Jumat, 22 Mei 2026

Harga CPO Bergerak Variatif Imbas Rencana Badan Ekspor Baru RI

Harga CPO Bergerak Variatif Imbas Rencana Badan Ekspor Baru RI
Ilustrasi Biji Sawit. (FOTO: sawitplus.co)

JAKARTA – Nominal kontrak Crude Palm Oil (CPO) di Bursa Malaysia Derivatives (BMD) terpantau bergerak fluktuatif pada Rabu (20/5/2026), tertahan oleh kekhawatiran para pelaku pasar mengenai niatan Indonesia membentuk badan khusus demi mengurusi ekspor komoditas andalan.

Menilik pada data BMD saat penutupan Rabu (20/5/2026), perdagangan berjangka CPO untuk pengiriman Juni 2026 menyusut 25 Ringgit Malaysia menjadi 4.515 Ringgit Malaysia per ton. Perdagangan berjangka CPO Juli 2026 turun 15 Ringgit Malaysia ke level 4.556 Ringgit Malaysia per ton.

Di samping itu, perdagangan berjangka CPO Agustus 2026 mengalami koreksi sebesar 2 Ringgit Malaysia di titik 4.583 Ringgit Malaysia per ton. 

Baca Juga

Daftar Harga Dexlite di SPBU Pertamina Seluruh Provinsi 21 Mei 2026

Sebaliknya, perdagangan berjangka CPO September 2026 justru menanjak 12 Ringgit Malaysia menuju 4.601 Ringgit Malaysia per ton.

Kontrak berjangka CPO Oktober 2026 meningkat 23 Ringgit Malaysia ke level 4.619 Ringgit Malaysia per ton. Sementara itu, kontrak berjangka CPO November 2026 terdorong naik 29 Ringgit Malaysia ke posisi 4.638 Ringgit Malaysia per ton.

Dikutip dari Tradingview, para pelaku pasar sedang memperhatikan rencana Presiden Prabowo Subianto untuk mengesahkan institusi negara yang bertugas mengendalikan ekspor kekayaan alam, termasuk di dalamnya CPO, batu bara, serta ferroalloy.

Direktur pialang Pelindung Bestari, Paramalingam Supramaniam, menilai bahwa regulasi Indonesia tersebut memiliki potensi memperkuat harga CPO karena dapat menahan tindakan jor-joran melepas produk oleh para eksportir.

Lewat analisisnya, para pembeli internasional berpeluang mulai mengalihkan fokus mereka ke Malaysia selama menanti kejelasan aturan ekspor paling baru yang diterapkan oleh Indonesia.

“Perhatian pembeli mungkin akan beralih ke Malaysia sampai ada kejelasan mengenai mekanisme yang diterapkan Indonesia,” ujarnya.

Ekspor Malaysia Melemah

Pada sisi yang lain, kenaikan harga CPO terganjal oleh lesunya performa data ekspor Malaysia. Perusahaan surveyor kargo memprediksi ekspor komoditas minyak kelapa sawit Malaysia untuk periode 1-20 Mei merosot berkisar 13,9% hingga 20,5% jika disandingkan dengan capaian bulan lalu.

Sinyal hijau ikut datang dari lantai bursa minyak nabati dunia. Kontrak minyak kedelai teraktif di Dalian merangkak naik 1,31%, sedangkan kontrak minyak sawit menguat 1,44%. Harga minyak kedelai di Chicago Board of Trade turut terkerek naik 0,24%.

Akan tetapi, melemahnya harga minyak bumi global menahan laju penguatan CPO. Nilai minyak mentah merosot setelah Presiden AS Donald Trump kembali menegaskan bahwa konflik Iran akan segera berakhir. 

Kemerosotan harga minyak bumi ini membuat CPO menjadi kurang bernilai ekonomis sebagai bahan baku pembuatan biodiesel.

Selain itu, menguatnya mata uang ringgit Malaysia sebesar 0,18% terhadap dolar AS berakibat pada harga CPO yang relatif menjadi lebih mahal bagi para pembeli dari luar negeri.

Di tengah kondisi tersebut, sejumlah perusahaan kelapa sawit Malaysia dikabarkan mulai membatasi program replanting lantaran membubungnya biaya pembelian pupuk serta bahan bakar. 

Keadaan ini dikhawatirkan dapat mengancam pasokan minyak nabati dunia dalam jangka panjang.

Ibtihal

Ibtihal

teropongbisnis.id adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Update Harga BBM Nonsubsidi Pertamina hingga Shell per 20 Mei 2026

Update Harga BBM Nonsubsidi Pertamina hingga Shell per 20 Mei 2026

Daftar Harga Terbaru Pertamax hingga Dexlite Se-Indonesia Mei 2026

Daftar Harga Terbaru Pertamax hingga Dexlite Se-Indonesia Mei 2026

Tembus Pasar Eropa, Kakao Kepulauan Yapen Bidik Ekspor Rp108 Miliar

Tembus Pasar Eropa, Kakao Kepulauan Yapen Bidik Ekspor Rp108 Miliar

Imbas Sentimen India, Harga Batu Bara Sentuh Level Tertinggi Sejak Maret

Imbas Sentimen India, Harga Batu Bara Sentuh Level Tertinggi Sejak Maret

Update Harga BBM Pertamina Hari Ini: Pertamax Turbo Naik

Update Harga BBM Pertamina Hari Ini: Pertamax Turbo Naik