Mark Dynamics Membagikan Dividen Rp 342 Miliar, Simak Jadwal Lengkapnya
- Selasa, 19 Mei 2026
JAKARTA - PT Mark Dynamics Indonesia Tbk (MARK) telah memastikan pembagian total dividen senilai Rp 90 per saham untuk para pemegang sahamnya. Alokasi dividen ini bersumber dari perolehan laba bersih tahun buku 2025 dan saldo laba ditahan hingga tahun 2024.
Keputusan penyaluran dividen tersebut telah memperoleh persetujuan melalui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Perseroan yang dilaksanakan pada Senin (18/5/2026). Dari total nilai tersebut, sejumlah Rp 70 per saham dikhususkan sebagai dividen tahun buku 2025.
Sebelumnya, MARK telah mengucurkan dividen interim tahap pertama sebesar Rp 20 per saham pada Agustus 2025, yang disusul dengan penyaluran dividen interim tahap kedua senilai Rp 20 per saham pada November 2025.
Oleh sebab itu, sisa pembayaran dividen tunai yang akan segera diberikan kepada pemegang saham adalah sebesar Rp 30 per saham. Di samping itu, Perseroan juga membagikan dividen tambahan sebesar Rp 20 per saham yang bersumber dari sisa laba ditahan hingga tahun buku 2024.
Baca JugaSMKM Ekspansi ke Sektor Akuakultur Melalui Akuisisi Dua Emiten
Apabila dikumpulkan secara keseluruhan, total dividen yang diserahkan mencapai Rp 342 miliar dengan tingkat dividend payout ratio berkisar 120%.
Direktur Utama MARK, Ridwan, memaparkan bahwa ketetapan porsi dividend payout ratio yang tergolong tinggi ini tetap dipertahankan karena landasan fundamental serta situasi arus kas perusahaan yang dinilai masih berada dalam kondisi yang sangat prima.
“Perseroan secara konsisten menjaga kebijakan dividend payout ratio yang tinggi sebagai bentuk komitmen kami kepada pemegang saham,” ujar Ridwan dalam keterangan resmi, Senin (18/5/2026), sebagaimana dilansir dari berita sumber.
Berdasarkan pada jadwal resmi Perseroan, periode cum dividen di pasar reguler dan pasar negosiasi akan berlangsung pada 19 Mei 2026, sementara periode ex dividen dijadwalkan pada 20 Mei 2026.
Di sisi lain, untuk recording date ditetapkan jatuh pada 21 Mei 2026 dan proses realisasi pembayaran dana dividen tunai direncanakan pada 10 Juni 2026.
Melihat dari aspek perkembangan usaha, MARK merasa optimis dapat mengamankan pertumbuhan laba bersih sekitar 20% pada tahun 2026 jika dibandingkan dengan perolehan pada tahun sebelumnya.
Target peningkatan ini didorong oleh kuatnya permintaan dari pasar ekspor, pelaksanaan efisiensi operasional, hingga langkah optimalisasi kapasitas produksi yang dimiliki oleh Perseroan.
Sampai dengan saat ini, porsi penjualan produk MARK lebih dari 80% dialokasikan ke pasar ekspor dengan memanfaatkan mata uang dolar Amerika Serikat (AS).
Pola operasional bisnis tersebut dinilai memberikan keuntungan tersendiri saat mata uang dolar AS mengalami penguatan lantaran dapat berfungsi sebagai lindung nilai alami (natural hedge) terhadap fluktuasi kurs mata uang asing.
Selain itu, manajemen Perseroan memproyeksikan sentimen pada sektor industri sarung tangan di kancah global mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan.
Hal ini sejalan dengan meningkatnya perhatian masyarakat terhadap penyebaran wabah hantavirus yang menimbulkan kekhawatiran akan melonjaknya permintaan terhadap alat pelindung diri, termasuk sarung tangan medis.
Situasi pasar tersebut juga tercermin secara gamblang dari pergerakan positif harga saham beberapa perusahaan produsen sarung tangan skala utama di Malaysia, seperti Top Glove Corporation Bhd, Hartalega Holdings Berhad, Kossan Rubber Industries Bhd, serta Supermax Corporation Berhad.
Untuk pihak MARK sendiri, tren yang tengah terjadi ini dipandang memiliki peluang besar dalam mengerek tingkat pemesanan produk cetakan sarung tangan medis di pasar internasional.
Gemilang Ramadhan
teropongbisnis.id adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Gerak Cepat PLN, Kurang dari 1 Jam Listrik Kembali Normal di GI Angke
- Jumat, 17 April 2026












