Kinerja Cashlez Worldwide Indonesia Tertekan 2025 Strategi Pemulihan 2026
- Kamis, 19 Februari 2026
JAKARTA - Tahun buku 2025 menjadi periode yang penuh tantangan bagi PT Cashlez Worldwide Indonesia Tbk.
Di tengah dinamika industri pembayaran digital yang kompetitif, perseroan mencatat tekanan signifikan pada kinerja keuangannya. Laporan terbaru menunjukkan bahwa beban operasional dan risiko meningkat, sementara pendapatan justru mengalami penurunan.
Melansir keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia, CASH mencatat rugi bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 68,11 miliar, melonjak 102% dibandingkan rugi Rp33,7 miliar pada 2024. Sejalan dengan itu, rugi per saham memburuk menjadi minus Rp 47,6 per saham dari minus Rp23,57 per saham pada tahun sebelumnya.
Baca Juga
Lonjakan kerugian tersebut mencerminkan tekanan yang tidak ringan sepanjang tahun berjalan. Kondisi ini sekaligus memperlihatkan bahwa perusahaan tengah berada dalam fase konsolidasi dan penyesuaian model bisnis. Manajemen menilai bahwa langkah pengetatan yang dilakukan berdampak pada kinerja jangka pendek.
Meskipun angka kerugian meningkat tajam, perusahaan menegaskan bahwa situasi tersebut merupakan bagian dari proses pembenahan fundamental. Fokus jangka panjang diarahkan pada perbaikan kualitas transaksi dan struktur pembiayaan.
Pendapatan Menurun dan Segmen Perangkat Tertekan
Dari sisi top line, pendapatan Perseroan turun 20% menjadi Rp110,19 miliar dari Rp138,34 miliar pada 2024. Penurunan terutama berasal dari segmen penjualan perangkat yang merosot 26% menjadi Rp77 miliar dari Rp104,56 miliar. Pendapatan merchant discount rate atau MDR juga turun 19% menjadi Rp13,39 miliar dari Rp 17,13 miliar.
Penurunan di segmen perangkat menunjukkan perlambatan distribusi terminal pembayaran kepada merchant. Hal ini berdampak langsung pada total pendapatan perusahaan. Sementara itu, kontribusi dari MDR yang juga melemah memperlihatkan belum optimalnya volume transaksi yang diproses.
Meski laba kotor relatif stabil, tekanan kinerja muncul dari lonjakan beban risiko dan biaya operasional. Perseroan mencatat kerugian penurunan nilai piutang sebesar Rp 11,17 miliar, meningkat tajam dibandingkan Rp 360,83 juta pada tahun sebelumnya.
Lonjakan provisi penurunan nilai tersebut menjadi salah satu faktor utama yang memperlebar rugi bersih. Hal ini menandakan adanya kehati-hatian dalam mengakui kualitas aset dan portofolio merchant yang dimiliki perusahaan.
Lonjakan Liabilitas dan Dampak pada Neraca
Tekanan tidak hanya terjadi pada laporan laba rugi, tetapi juga pada posisi neraca. Total liabilitas CASH naik 86% menjadi Rp209,59 miliar dari Rp112,5 miliar. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh pinjaman dari PT Bara Alam Utama serta peningkatan uang muka penjualan dari pelanggan pada akhir 2025.
Peningkatan kewajiban tersebut turut memengaruhi struktur permodalan perusahaan. Di sisi lain, ekuitas tergerus akibat akumulasi rugi berjalan selama periode tersebut. Kondisi ini membuat manajemen perlu menjaga keseimbangan antara ekspansi dan stabilitas keuangan.
Sekretaris Perusahaan CASH Thriyani Rahmania mengatakan perseroan membukukan rugi bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar sekitar Rp 68,11 miliar pada 2025, meningkat lebih dari dua kali lipat 102 persen dibandingkan rugi sekitar Rp33,7 miliar pada 2024.
"Sejalan dengan itu, rugi per saham juga memburuk menjadi sekitar minus Rp47,6 per saham dari minus Rp23,57 per saham pada tahun sebelumnya," katanya dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Kamis 19/2/2026.
Fase Penyesuaian dan Fokus Perbaikan Fundamental
Manajemen menilai kinerja 2025 mencerminkan fase penyesuaian fundamental bisnis. Skala transaksi yang ada dinilai belum menghasilkan operating leverage yang cukup untuk menutup struktur biaya tetap industri infrastruktur pembayaran.
Pada saat yang sama, Perseroan melakukan pengetatan pengakuan pendapatan dan perbaikan kualitas portofolio merchant yang berdampak pada laba jangka pendek. Kebijakan ini diambil untuk memastikan pertumbuhan yang lebih sehat dan berkelanjutan di masa mendatang.
Ke depan, CASH memprioritaskan perbaikan kualitas transaksi, efisiensi biaya, serta stabilisasi struktur pendanaan sebelum kembali mendorong pertumbuhan yang lebih agresif. Strategi tersebut diharapkan dapat memperkuat fondasi bisnis sekaligus meningkatkan kepercayaan investor.
Sebagai informasi, CASH merupakan perusahaan teknologi finansial yang menyediakan solusi pembayaran digital terintegrasi, termasuk distribusi perangkat dan infrastruktur penerima pembayaran bagi merchant dari skala UMKM hingga korporasi. Perseroan berfokus pada bisnis payment acquiring yang menggabungkan perangkat, sistem, dan layanan transaksi dalam satu platform terintegrasi.
Mazroh Atul Jannah
teropongbisnis.id adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Kinerja Cashlez Worldwide Indonesia Tertekan 2025 Strategi Pemulihan 2026
- Kamis, 19 Februari 2026
DAMRI Hadirkan Perjalanan Mewah Jakarta-Bali dengan Armada Premium Terbaru
- Kamis, 19 Februari 2026
Berita Lainnya
DAMRI Hadirkan Perjalanan Mewah Jakarta-Bali dengan Armada Premium Terbaru
- Kamis, 19 Februari 2026
DAMRI Resmikan Layanan Bus AKAP Jakarta-Bali dengan Armada Premium Terbaru
- Kamis, 19 Februari 2026
Jadwal Kapal Pelni Rute Sorong-Kalabahi Maret 2026, Cek KM Sirimau
- Kamis, 19 Februari 2026
Terpopuler
1.
2.
3.
Freeport Setujui 12 Persen Saham PTFI Dialihkan Gratis Indonesia
- 19 Februari 2026
4.
RI Gandeng AS Bangun Industri Semikonduktor Jumbo di Batam
- 19 Februari 2026
5.
Prabowo Klaim Hemat Anggaran Rp303 Triliun di Business Summit AS
- 19 Februari 2026








