SMKM Ekspansi ke Sektor Akuakultur Melalui Akuisisi Dua Emiten
- Selasa, 19 Mei 2026
JAKARTA - PT Sumber Mas Konstruksi Tbk atau SMKM memulai transformasi besar dari bisnis konstruksi tradisional menjadi pemain infrastruktur akuakultur terintegrasi. Langkah ekspansi ini ditandai dengan aksi akuisisi terhadap dua perusahaan yang berbasis di Singapura.
Emiten berkode saham SMKM ini mencaplok PanAsia Aquaculture Pte. Ltd. Group of Companies dan LSO Organization Holdings Pte. Ltd. sebagaimana dilansir dari berita sumber. Langkah strategis tersebut bertujuan untuk memperluas jangkauan bisnis ke sektor akuakultur modern yang berbasis teknologi serta memperkuat ekosistem hilir.
Sebagai bagian dari proses integrasi, SMKM telah menandatangani Conditional Sale and Purchase Agreement atau CSPA untuk mengambil alih PanAsia Group dari Lim Shrimp Org Pte. Ltd. Nilai transaksi untuk akuisisi ini diperkirakan mencapai USD 100 juta dengan target penyelesaian pada kuartal ketiga tahun 2026.
Baca JugaIfishdeco Targetkan Penjualan 1,49 Juta Ton Nikel pada Tahun 2026
Setelah itu, SMKM menjadwalkan langkah lanjutan dengan mengakuisisi LSO Organization Holdings Pte. Ltd. senilai SGD 13 juta. Transaksi kedua ini ditargetkan rampung pada Juni 2027 demi memperkuat rantai nilai bisnis dan ekosistem operasional perseroan.
PanAsia Group memiliki rekam jejak panjang dalam pengembangan teknologi smart aquaculture. Di bawah kepemimpinan Chong Chee Hoong, perusahaan ini telah mengoperasikan fasilitas budidaya udang seluas 37 hektar di Sumbawa yang mencakup 40 kolam operasional sejak 2018.
Tingkat kelangsungan hidup udang di fasilitas tersebut dilaporkan stabil dan melebihi 80%. Kinerja operasional ini didukung oleh penerapan sistem disiplin dan pemanfaatan teknologi akuakultur cerdas secara berkelanjutan.
Selain di Indonesia, PanAsia Group mengelola area strategis seluas sekitar 49 hektar di Sabah, Malaysia Timur. Fasilitas yang telah beroperasi sejak 1998 ini menjadi salah satu fondasi bagi SMKM untuk melakukan ekspansi regional di kawasan ASEAN.
Pengembangan Ekosistem Hilir Regional
Masuknya PanAsia Group ke dalam lingkaran bisnis SMKM diarahkan untuk membidik pengembangan ekosistem hilir yang lebih luas. Perseroan menyasar sektor pengolahan hasil akuakultur hingga penguatan jaringan rantai pasok global.
Direktur PanAsia Group, Chong Chee Hoong, menjelaskan bahwa transformasi ini menjadi titik penting bagi SMKM dalam membangun model bisnis baru. Kemampuan konstruksi yang dimiliki SMKM dinilai akan menjadi fondasi utama untuk membangun infrastruktur akuakultur berskala besar.
"Evolusi ini memposisikan SMKM sebagai platform multi-layer yang menghubungkan kapabilitas pengembangan infrastruktur dengan kebutuhan ekosistem akuakultur regional. Kami tidak hanya mengelola aset produktif; kami secara progresif membangun sistem operasional terintegrasi yang didukung oleh transfer teknologi, kapabilitas hilirisasi, dan integrasi ekosistem dari hulu ke hilir," jelas Bapak Chong sebagaimana dilansir dari berita sumber.
Chong Chee Hoong menambahkan bahwa pihaknya terus menjalin kolaborasi erat dengan manajemen SMKM yang dipimpin oleh Budi Aris dan Ruben Partogi. Sinergi ini berjalan untuk menyelaraskan visi jangka panjang sepanjang proses transformasi.
"Kami juga bekerja erat dengan tim manajemen SMKM saat ini, yang dipimpin oleh Pak Budi Aris dan Pak Ruben Partogi, untuk menyelaraskan visi jangka panjang yang sama dan menciptakan sinergi operasional yang lebih kuat sepanjang perjalanan transformasi ini," tambahnya sebagaimana dilansir dari berita sumber.
Sektor akuakultur di Asia Tenggara dinilai memiliki potensi besar seiring meningkatnya permintaan pangan berbasis hasil laut. Strategi perusahaan dalam beberapa tahun ke depan akan difokuskan pada pertumbuhan margin melalui sektor perdagangan dan pengolahan hasil akuakultur.
Setelah penyelesaian proses reverse takeover atau RTO, SMKM menargetkan pembangunan infrastruktur akuakultur regional yang terintegrasi. Perusahaan juga berkomitmen memperkuat partisipasi dalam ekosistem hilirisasi serta pengembangan teknologi operasional.
"Secara strategis, kami fokus pada pertumbuhan margin melalui sektor perdagangan dan pengolahan, yang didukung oleh kemampuan pengembangan infrastruktur dan integrasi operasional PanAsia Group. Dalam lima tahun ke depan, setelah penyelesaian RTO, Perseroan bertujuan untuk membangun infrastruktur akuakultur regional terintegrasi yang signifikan dengan operasi regional yang terus berkembang, partisipasi ekosistem hilirisasi, dan kemampuan operasional berbasis teknologi. Langkah ini merupakan bagian dari komitmen kami untuk memberikan nilai yang berkelanjutan dan terukur bagi seluruh pemegang saham," tutur Bapak Chong sebagaimana dilansir dari berita sumber.
Gemilang Ramadhan
teropongbisnis.id adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Gerak Cepat PLN, Kurang dari 1 Jam Listrik Kembali Normal di GI Angke
- Jumat, 17 April 2026
Berita Lainnya
Mark Dynamics Membagikan Dividen Rp 342 Miliar, Simak Jadwal Lengkapnya
- Selasa, 19 Mei 2026












