Rabu, 13 Mei 2026

IHSG Tertekan Rebalancing MSCI, Cek Rekomendasi Saham AADI dan BRPT

IHSG Tertekan Rebalancing MSCI, Cek Rekomendasi Saham AADI dan BRPT
Ilustrasi IHSG 13 Mei 2026. (Foto: Bloomberg)

JAKARTA — Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan akan berada dalam tekanan pada sesi perdagangan hari ini, Rabu (13/5/2026). 

Kondisi tersebut terjadi setelah MSCI Inc., selaku penyedia indeks global, mengumumkan hasil rebalancing periode Mei 2026 yang memberikan dampak pada posisi sejumlah emiten domestik. 

Walaupun demikian, analis tetap menyarankan pelaku pasar untuk mengamati beberapa saham seperti AADI, BRPT, hingga CMRY.

Baca Juga

Harga Emas Dunia Turun 1,2 Persen Terimbas Lonjakan Harga Minyak

Nafan Aji Gusta, Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas, menilai bahwa secara teknikal, IHSG akan kembali menguji rentang support 6.763—6.715.

”Fokus utama pasar pada hari ini adalah pengumuman quarterly review dari MSCI. Pelaku pasar mulai memfaktorkan hasil tinjauan indeks MSCI yang memicu volatilitas pada saham-saham berkapitalisasi besar,” kata Nafan saat dihubungi, Rabu (13/5/2026).

Salah satu saham yang diunggulkan Mirae Asset ialah PT Adaro Andalan Indonesia Tbk. (AADI) dengan target harga pada level Rp9.825—Rp10.550. 

Selain itu, analis juga merekomendasikan PT Barito Pacific Tbk. (BRPT) dengan target Rp2.450—Rp3.180 serta PT Cisarua Mountain Dairy Tbk. (CMRY) pada target harga Rp4.850—Rp5.400.

Selain faktor MSCI, depresiasi nilai tukar rupiah yang sempat menyentuh angka Rp17.487 per dolar AS turut menimbulkan kekhawatiran pasar terhadap stabilitas moneter dan risiko arus modal keluar (outflow). 

Di waktu yang sama, melambatnya pertumbuhan penjualan ritel domestik menjadi tambahan sentimen negatif.

Nafan memprediksi IHSG akan menguji level support 6.763—6.715 dengan titik resistance di kisaran 6.917—7.014. 

Sebelumnya, MSCI Inc. baru saja merilis hasil perombakan konstituen indeksnya. Berdasarkan tinjauan MSCI Mei 2026, tidak ditemukan saham baru dari Indonesia yang masuk ke dalam MSCI Global Standard Index. 

Sebaliknya, MSCI mengeluarkan enam emiten Indonesia dari indeks tersebut, yakni AMMN, BREN, TPIA, DSSA, CUAN, dan AMRT. Namun, AMRT dimasukkan ke dalam MSCI Small Cap Index setelah keluar dari kategori Global Standard.

Di sisi lain, terdapat 13 emiten tanah air yang dihapus dari daftar MSCI Small Cap Index. Deretan saham itu meliputi ANTM, AALI, BANK, dan BSDE. 

Selain itu, MSCI juga mencoret DSNG, SIDO, MIDI, serta MIKA. Emiten lain yang harus keluar adalah MSIN, TKIM, APIC, SSMS, dan TAPG.

Dalam riset terbarunya, BRI Danareksa menganggap saham-saham yang keluar dari MSCI berisiko menerima tekanan jual akibat penyesuaian portofolio institusi asing dan ETF yang berkiblat pada MSCI. 

Gejolak pasar diperkirakan akan meningkat hingga akhir Mei. Absennya emiten baru dalam kategori MSCI Standard juga dinilai menjadi sentimen tersendiri bagi pasar modal Indonesia.

Pada perdagangan Selasa kemarin, IHSG ditutup jatuh 0,92% ke posisi 6.905,5. Aksi jual asing terpantau masih dominan dengan nilai Rp659 miliar di pasar reguler. 

Tren pelemahan ini juga dialami mayoritas bursa di Asia seiring meningkatnya harga minyak mentah setelah Presiden AS Donald Trump menolak draf perdamaian Iran. 

Nilai tukar rupiah yang bergerak di atas Rp17.400 per dolar AS semakin memperberat beban di pasar domestik.

”Sentimen pasar sempat membaik setelah penundaan rencana kenaikan tarif royalti tambang, namun kembali tertekan setelah pemerintah memastikan penyesuaian royalti tetap berlaku mulai Juni 2026,” katanya.

Rekomendasi Saham Pilihan:

1. PT Adaro Andalan Indonesia Tbk. (AADI): Target harga Rp9.825—Rp10.550
2. PT Barito Pacific Tbk. (BRPT): Target harga Rp2.450—Rp3.180
3. PT Cisarua Mountain Dairy Tbk. (CMRY): Target harga Rp4.850—Rp5.400

Ibtihal

Ibtihal

teropongbisnis.id adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Wall Street Beragam: S&P 500 dan Nasdaq Terseret Inflasi serta Konflik

Wall Street Beragam: S&P 500 dan Nasdaq Terseret Inflasi serta Konflik

Daftar 10 Saham Incaran Asing Saat IHSG Terkoreksi di Level 6.858,9

Daftar 10 Saham Incaran Asing Saat IHSG Terkoreksi di Level 6.858,9

IHSG Berpeluang Rebound, BNI Sekuritas Jagokan MEDC hingga HRTA

IHSG Berpeluang Rebound, BNI Sekuritas Jagokan MEDC hingga HRTA

Update Harga Sembako Jatim: Bawang Merah dan Aneka Cabai Melambung

Update Harga Sembako Jatim: Bawang Merah dan Aneka Cabai Melambung

Harga Kripto Hari Ini: Bitcoin Terkoreksi, Solana dan Monero Menguat

Harga Kripto Hari Ini: Bitcoin Terkoreksi, Solana dan Monero Menguat