Strategi Rights Issue Bukit Uluwatu Tingkatkan Kepercayaan Investor
- Kamis, 19 Februari 2026
JAKARTA - PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA) mengumumkan rencana aksi rights issue dalam jumlah besar.
Perseroan berencana menerbitkan sebanyak-banyaknya 50 miliar saham baru, yang setara dengan 203,11% dari jumlah seluruh saham yang ditempatkan dan disetor penuh.
Saham yang akan diterbitkan memiliki nilai nominal Rp50 per saham, sebagaimana tertulis dalam prospektus tanggal 20 Januari 2026. Langkah ini direncanakan untuk mendapatkan persetujuan pemegang saham melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang dijadwalkan pada 26 Februari 2026.
Baca Juga
Direktur BUVA, Satrio, menyampaikan bahwa rights issue dipilih karena dinilai sebagai opsi pendanaan yang strategis, memungkinkan penguatan struktur modal perseroan sekaligus meminimalkan beban keuangan dibandingkan pinjaman bank.
“Selain hal tersebut, PMHMETD II memberikan kesempatan kepada pemegang saham untuk mendukung pertumbuhan Perseroan secara langsung,” ujarnya.
Pertimbangan Strategis Rights Issue
Satrio menjelaskan bahwa penerbitan saham baru melalui rights issue memberi keuntungan bagi semua pihak, terutama pemegang saham publik. Dengan cara ini, pemegang saham bisa mempertahankan atau menambah kepemilikan mereka sesuai haknya, sehingga kontrol kepemilikan perusahaan tetap seimbang.
BUVA menegaskan bahwa rights issue bukan sekadar upaya menghimpun modal, tetapi juga langkah memperkuat struktur permodalan perseroan. Pendanaan melalui penerbitan saham dianggap lebih ramah terhadap neraca keuangan dibandingkan opsi pinjaman atau obligasi.
Untuk itu, perseroan akan menyampaikan prospektus lengkap dan keterbukaan informasi yang transparan, termasuk harga pelaksanaan dan rasio saham baru terhadap saham lama, agar minat pemegang saham publik meningkat.
Satrio menambahkan, saat ini BUVA masih dalam proses kajian internal terkait harga pelaksanaan dan rasio rights issue. Seluruh informasi final akan dipublikasikan dalam prospektus PMHMETD II sesuai peraturan yang berlaku.
Dukungan Pemegang Saham Pengendali
Pemegang saham pengendali dan pemegang saham utama BUVA telah menyatakan dukungannya untuk rights issue ini. Berdasarkan konfirmasi, mereka bersedia mengambil HMETD lebih dari proporsi kepemilikannya jika terdapat pemegang saham lain yang tidak melaksanakan haknya.
Hal ini menjadi sinyal positif bagi pasar, karena menunjukkan keyakinan pengendali perusahaan terhadap pertumbuhan dan prospek jangka panjang BUVA. Dukungan pemegang saham pengendali ini juga diyakini mampu meningkatkan kepercayaan investor publik untuk berpartisipasi dalam rights issue.
Satrio menekankan, “Berdasarkan konfirmasi, pemegang saham pengendali dan pemegang saham utama Perseroan memiliki rencana untuk mengambil HMETD lebih dari proporsi bagiannya apabila terdapat pemegang saham lain yang tidak melaksanakan haknya. Hal ini akan dipublikasikan dalam Prospektus HMETD II sesuai dengan ketentuan yang berlaku.”
Penggunaan Dana Rights Issue
Perseroan menegaskan bahwa dana hasil rights issue akan digunakan secara terstruktur dan sesuai rencana. Intinya, dana tersebut akan dialokasikan untuk:
Belanja modal termasuk pembelian lahan dan pengembangan aset.
Pengembangan usaha melalui ekspansi proyek yang memiliki nilai strategis.
Pengambilalihan perusahaan yang dianggap strategis untuk pertumbuhan BUVA.
Pelunasan kewajiban perseroan dan/atau anak usaha, guna memperkuat struktur neraca.
Langkah ini menunjukkan bahwa rights issue bukan sekadar mekanisme penggalangan dana, tetapi juga bagian dari strategi pertumbuhan jangka panjang BUVA. Franciscus menekankan bahwa penggunaan dana akan dilakukan dengan konsistensi dan transparansi, sesuai dengan prospektus yang akan dipublikasikan.
“Perseroan berkomitmen untuk menggunakan dana hasil PMHMETD II secara konsisten dengan rencana penggunaan dana sebagaimana diungkapkan dalam keterbukaan informasi dan/atau prospektus,” kata Satrio.
Dampak terhadap Struktur Modal dan Investor
Dengan rights issue ini, BUVA berupaya memperkuat modal sendiri, mengurangi ketergantungan pada pinjaman bank, dan meningkatkan daya saing perusahaan di sektor properti dan investasi.
Selain itu, partisipasi pemegang saham publik memberikan kesempatan bagi investor untuk menambah kepemilikan mereka di perusahaan, sekaligus mengambil manfaat dari potensi pertumbuhan.
Rights issue yang didukung pengendali dan pemegang saham utama dipandang akan menciptakan kepercayaan pasar dan likuiditas perdagangan saham BUVA.
Dalam jangka panjang, langkah ini diyakini dapat membantu BUVA membiayai proyek strategis, memperkuat aset, serta menjaga stabilitas keuangan.
Pendekatan ini sejalan dengan praktik tata kelola perusahaan yang baik, di mana pendanaan dilakukan secara transparan, terukur, dan sesuai rencana strategis.
Dengan adanya dukungan penuh dari pengendali, kepastian penggunaan dana, dan prospektus yang lengkap, hak-hak investor akan terlindungi, sehingga rights issue ini menjadi langkah penting dalam memperkokoh fondasi pertumbuhan BUVA ke depan.
Sutomo
teropongbisnis.id adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Kinerja Cashlez Worldwide Indonesia Tertekan 2025 Strategi Pemulihan 2026
- Kamis, 19 Februari 2026
DAMRI Hadirkan Perjalanan Mewah Jakarta-Bali dengan Armada Premium Terbaru
- Kamis, 19 Februari 2026
Berita Lainnya
Kinerja Cashlez Worldwide Indonesia Tertekan 2025 Strategi Pemulihan 2026
- Kamis, 19 Februari 2026
DAMRI Hadirkan Perjalanan Mewah Jakarta-Bali dengan Armada Premium Terbaru
- Kamis, 19 Februari 2026
DAMRI Resmikan Layanan Bus AKAP Jakarta-Bali dengan Armada Premium Terbaru
- Kamis, 19 Februari 2026
Terpopuler
1.
Strategi Rights Issue Bukit Uluwatu Tingkatkan Kepercayaan Investor
- 19 Februari 2026
2.
Lukisan SBY Kuda Api Terjual Miliaran Rupiah Untuk Amal
- 19 Februari 2026
3.
Prabowo Subianto Promosikan Indonesia Sebagai Basis Produksi Global
- 19 Februari 2026









