Breaking

IHSG Alami Technical Rebound, Simak Analisis Tren Pasar Saat Ini

AK
Akbar

Editor: Mazroh Atul Jannah

Kamis, 11 Juni 2026
IHSG Alami Technical Rebound, Simak Analisis Tren Pasar Saat Ini
Ilustrasi IHSG menguat 2,71 persen pada perdagangan Rabu (10/6/2026) sebagai bagian dari technical rebound. (Gambar: NET)

JAKARTA – Penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dalam dua hari terakhir dinilai masih sebatas technical rebound, sehingga belum cukup kuat untuk mengonfirmasi berakhirnya tren bearish di pasar saham domestik.

Sebagai informasi, IHSG ditutup menguat 2,71 persen ke level 5.902,38 pada perdagangan Rabu (10/6/2026). Kenaikan tersebut melanjutkan reli yang terjadi sehari sebelumnya ketika IHSG melesat 7,57 persen.

Analis BRI Danareksa Sekuritas, Reza Diofanda, mengatakan bahwa meski IHSG berhasil bangkit dari area oversold, investor asing masih mencatatkan aksi jual bersih (net sell) dalam jumlah besar sehingga risiko volatilitas pasar tetap perlu diwaspadai.

Menurut Reza, penguatan IHSG dalam dua hari terakhir ditopang oleh kombinasi sentimen domestik, terutama kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) sebesar 25 basis poin menjadi 5,50 persen dan rencana aksi buyback saham oleh sejumlah perusahaan BUMN.

Kenaikan BI Rate dipandang sebagai langkah untuk menstabilkan nilai tukar rupiah yang sebelumnya sempat tertekan hingga mendekati 18.200 rupiah per dolar AS, sehingga membantu memulihkan kepercayaan investor terhadap aset-aset domestik.

"Di sisi lain, buyback memberikan sinyal bahwa valuasi saham saat ini sudah cukup menarik dan membantu memperbaiki sentimen pasar setelah tekanan jual yang cukup besar," ujar Reza, sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Sementara itu, kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi dinilai pasar cenderung netral hingga positif karena tidak menambah beban subsidi pemerintah. Kendati demikian, pelaku pasar masih akan mencermati potensi dampaknya terhadap inflasi dan daya beli masyarakat dalam jangka menengah.

Ke depan, perhatian investor akan tertuju pada sejumlah agenda penting, antara lain pengumuman status pasar Indonesia oleh MSCI pada akhir Juni 2026, implementasi perubahan indeks FTSE Russell, serta perkembangan pergerakan nilai tukar rupiah.

Dari sisi teknikal, Reza melihat area 5.320 hingga 5.480 menjadi level support kuat bagi IHSG hingga akhir semester I-2026. Jika sentimen positif berlanjut dan tekanan terhadap rupiah semakin mereda, IHSG berpeluang menguji area resistance di kisaran 6.200 hingga 6.350.

Dalam kondisi pasar yang masih berfluktuasi, investor jangka pendek dinilai dapat memanfaatkan momentum rebound secara selektif dengan tetap menerapkan disiplin manajemen risiko. Sementara itu, investor jangka menengah disarankan menunggu stabilisasi rupiah dan kembalinya aliran dana asing ke pasar saham Indonesia sebelum meningkatkan eksposur investasi.

"Sektor yang relatif menarik saat ini adalah perbankan besar dan komoditas berbasis ekspor," pungkas Reza, sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua