Sabtu, 23 Mei 2026

WMPP Bidik Pendapatan Rp 2,1 Triliun Lewat Optimalisasi Produksi

WMPP Bidik Pendapatan Rp 2,1 Triliun Lewat Optimalisasi Produksi
PT Widodo Makmur Perkasa (WMPP)

JAKARTA – PT Widodo Makmur Perkasa (WMPP) menargetkan lonjakan pendapatan hingga mencapai Rp 2,1 triliun pada tahun 2026. Target tersebut mengalami kenaikan sekitar 108% jika dibandingkan dengan capaian tahun lalu yang berada di angka Rp 1,01 triliun, sejalan dengan langkah agresif ekspansi usaha peternakan serta optimalisasi sarana produksi yang telah dimiliki oleh korporasi.

Pihak manajemen WMPP menganggap pertumbuhan itu cukup realistis setelah pendapatan perseroan pada tahun 2025 juga mampu tumbuh sebesar 76,6% secara tahunan. Direktur Utama WMPP Tumiyana mengungkapkan bahwa atensi utama perusahaan pada tahun ini adalah mendongkrak performa operasional supaya kapasitas produksi yang tersedia dapat dimanfaatkan secara lebih maksimal.

“Konsentrasi kami tahun ini adalah meningkatkan sisi operasional,” ujar Tumiyana dalam paparan publik, Kamis (21/5/2026), sebagaimana dilansir dari berita sumber. Demi mengejar target tersebut, WMPP bakal meningkatkan utilisasi rumah potong ayam (RPA) hingga menyentuh 12.000 ekor per jam. Perseroan pun memperluas lini bisnis ayam petelur dengan mengatrol jumlah populasi dari 350.000 ekor pada tahun ini menjadi 1 juta ekor pada tahun 2028 mendatang.

Baca Juga

Harga Sembako di Jawa Timur Fluktuatif, Minyak dan Cabai Melonjak

Pada lini bisnis sapi, WMPP mempercepat laju pertumbuhan average daily gain (ADG) atau pertambahan bobot harian sapi sampai minimal 1,6 kilogram per hari. Perseroan juga mendongkrak kualitas Sapi Gama supaya bisa menjadi bibit sapi premium untuk melayani pasar domestik. Ekspansi feedlot pun turut diperluas menjangkau beberapa wilayah baru seperti Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, hingga wilayah Ibu Kota Nusantara (IKN).

Langkah tersebut diambil guna memperkokoh jaringan distribusi sekaligus mendekatkan pasokan menuju pusat basis permintaan baru. Walaupun ekspansi terus berjalan, WMPP masih belum memiliki rencana untuk menambah anggaran belanja modal dalam kurun waktu tiga tahun ke depan. Perseroan menilai kapasitas aset yang dimiliki saat ini masih tergolong cukup besar untuk menopang laju pertumbuhan usaha. Menurut Tumiyana, pemanfaatan aset yang optimal bahkan dapat memicu potensi pendapatan hingga menyentuh Rp 6 triliun-Rp 7 triliun per tahun tanpa memerlukan penambahan investasi dalam skala besar.

Di samping bertumpu pada efisiensi operasional, WMPP juga memandang program makan bergizi gratis (MBG) sebagai sebuah katalis pertumbuhan baru bagi industri protein hewani di dalam negeri. Manajemen memprediksi program MBG bakal menaikkan tingkat konsumsi daging sapi nasional sekitar 90.000 ton per tahun mulai 2025, dengan sumbangsih hingga 20% terhadap total konsumsi nasional.

Permintaan untuk daging ayam broiler juga diperkirakan merangkak naik sekitar 915.000 ton per tahun sampai dengan tahun 2029, dengan kontribusi mencapai angka 26% bagi konsumsi nasional. Sementara itu, tingkat konsumsi telur diproyeksikan bertambah sekitar 417.000 ton per tahun atau setara dengan 9% dari total konsumsi nasional. Prospek pertumbuhan konsumsi protein hewani tersebut dinilai menjadi peluang emas bagi perkembangan bisnis cattle serta poultry milik WMPP dalam kurun waktu beberapa tahun mendatang.

Guna memperkokoh modal kerja, WMPP juga meneruskan strategi efisiensi melalui divestasi pada aset-aset yang dinilai tidak lagi produktif. Perseroan pun membuka peluang kemitraan dengan investor strategis, termasuk perusahaan pangan asal Amerika Serikat, Tyson Foods, yang dikabarkan telah melakukan penjajakan pendekatan dengan pihak WMPP

Akbar

Akbar

teropongbisnis.id adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Update MinyaKita: Stok Aman, Mendag Akui Harga di Papua Lebih Tinggi

Update MinyaKita: Stok Aman, Mendag Akui Harga di Papua Lebih Tinggi

Imbas Dolar Naik, Harga Daging Sapi di Bogor Melonjak Rp145 Ribu

Imbas Dolar Naik, Harga Daging Sapi di Bogor Melonjak Rp145 Ribu

Jelang Idul Adha, Harga Cabai Rawit dan Daging Sapi di Jatim Menguat

Jelang Idul Adha, Harga Cabai Rawit dan Daging Sapi di Jatim Menguat

Pasok 240 Ribu Ton, BULOG Jamin Harga Beras SPHP di Bawah HET

Pasok 240 Ribu Ton, BULOG Jamin Harga Beras SPHP di Bawah HET

Harga Daging Sapi di Pasar Anyar Bogor Melonjak hingga Rp145 Ribu/Kg

Harga Daging Sapi di Pasar Anyar Bogor Melonjak hingga Rp145 Ribu/Kg