Breaking

Tensi AS-Iran dan Penantian Keputusan ECB Tekan Bursa Saham Eropa

AK
Akbar

Editor: Mazroh Atul Jannah

Kamis, 11 Juni 2026
Tensi AS-Iran dan Penantian Keputusan ECB Tekan Bursa Saham Eropa
Ilustrasi ketegangan AS-Iran dan penantian keputusan ECB mempengaruhi pergerakan bursa saham Eropa. (Gambar: NET)

JAKARTA – Bursa ekuitas Eropa nyaris tidak bergerak pada akhir perdagangan Rabu setelah sempat mengalami fluktuasi sepanjang sesi. Investor saat ini tengah menimbang kembali meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran, sekaligus menanti keputusan Bank Sentral Eropa (ECB) yang akan diumumkan dalam waktu dekat.

Indeks pan-Eropa STOXX 600 ditutup melemah 0,08 persen atau 0,47 poin menjadi 618,17. Penurunan ini menandai pelemahan selama empat sesi perdagangan berturut-turut. Sentimen pasar dibayangi lonjakan harga minyak mentah yang bertahan di sekitar USD93 per barel, menyusul eskalasi permusuhan antara AS dan Iran.

Mengenai situasi geopolitik tersebut, Kepala Strategi Investasi Lombard Odier, Luca Bindelli, memberikan pandangannya. "Apa yang kami lihat hari ini lebih menyerupai saling tembak sporadis daripada perluasan atau dimulainya kembali konflik yang lebih besar," kata Bindelli, sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Selain faktor geopolitik, sentimen investor tertekan oleh memburuknya prospek ekonomi Jerman. Lembaga riset ekonomi DIW memperkirakan Jerman berpotensi masuk ke dalam resesi teknikal tahun ini akibat lonjakan harga energi.

Akibat tekanan tersebut, indeks DAX Jerman merosot 0,97 persen atau 237,75 poin menjadi 24.195,31, sementara CAC Prancis berkurang 0,51 persen ke posisi 8.161,83, dan FTSE 100 Inggris menguat 0,27 persen menjadi 10.254,81.

Fokus pasar kini beralih ke ECB yang memulai rapat kebijakan dua hari. Bank sentral tersebut diperkirakan akan menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin guna meredam inflasi. Sementara itu, di bursa Eropa, sektor pertambangan dan industri menjadi penekan utama setelah masing-masing melorot lebih dari 1 persen, diikuti sektor teknologi yang melemah 0,7 persen.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua