Ifishdeco Targetkan Penjualan 1,49 Juta Ton Nikel pada Tahun 2026

Selasa, 19 Mei 2026 | 15:18:27 WIB
ILUSTRASI, IFSH (Sumber Gambar : kontan.co.id)

JAKARTA – Perusahaan tambangan nikel PT Ifishdeco Tbk. (IFSH) membidik volume penjualan bijih nikel mencapai 1,49 juta ton di tahun 2026. Target penjualan ini akan disokong melalui strategi perseroan dalam mencakup akuisisi sejumlah tambang baru yang berada di daerah Sulawesi serta Maluku.

Direktur Utama IFSH, Muhammad Ishaq, menjelaskan bahwa besaran volume target tersebut diselaraskan dengan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) yang mengantongi persetujuan dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Sementara itu, capaian penjualan perseroan pada tahun yang lalu tercatat di angka 1,29 juta ton, di mana jumlah tersebut belum dapat memenuhi target awal RKAB yang ditetapkan sebesar 2,2 juta ton.

“Di 2026, kami akan menjual 1,49 juta metrik ton atau sesuai dengan RKAB yang sudah mendapatkan persetujuan dari Kementerian ESDM,” ucap Ishaq dalam paparan publik yang digelar hari ini, Senin (18/5/2026), sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Untuk memastikan keberlanjutan bisnis ke depan dalam jangka panjang, IFSH tengah gencar melihat peluang akuisisi lahan tambang baru di kawasan Sulawesi dan Maluku. Pihak manajemen bahkan telah berjalan melakukan proses uji tuntas (due diligence) pada beberapa titik lokasi yang dipandang potensial.

Sampai saat ini, IFSH sudah memetakan kurang lebih 4 sampai 6 tambang baru. Dari pemetaan tersebut, separuhnya ditargetkan bisa diselesaikan proses akuisisinya secara penuh selama tahun 2026.

Direktur Keuangan IFSH, Iwan Luison, menyampaikan bahwa perseroan mengalokasikan belanja modal atau capex senilai Rp45 miliar di tahun 2026. Distribusi dana modal itu dipecah menjadi Rp40 miliar khusus untuk aktivitas eksplorasi dan sisanya Rp5 miliar guna mendanai kebutuhan operasional.

Pada kesempatan yang sama, IFSH memutuskan untuk membagikan dividen tunai yang diambil dari laba bersih tahun buku 2025. Langkah korporasi ini telah mendapat persetujuan resmi lewat Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang dihelat hari ini.

Emiten ini bersiap mendistribusikan dividen sebesar Rp26 per unit saham, dengan akumulasi nilai total menyentuh Rp50 billion. Rasio pembayaran dividen tersebut mencerminkan payout ratio di kisaran 69,32% dari keseluruhan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada entitas induk untuk periode tahun buku 2025.

Selama tahun 2025, IFSH membukukan penjualan bersih konsolidasian menyentuh Rp1 triliun. Hasil laba kuartal tersebut menunjukkan pertumbuhan sebesar 2,90% jika dibandingkan perolehan tahun 2024 yang berada pada level Rp972,71 miliar.

Pertumbuhan kinerja operasional IFSH ditopang oleh kokohnya sektor usaha nikel serta lonjakan kontribusi dari penjualan pasir silika melalui entitas anak usahanya, PT Hangtian Nur Cahaya.

IFSH juga berhasil mencatatkan kenaikan laba bersih tahun berjalan sebesar 6,40% secara tahunan (year on year/YoY) pada 2026 hingga mencapai Rp106,52 miliar, menanjak dari perolehan periode sebelumnya yang berada di posisi Rp100,11 miliar.

Terkini