GEMS Bakal Gelontorkan Dividen Rp1,39 Triliun pada Juni 2026
- Kamis, 21 Mei 2026
JAKARTA – Perusahaan di bawah naungan Grup Sinarmas, PT Golden Energy Mines Tbk. (GEMS) bakal menggelontorkan dividen kepada para pemegang saham senilai Rp1,39 triliun pada 11 Juni 2026.
Dividen final yang disalurkan oleh GEMS kepada pemilik saham mencapai US$80 juta atau berkisar Rp1,39 triliun, yang dihitung menggunakan nilai kurs Rp17.496 per dolar AS.
Mengenai jadwal pelaksanaannya, periode cum dividen GEMS untuk pasar reguler serta pasar negosiasi ditetapkan jatuh pada 29 Mei 2026, sedangkan ex dividen di kedua pasar tersebut dijadwalkan pada 2 Juni 2026.
Baca JugaPerkuat Transformasi dan Digitalisasi KAQI Angkat Direktur Baru
Sementara itu, tanggal cum dividen di pasar tunai jatuh pada 3 Juni 2026, dan ex dividen di pasar tunai pada 4 Juni 2026. Di samping itu, perekaman daftar pemegang saham yang memiliki hak atas dividen tunai ini bakal dilakukan pada 3 Juni 2026. Untuk realisasi pembayaran dividen GEMS sendiri dipastikan pada 11 Juni 2026.
Sekretaris Perusahaan GEMS, Sudin SH, memaparkan bahwa agenda Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) telah memberikan persetujuan atas pendistribusian dividen final bernilai total US$180 juta untuk alokasi tahun buku 2025. Dari perolehan nilai dividen tersebut, dana sebesar US$100 juta sebelumnya sudah disetorkan sebagai dividen interim pada bulan Juni 2025.
“Sisanya sebesar US$80 juta disetujui untuk dibagikan sebagai dividen final tahun buku 2025 atau sebesar US$0,0136 per saham atau setara dengan Rp237,95 per saham,” tutur Sudin, Selasa (19/5/2026) sebagaimana dilansir dari berita sumber.
Acuan kurs yang dipakai dalam pembagian dividen kali ini bersumber pada kurs tengah Bank Indonesia per 18 Mei 2026, yang mana US$1 setara dengan Rp17.496 per dolar AS.
Sudin menguraikan bahwa alokasi dividen final tersebut bakal disalurkan kepada pemilik saham bersandarkan pada persentase kepemilikan saham mereka masing-masing.
Langkah ini dibarengi dengan pemberian kuasa penuh kepada pihak direksi perseroan dalam menetapkan mekanisme serta linimasa pencairan dividen final tersebut. Di lain sisi, dia menambahkan bahwa sisa laba bersih setelah dialokasikan untuk pemenuhan dana cadangan, yakni senilai US$77,23 juta, bakal dialihkan sebagai porsi saldo laba ditahan.
Menilik pada catatan laporan keuangan perseroan, GEMS membukukan penurunan pada pos pendapatan usaha menjadi senilai US$2,41 miliar. Nilai pendapatan ini mengalami penurunan sebesar 10,77% secara tahunan (year-on-year) dari angka US$2,7 miliar yang diraih pada 2024.
Perolehan pendapatan tersebut bersumber dari hasil penjualan ke luar negeri yang menyumbang sebesar US$855,2 juta, atau tercatat menyusut jika disandingkan dengan performa tahun 2024. Di sisi lain, pos penjualan di dalam negeri justru menanjak menjadi US$1,55 miliar dari performa tahun 2024 yang sebelumnya berada di angka US$931,13 juta.
Apabila ditinjau berdasarkan segmen pelanggannya, GEMS meraup pendapatan yang berasal dari pihak ketiga senilai US$2,38 miar, serta kontribusi dari pihak berelasi yang tercatat sebesar US$33,9 juta.
Untuk laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk atau laba bersih dari GEMS mengalami koreksi turun sebesar 43,39% menjadi US$268,23 juta, dari perolehan periode sebelumnya yang mampu menyentuh angka US$473,8 juta.
Akbar
teropongbisnis.id adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Gerak Cepat PLN, Kurang dari 1 Jam Listrik Kembali Normal di GI Angke
- Jumat, 17 April 2026












