Breaking

Imbas Kenaikan BI Rate, MTLA Berharap Suku Bunga KPR Stabil

GE
Gemilang Ramadhan

Editor: Mazroh Atul Jannah

Kamis, 11 Juni 2026
Imbas Kenaikan BI Rate, MTLA Berharap Suku Bunga KPR Stabil
ILUSTRASI, PT Metropolitan Land (Sumber Gambar : Net)

JAKARTA – Perusahaan properti PT Metropolitan Land Tbk (MTLA) mengharapkan agar suku bunga kredit pemilikan rumah (KPR) tetap terjaga di bawah 10% pasca terjadinya kenaikan suku bunga acuan atau BI rate.

Untuk diketahui, Bank Indonesia (BI) telah mengerek suku bunga acuan mereka naik sebesar 25 basis poin (bps) hingga menyentuh angka 5,5% lewat Rapat Dewan Gubernur (RDG) yang berlangsung pada Selasa (9/6/2026).

Direktur PT Metropolitan Land Tbk, Olivia Surodjo mengungkapkan bahwa langkah kenaikan BI rate pastinya menjadi salah satu poin yang dipantau ketat oleh pihak perseroan lantaran punya potensi mengganggu daya beli dari konsumen, khususnya pada transaksi properti lewat pemanfaatan fasilitas KPR.

Sebagaimana dilansir dari berita sumber, "Untuk itu, kami berharap suku bunga KPR masih single digit sebagai efek dari kenaikan BI Rate," jelasnya, Rabu (10/6/2026) malam.

Keinginan tersebut berjalan beriringan dengan pihak MTLA yang tetap memelihara rasa optimistis dalam mengejar perolehan target marketing sales yang dipatok senilai Rp 2 triliun sampai dengan penutupan tahun 2026. Kendati demikian, Olivia memaparkan bahwa MTLA bakal tetap konsisten mengamati pergerakan pasar beserta situasi perekonomian secara makro.

Pihak manajemen juga mengamati bahwa prospek pada lini bisnis properti di sepanjang tahun ini dinilai masih bisa dipertahaman, terutama fokus pada segmen pasar rumah tinggal end-user.

Menurut pandangan Olivia, situasi positif ini dapat disokong melalui regulasi dari pihak pemerintah serta kehadiran program-program pembiayaan yang bersifat akomodatif.

Sebagaimana dilansir dari berita sumber, "Kami melihat kebutuhan hunian terutama dari segmen end user, masih ada didukung dengan insentif Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP)," ujarnya.

Demi memproteksi kekuatan daya beli pada sektor riil properti, MTLA memberikan masukan agar pemerintah dapat konsisten mengawal stabilitas ekonomi nasional, meneruskan beragam stimulus yang sudah terbukti andal memicu angka penjualan properti, sekaligus melakukan akselerasi pada proyek pembangunan infrastruktur.

Sebagaimana dilansir dari berita sumber, "Kebijakan-kebijakan tersebut dapat membantu menjaga minat beli masyarakat dan mendukung pertumbuhan industri properti ke depan," kata Olivia.

Ia mengimbuhkan, dari sisi internal MTLA sendiri konsisten menyodorkan bermacam stimulus kemudahan bagi para calon konsumen demi menjaga level ketertarikan pasar.

Penawaran tersebut diberikan mulai dari penentuan harga yang kompetitif, penghapusan biaya-biaya ekstra, sampai dengan keringanan dalam penyelesaian uang muka.

Di samping hal itu, Olivia mengutarakan bahwa manajemen emiten senantiasa berikhtiar memelihara tingkat kepercayaan dari para pelanggan lewat konsistensi mutu produk dan menyajikan jenis properti yang selaras terhadap keperluan pasar.

Sebagaimana dilansir dari berita sumber, "Kami juga terus mengembangkan kawasan dengan akses dan fasilitas yang semakin lengkap," tandasnya.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua