Kejar Target 2026, Pengelola Restoran CFC Siap Tambah 20 Gerai Baru

Selasa, 19 Mei 2026 | 14:30:53 WIB
Ilustrasi strategi bisnis CFC (Foto: NET)

JAKARTA – PT Pioneerindo Gourmet International Tbk (PTSP) membidik pertumbuhan kinerja yang lebih agresif sepanjang tahun 2026 setelah mencatat lonjakan pendapatan dan laba bersih signifikan pada kuartal pertama. Emiten pengelola jaringan restoran cepat saji merek CFC tersebut optimistis momentum positif ini akan terus berlanjut hingga akhir tahun.

Dilansir dari Industri, emiten berkode saham PTSP ini menargetkan pertumbuhan pendapatan sekitar 5% untuk keseluruhan tahun 2026. Bersamaan dengan itu, laba bersih perseroan ditargetkan mengalami peningkatan dalam rentang 10% sampai 15%.

"Untuk bottom line, saat ini kami masih menargetkan pertumbuhan laba bersih sekitar 10%-15%," ujar Teh Kian Kun, Direktur PTSP, dalam paparan publik pada Senin (18/5/2026) sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Ekspansi jaringan usaha menjadi salah satu strategi utama perseroan demi merealisasikan target tersebut. PTSP berencana membuka 20 gerai baru sepanjang tahun 2026 yang akan ditempatkan di berbagai lokasi strategis, meliputi pusat perbelanjaan, area publik, hingga kawasan hiburan.

Langkah penambahan titik penjualan ini ditujukan untuk memacu pertumbuhan omzet sekaligus memperkuat penetrasi pasar di tengah ketatnya persaingan industri restoran cepat saji. Selain ekspansi fisik, perseroan juga berfokus meningkatkan performa toko yang sudah ada lewat strategi pertumbuhan penjualan toko yang sama (comparable sales growth) melalui peluncuran produk baru.

"Di antaranya yang kemarin animonya bagus adalah ayam bakar Samyang. Kemudian di akhir 2025 kami juga meluncurkan nasi daun jeruk dan responsnya juga bagus," jelas Edi Triyento, Wakil Direktur Utama PTSP sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Guna menyiasati pelemahan daya beli masyarakat, manajemen PTSP memperkuat efisiensi internal agar harga produk di pasar tetap kompetitif. Manajemen mengakui adanya tantangan dari kenaikan harga bahan baku seperti kemasan plastik, namun dampaknya diklaim terkendali berkat langkah mitigasi sejak awal.

Sementara itu, pasokan dan harga untuk bahan baku utama berupa daging ayam dipastikan aman karena perusahaan telah mengamankan kontrak kerja sama jangka panjang dengan para pemasok.

"Sampai hari ini belum ada pengaruh secara langsung karena fluktuasi tadi, sebab kerja samanya bersifat jangka panjang," kata Edi Triyento sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Perseroan kini juga mulai mengantisipasi potensi penurunan transaksi langsung di gerai konvensional dengan memperkuat saluran digital dan penjualan daring. Strategi penyesuaian ini diterapkan untuk merespons perubahan perilaku konsumen yang semakin terbiasa memanfaatkan transaksi digital sejak pandemi Covid-19.

Pada kuartal I-2026, PTSP berhasil membukukan pendapatan senilai Rp204,5 miliar, atau mengalami pertumbuhan sebesar 21% dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Pada saat yang sama, laba bersih perusahaan melonjak hingga 26 kali lipat menjadi Rp19,2 miliar.

Terkini