Jumat, 22 Mei 2026

IHSG Diproyeksi Naik Terbatas, Simak Pilihan Saham Hari Ini 21 Mei 2026

IHSG Diproyeksi Naik Terbatas, Simak Pilihan Saham Hari Ini 21 Mei 2026
Ilustrasi Untuk perdagangan, analis memperkirakan IHSG akan bergerak menguat terbatas. (Foto: kontan.co.id)

JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) didapati kembali terjerembap di zona merah pada sesi transaksi Rabu (20/5/2026), di kala kepungan sentimen dalam negeri dan luar negeri masih membayangi bursa.

Merujuk pada data Bursa Efek Indonesia, IHSG anjlok sebesar 0,82% atau turun 52,18 poin ke level 6.318,50. Penurunan pasar disebabkan oleh pelbagai aspek, beranjak dari agenda rebalancing MSCI, kenaikan suku bunga Bank Indonesia (BI), hingga kekhawatiran para investor perihal arah kebijakan otoritas mengenai ekspor kekayaan alam.

Head of Retail Research MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, menerangkan pergerakan IHSG sempat berjalan fluktuatif pada paruh pertama sesi transaksi saat Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato dalam sidang paripurna DPR.

Baca Juga

Perkuat Transformasi dan Digitalisasi KAQI Angkat Direktur Baru

Pada momen yang sama, nilai mata uang rupiah malah menguat ke posisi Rp 17.685 per dolar AS pasca BI menaikkan suku bunga acuan ke angka 5,25% untuk menjaga konsistensi nilai tukar. Kendati demikian, lewat hitungan teknikal laju IHSG dipandang tetap terjebak dalam tren pelemahan.

Herditya menyebutkan bursa masih dihantui oleh tekanan dari kegiatan rebalancing MSCI serta sentimen regulasi di bidang pertambangan.

Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus, menambahkan bahwa sentimen dunia ikut memberatkan laju bursa saham Asia, termasuk pula Indonesia. 

Para penanam modal masih mencermati ketegangan geopolitik di Timur Tengah, terutama kemelut Iran yang belum juga mereda.

"Kondisi ini mendorong harga minyak tetap tinggi dan berpotensi menjaga tekanan inflasi global, sehingga membuka peluang bank sentral untuk mempertahankan kebijakan moneter ketat," ujar Nico.

Dari sektor domestik, para pelaku niaga juga bersiap menyimak pidato Presiden Prabowo terkait rancangan anggaran 2027, khususnya rencana pengelolaan ekspor kekayaan alam lewat sistem satu pintu melalui BUMN.

Berdasarkan analisis Nico, kebijakan itu menimbulkan kekhawatiran investor mengenai potensi menebalnya intervensi pemerintah serta dampaknya pada efisiensi ataupun manajemen perusahaan.

Menatap sesi perdagangan Kamis (21/5/2026), Nico memprediksi IHSG akan bergerak variatif dalam rentang 6.150 hingga 6.400. Sementara itu, posisi 6.100 dianggap sebagai titik penting yang mesti diawasi oleh investor.

Di lini lain, Herditya menaksir IHSG memiliki potensi untuk merangkak naik secara terbatas dengan batas support di posisi 6.184 dan resistance di level 6.388.

Sejumlah saham yang direkomendasikan untuk diperhatikan pada perdagangan hari ini di antaranya mencakup AMRT di area Rp 1.555–Rp 1.635, HRTA pada kisaran Rp 2.240–Rp 2.370, serta MBMA di posisi Rp 478–Rp 520 tiap lembar sahamnya.

Ibtihal

Ibtihal

teropongbisnis.id adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Jasa Marga Bagikan Dividen Rp1,1 Triliun untuk Buku Tahun Lalu

Jasa Marga Bagikan Dividen Rp1,1 Triliun untuk Buku Tahun Lalu

Sektor Semikonduktor Melesat Indeks Wall Street Naik di Atas 1 Persen

Sektor Semikonduktor Melesat Indeks Wall Street Naik di Atas 1 Persen

Daftar Harga Perak Antam Hari Ini 21 Mei 2026 Stabil di Level Premium

Daftar Harga Perak Antam Hari Ini 21 Mei 2026 Stabil di Level Premium

Harga Emas Perhiasan Hari Ini Kamis 21 Mei 2026 Merosot Turun

Harga Emas Perhiasan Hari Ini Kamis 21 Mei 2026 Merosot Turun

Saham INDY Loyo, Indika Energy Siap Bagikan Dividen Rp510 Miliar

Saham INDY Loyo, Indika Energy Siap Bagikan Dividen Rp510 Miliar