Jumat, 22 Mei 2026

Pendapatan Naik 33,62 Persen, KAQI Absen Bagikan Dividen Tahun Lalu

Pendapatan Naik 33,62 Persen, KAQI Absen Bagikan Dividen Tahun Lalu
ILUSTRASI, Gedung PT Jantra Grupo Indonesia Tbk (Sumber Gambar : pintarsaham.id)

JAKARTA – Emiten yang bergerak di bidang bengkel spesialis kaki-kaki kendaraan roda empat, PT Jantra Grupo Indonesia Tbk. (KAQI), telah merestorasi jajaran direksi barunya lewat Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang diselenggarakan pada Rabu (20/5/2026). Di samping perombakan jajaran manajemen, perseroan juga membidik target pemanfaatan seluruh sisa dana hasil IPO agar rampung pada semester I/2026.

Dalam agenda RUPSLB tersebut, para pemegang saham merestui pencopotan Dodon Tri Koeswardana secara hormat dari jabatannya selaku direktur perseroan.

Sebagai penggantinya, KAQI menunjuk Simon Arosokhi Gulo untuk mengisi posisi direktur yang baru. Simon juga diserahi mandat untuk mengemban tugas sebagai Sekretaris Perusahaan atau Corporate Secretary hingga terpilihnya pejabat definitif nantinya.

Baca Juga

Menteri PKP Apresiasi Dukungan BSI terhadap Program Perumahan

Direktur Utama KAQI, Imam Sujono, menjelaskan bahwa Simon memiliki pengalaman yang luas pada bidang sekretaris perusahaan, hukum korporasi, serta penerapan tata kelola perusahaan yang baik atau good corporate governance (GCG). sebagaimana dilansir dari berita sumber, “Simon memiliki kompetensi yang kuat dalam aspek kepatuhan, manajemen risiko berbasis ISO 31000, serta pengelolaan hubungan dengan pemangku kepentingan,” ujar Imam dalam keterangannya, Rabu (20/5/2026).

Mengenai riwayat pendidikannya, Simon Arosokhi Gulo merupakan lulusan Sarjana Hukum dari Universitas Pancasila. Sebelumnya, ia pernah dipercaya menjadi Corporate Secretary dan General Manager Corporate Secretary di perusahaan terbuka, masuk dalam keanggotaan Komite Audit, hingga menduduki kursi Direktur Utama di PT Sarana Bangun Sukses.

Berikut susunan teranyar dari manajemen KAQI:

Dewan Komisaris: Komisaris Utama: Jantra Al Rasyid Komisaris Independen: Febby Adriyani Tiwon Direksi: Direktur Utama: Imam Sujono Direktur: Simon Arosokhi Gulo

Bukan sekadar perputaran pengurus, pemegang saham perusahaan juga menyetujui langkah penyelarasan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) agar sesuai dengan Peraturan Badan Pusat Statistik Nomor 7 Tahun 2025.

Dalam rangkaian Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST), Imam menyatakan bahwa periode tahun buku 2025 menjadi fase yang sangat krusial dan strategis bagi internal korporasi, terutama dalam memperkokoh lini operasional, tata kelola keuangan, hingga proses persiapan menuju penawaran umum perdana saham atau IPO. Ia mengimbuhkan, poin-poin yang menjadi konsentrasi utama emiten di tahun 2026 ini mencakup peningkatan kualitas sumber daya manusia, digitalisasi pada sistem operasional dan pelayanan pelanggan, penambahan variasi produk, hingga perluasan cakupan area operasional korporasi. sebagaimana dilansir dari berita sumber, “Pulau Jawa masih menjadi fokus utama saat ini, dengan rencana ekspansi ke Sumatera dan Sulawesi yang akan dijalankan secara bertahap,” kata Imam.

Selain itu, KAQI pun telah mulai menyiapkan langkah adaptasi menyambut era kendaraan listrik serta kendaraan otonom sebagai bagian dari strategi keberlanjutan bisnis jangka panjang. Sepanjang tahun 2025, emiten ini sukses membukukan pendapatan sebesar Rp76,84 miliar, di mana angka ini mencerminkan pertumbuhan sebesar 33,62% jika dibandingkan dengan perolehan tahun sebelumnya yang berada di posisi Rp57,51 miliar.

Faktor utama pendorong pertumbuhan ini bersumber dari langkah ekspansi usaha serta penguatan strategi branding. Laba kotor perusahaan pun ikut terkerek naik sebesar 19,45% menjadi Rp38,17 miliar, sementara untuk laba bersih tumbuh positif sebesar 3,11% menjadi Rp9,4 miliar.

Di sisi lain, jumlah aset yang dikuasai perseroan melonjak tajam sebanyak 81,8% menjadi Rp137,9 miliar pada tahun 2025, dari posisi sebelumnya yang bernilai Rp75,86 miliar. Kenaikan aset ini dipicu oleh pertambahan aset tetap dan peralatan yang pendanaannya sebagian diperoleh dari modal IPO. Dalam rapat tahunan tersebut, pemegang saham juga menyepakati peruntukan seluruh laba bersih tahun buku 2025 disisihkan sebagai cadangan umum. Dampak dari regulasi ini, pihak manajemen memutuskan untuk tidak mendistribusikan dividen kepada pemegang saham. sebagaimana dilansir dari berita sumber, “Keputusan tersebut diambil untuk memperkuat struktur permodalan dan mendukung strategi pertumbuhan jangka panjang perseroan,” ujar Imam.

Pihak KAQI turut membeberkan laporan menyangkut realisasi penggunaan dana hasil IPO per tanggal 31 Desember 2025 yang dilaporkan telah mencapai Rp48,5 miliar atau setara dengan 97,83% dari total modal yang dikumpulkan lewat penawaran umum.

Penyaluran dana tersebut dialokasikan untuk kebutuhan belanja modal, biaya operasional harian perusahaan, serta penyediaan pinjaman untuk anak usaha. Sementara itu, sisa dana hasil IPO yang berjumlah Rp1,07 miliar untuk saat ini ditempatkan pada instrumen deposito perbankan yang bersifat likuid.

Manajemen menargetkan sisa dana hasil IPO tersebut dapat terserap seluruhnya dan direalisasikan sesuai dengan ketetapan prospektus pada semester I/2026.

Gemilang Ramadhan

Gemilang Ramadhan

teropongbisnis.id adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Pemerintah Bentuk BUMN DSI Kelola Ekspor Sumber Daya Alam

Pemerintah Bentuk BUMN DSI Kelola Ekspor Sumber Daya Alam

Sinergi KUB Sokong Pertumbuhan Positif Laba BPD di Kuartal I 2026

Sinergi KUB Sokong Pertumbuhan Positif Laba BPD di Kuartal I 2026

Bank Raya Angkat Pengurus Baru dalam RUPST Buku Tahun Lalu

Bank Raya Angkat Pengurus Baru dalam RUPST Buku Tahun Lalu

Pasca Merger Laba Bersih EXCL Melesat 63 Persen Jadi Rp 3 Triliun

Pasca Merger Laba Bersih EXCL Melesat 63 Persen Jadi Rp 3 Triliun

Jantra Grupo Perbarui Pengurus demi Kejar Pertumbuhan Bisnis KAQI

Jantra Grupo Perbarui Pengurus demi Kejar Pertumbuhan Bisnis KAQI