Hingga April 2026, Laba Bersih Bank Mandiri Tumbuh 18,85 Persen
- Selasa, 19 Mei 2026
JAKARTA – Kinerja keuangan cemerlang berhasil ditorehkan oleh PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) secara individu hingga bulan April 2026. Pertumbuhan laba bersih yang tinggi sukses dilanjutkan oleh perusahaan bersimbol pita emas ini.
Laba bersih tahun berjalan secara bank only menyentuh angka Rp 18,05 triliun untuk periode Januari hingga April 2026. Berdasarkan laporan keuangan yang dirilis pada Selasa (19/5/2026), perolehan tersebut meningkat sebesar 18,85% secara tahunan (year on year/yoy).
Hasil berbeda terlihat pada kinerja bulanan (month on month/mtm) yang mencatatkan perolehan sebesar Rp 4,47 triliun, atau mengalami penurunan sebesar -5,15%. Sebagaimana dilansir dari berita sumber, "lonjakan laba pada empat bulan pertama tahun ini dipengaruhi oleh efisiensi beban bunga akibat penurunan suku bunga acuan."
Baca JugaSMKM Ekspansi ke Sektor Akuakultur Melalui Akuisisi Dua Emiten
Kondisi keuangan perusahaan berbalik positif pada tahun ini setelah sempat tertekan oleh lonjakan beban bunga sebesar 28,18% yoy pada periode yang sama tahun lalu. Beban bunga saat ini berhasil ditekan turun sebesar -0,89% yoy menjadi Rp 14,04 triliun.
Efisiensi Beban Bunga dan Himpunan Dana
Efisiensi beban bunga ini diraih di tengah keaktifan perseroan dalam menghimpun dana mahal. Instrumen deposito Bank Mandiri dilaporkan mengalami kenaikan signifikan sebesar 52,24% yoy menjadi Rp 474,93 triliun.
Sisi profitabilitas juga mendapatkan sokongan dari pendapatan bunga yang terangkat sebesar 5,99% yoy menjadi Rp 41,96 triliun. Dampak positifnya, pendapatan bunga bersih atau net interest income (NII) mampu tumbuh optimal di angka 9,83% yoy menjadi Rp 27,91 triliun.
Tantangan Margin Bunga Bersih dan Provisi
Meskipun intermediasi bisnis menghasilkan struktur imbal hasil yang baik, target margin bunga bersih atau net interest margin (NIM) di angka 4,6-4,8% belum berhasil dicapai. Margin bunga bersih per April tertahan di posisi 3,84%, sedangkan NIM selama empat bulan pertama 2026 berada di level 4,01%.
Tekanan berkelanjutan di dalam ekosistem pinjaman yang kompetitif telah diperkirakan oleh pihak manajemen. Di sisi lain, langkah penyesuaian beban provisi yang lebih rendah sukses dilanjutkan dengan penurunan mencapai -17,07% yoy dan +0,59% mtm.
Rasio biaya kredit atau cost of credit (CoC) kini berada di bawah rentang target manajemen untuk CoC konsolidasi yang dipatok pada 0,6-0,8%. Selain itu, perolehan laba ikut didorong oleh pendapatan berbasis komisi yang terangkat sebesar 21,94% yoy menjadi Rp 7,36 triliun.
Indikator tingkat pengembalian aset atau ROA tercatat di angka 2,43%, sedangkan tingkat pengembalian ekuitas atau ROE berada di posisi 20,60% hingga April 2026. Penyaluran kredit emiten berkode saham BMRI ini tumbuh agresif sebesar 18,48% yoy dengan nilai mencapai Rp 1.550,17 triliun.
Perkembangan Likuiditas dan Pergerakan Saham
Dana pihak ketiga (DPK) yang dikumpulkan oleh perusahaan mengalami peningkatan sebesar 16,61% yoy menjadi Rp 1.649,96 triliun. Komposisi simpanan tersebut terdiri atas giro sebesar Rp 620,50 triliun (+7,39% yoy) dan tabungan senilai Rp 554,51 triliun (+5,58% yoy).
Kenaikan deposito sebesar 52,25% yoy menjadi Rp 474,93 triliun membuat rasio CASA menyusut menjadi 71,22% per April, dari periode sebelumnya yang mencapai 77,95%. Rasio pinjaman terhadap simpanan atau loan to deposit ratio (LDR) ikut terjaga rendah di angka 71,22%.
Dukungan likuiditas secara aktif dari Kementerian Keuangan kepada bank-bank Himbara sejak September 2025 membuat posisi LDR menurun dalam. LDR perseroan sempat menyentuh angka 76,36% pada Agustus 2025, kemudian merosot ke 73,12% pada September 2025, dan bertengger di posisi 70,98% pada November 2025.
Kondisi pasar saham menunjukkan hal yang berbeda, di mana saham BMRI melemah sebesar 1,67% atau terpangkas 70 poin ke level 4,130% pada perdagangan Senin (18/5/2026). Secara year to date (ytd), saham BMRI telah mengalami penurunan sebesar 19,02% dan menyusut hingga 24,57% dalam periode satu tahun terakhir.
Gemilang Ramadhan
teropongbisnis.id adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Gerak Cepat PLN, Kurang dari 1 Jam Listrik Kembali Normal di GI Angke
- Jumat, 17 April 2026
Berita Lainnya
Mark Dynamics Membagikan Dividen Rp 342 Miliar, Simak Jadwal Lengkapnya
- Selasa, 19 Mei 2026












