Jumat, 22 Mei 2026

Sektor Semikonduktor Melesat Indeks Wall Street Naik di Atas 1 Persen

Sektor Semikonduktor Melesat Indeks Wall Street Naik di Atas 1 Persen
Ilustrasi Nvidia (Foto: NET)

JAKARTA – Bursa saham Amerika Serikat (AS) ditutup naik di atas 1% pada sesi perdagangan Rabu (20/5/2026), yang ditopang oleh melesatnya saham teknologi serta sektor semikonduktor menjelang publikasi laporan kinerja keuangan Nvidia. Penguatan yang terjadi ini sekaligus menghentikan tren penurunan selama tiga hari berturut-turut yang sempat melanda pasar.

Melansir dari Reuters, Indeks Dow Jones Industrial Average mengalami kenaikan sebesar 1,31% menuju level 50.009,35, S&P 500 menguat sebanyak 1,08% ke posisi 7.432,97, sementara Nasdaq Composite melompat hingga 1,55% ke angka 26.270,36.

Arah pergerakan pasar utamanya didorong oleh reli saham-saham chip yang meroket tajam sesaat sebelum laporan kinerja Nvidia keluar, di mana perusahaan semikonduktor tersebut memegang kapitalisasi pasar terbesar di dunia sekaligus menjadi motor penggerak utama di sektor kecerdasan buatan (AI). Para pelaku pasar menganggap performa Nvidia sebagai indikator krusial bagi kelangsungan permintaan investasi AI yang belakangan ini mengerek valuasi tinggi pada saham-saham teknologi.

Baca Juga

Perkuat Transformasi dan Digitalisasi KAQI Angkat Direktur Baru

Saham Nvidia itu sendiri berakhir menguat 1,3%, meskipun pergerakannya di sesi pasca-perdagangan (after-hours) terpantau fluktuatif. Pihak korporasi sebelumnya sempat memproyeksikan perolehan pendapatan kuartal II berada di atas ekspektasi Wall Street, sekaligus mempublikasikan program pembelian kembali saham (buyback) dengan estimasi US$ 80 biliar. Sebelum rilis resmi dari Nvidia, indeks Philadelphia Semiconductor terpantau melesat 4,5%, yang dipimpin oleh kenaikan Astera Labs sebesar 17,7% serta saham ARM Holdings yang meroket hingga 15%.

"Teknologi kembali menjadi penggerak utama pasar hari ini, terutama tema AI. Investor beralih dari kekhawatiran suku bunga dan inflasi, kembali ke cerita besar AI," kata Carol Schleif, kepala strategi pasar BMO Private Wealth sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Melihat dari sudut pandang makro, pergerakan pasar turut memperoleh stimulus dari merosotnya imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun pasca menanjak selama tiga hari berturut-turut hingga menyentuh level tertinggi dalam kurun waktu 16 bulan. Kondisi psikologis pasar juga ikut dipengaruhi oleh publikasi notulen rapat Federal Reserve yang mengindikasikan bahwa sejumlah pejabat internal masih membuka peluang untuk mengerek suku bunga di masa mendatang. Berdasarkan data dari CME FedWatch, peluang kenaikan suku bunga pada bulan Desember berada di angka 36,8%, mengalami penurunan dari persentase 42% pada hari sebelumnya.

Pada aspek geopolitik, tensi yang terjadi di Timur Tengah tetap berada dalam pengawasan para pelaku pasar. Ketidakpastian akibat perselisihan Iran-Israel sebelumnya sempat menekan laju pasar lantaran adanya kecemasan akan lonjakan harga minyak mentah yang berpotensi memicu inflasi. Walakin, pada transaksi perdagangan hari Rabu, para pelaku pasar tampak mengesampingkan risiko tersebut dan memfokuskan kembali perhatian mereka pada sektor teknologi.

Pada pembagian sektor, sebanyak delapan dari 11 sektor utama di S&P 500 sukses berakhir di zona hijau. Sektor konsumen diskresioner bersama dengan teknologi tampil sebagai motor penggerak utama lewat peningkatan masing-masing di kisaran 2,5%. Sebaliknya, sektor energi tergelincir 2,6% yang berjalan beriringan dengan melemahnya nilai harga minyak dunia.

Saham emiten ritel Target terpangkas 3,9% pasca memberikan peringatan mengenai situasi makro yang dinilai masih penuh tantangan, sementara itu saham Walmart turut melemah sebesar 2,5% menjelang rilis laporan kinerjanya.

Di sisi lain, saham sektor maskapai penerbangan terpantau melesat kuat, dengan kenaikan antara 6% hingga 10% pada Delta Air Lines, United Airlines, Southwest Airlines, serta Alaska Air sejalan dengan turunnya harga minyak. Sektor pariwisata dan pelayaran juga membukukan penguatan, di mana Carnival Corp serta Norwegian Cruise Line Holdings masing-masing terangkat di atas 8%.

Secara menyeluruh, volume saham yang mengalami penguatan tercatat jauh lebih dominan ketimbang saham yang terkoreksi dengan perbandingan rasio sekitar 3 banding 1 di bursa New York dan Nasdaq, yang mengindikasikan adanya sentimen positif yang tersebar luas di pasar.

Akbar

Akbar

teropongbisnis.id adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Jasa Marga Bagikan Dividen Rp1,1 Triliun untuk Buku Tahun Lalu

Jasa Marga Bagikan Dividen Rp1,1 Triliun untuk Buku Tahun Lalu

IHSG Diproyeksi Naik Terbatas, Simak Pilihan Saham Hari Ini 21 Mei 2026

IHSG Diproyeksi Naik Terbatas, Simak Pilihan Saham Hari Ini 21 Mei 2026

Daftar Harga Perak Antam Hari Ini 21 Mei 2026 Stabil di Level Premium

Daftar Harga Perak Antam Hari Ini 21 Mei 2026 Stabil di Level Premium

Harga Emas Perhiasan Hari Ini Kamis 21 Mei 2026 Merosot Turun

Harga Emas Perhiasan Hari Ini Kamis 21 Mei 2026 Merosot Turun

Saham INDY Loyo, Indika Energy Siap Bagikan Dividen Rp510 Miliar

Saham INDY Loyo, Indika Energy Siap Bagikan Dividen Rp510 Miliar