2026) di Kantor Kelurahan Pulau Kupang.
"Warga diimbau waspada terhadap hoax pendaftaran bansos di media sosial, karena data penerima ditentukan pemerintah. Penerima berhak melapor ke petugas desa atau Bulog jika beras yang diterima kurang baik kwalitasnya seperti berkutu, berbau, atau jumlah kurang untuk mendapatkan penggantian," pesan Dino Aries Fahrizal.
Dino menambahkan bahwa penyaluran komoditas beras serta minyak goreng ini ditujukan untuk mendongkrak daya beli warga di tengah adanya penyesuaian harga pangan oleh pihak pemerintah.
Pada wilayah tersebut, mekanisme proses distribusi dikoordinasikan secara langsung melibatkan pihak kelurahan serta jajaran pengurus RT setempat.
Lurah Pulau Kupang Erliansyah pada Sabtu (23/5/2026) menjelaskan terdapat kisaran 1.018 KPM di wilayah tugasnya yang menerima stimulus ini, dengan rincian paket berupa beras 20 kg serta minyak goreng sebanyak empat liter yang dikemas ke dalam empat wadah berukuran satu liter.
"Kami meminta pada masing masing ketua RT untuk warganya yang termasuk dalam KPM untuk mengkoordinir dan membantu. Karena banyak orang tua dan ibu ibu yang memerlukan bantuan untuk lebih memperlancar penyaluran. Termasuk juga persyaratan administrasi, supaya jangan sampai bolak balik. Karena jauh jaraknya dan seperti diketahui, wilayah kami juga ada di seberang," ungkap Erliansyah.
Ibtihal
teropongbisnis.id adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Gerak Cepat PLN, Kurang dari 1 Jam Listrik Kembali Normal di GI Angke
- Jumat, 17 April 2026












