Rabu, 13 Mei 2026

Harga Emas Dunia Turun 1,2 Persen Terimbas Lonjakan Harga Minyak

Harga Emas Dunia Turun 1,2 Persen Terimbas Lonjakan Harga Minyak
Ilustrasi Emas Batangan. (Foto: metrotv)

JAKARTA - Kurs emas dunia menunjukkan penurunan pada penutupan sesi perdagangan Selasa (12/5/2026) waktu setempat. 

Keadaan ini disebabkan oleh meroketnya harga minyak mentah yang memunculkan kecemasan terkait penyebaran inflasi di skala global. 

Penurunan pada logam mulia ini berlangsung sejalan dengan hadirnya estimasi bahwa bank sentral akan terus menjalankan kebijakan suku bunga tinggi untuk jangka waktu yang lebih lama.

Baca Juga

Update Kurs Rupiah Tembus 17.502 per Dolar AS pada 13 Mei 2026

Berdasarkan laporan dari Money, harga emas di pasar spot terjun 1,2 persen ke angka 4.678,49 dollar AS per ons. Penurunan serupa terjadi pada harga emas berjangka Amerika Serikat yang merosot 0,9 persen ke posisi 4.686,70 dollar AS per ons pada Rabu (13/5/2026) pagi WIB.

Himpitan pada emas terjadi setelah kenaikan harga minyak mentah yang melampaui 3 persen karena hilangnya harapan akan perdamaian antara Amerika Serikat dan Iran. 

Eskalasi geopolitik di wilayah Timur Tengah meningkat setelah pihak Teheran dilaporkan menampik draf gencatan senjata yang diajukan oleh Amerika Serikat.

Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa upaya untuk mengakhiri perselisihan tersebut kini menemui hambatan besar. Situasi pasar yang tidak menentu ini membuat para investor bersiap menghadapi pengetatan kebijakan moneter.

"Upaya gencatan senjata berada dalam kondisi "nyaris gagal" setelah Teheran menolak proposal AS untuk mengakhiri konflik," kata Donald Trump, Presiden AS.

Analis dari TD Securities, Bart Melek, menilai bahwa kenaikan ongkos energi secara langsung memperparah risiko inflasi yang perlu diatasi oleh otoritas moneter. 

Hal itu menjadi kabar buruk bagi emas karena emas merupakan aset yang tidak memberikan bunga bagi pemegangnya.

"Harga minyak yang lebih tinggi meningkatkan risiko bank sentral AS dan lainnya harus menaikkan suku bunga untuk melawan kondisi stagflasi yang kemungkinan akan muncul. Karena itu emas merespons tekanan tersebut," ujar Bart Melek, Analis TD Securities.

Data ekonomi terbaru menunjukkan bahwa inflasi konsumen di Amerika Serikat merangkak naik pada April 2026, yang menjadi kenaikan selama dua bulan secara berkelanjutan. Laju inflasi tahunan ini merupakan yang tertinggi dalam kurun waktu hampir tiga tahun terakhir.

Meski pasar sedang tertekan, bank investasi UBS tetap optimistis terhadap masa depan emas dalam jangka panjang. Pakar strategi mereka menilai bahwa landasan utama kenaikan harga emas belum bergeser.

"Kami masih melihat harga emas bisa pulih dari level saat ini dan terus mencetak rekor tertinggi baru tahun ini," kata Joni Teves, Ahli strategi logam mulia UBS.

Kerosotan harga ini juga menular pada komoditas logam lainnya, di mana perak spot turun 1,1 persen ke level 85,12 dollar AS per ons. 

Analis SP Angel mencatat bahwa pergerakan harga perak sebelumnya dipicu oleh ramalan keterbatasan stok di tengah tingginya permintaan untuk industri ramah lingkungan.

"Meningkatnya harga minyak mendorong penjualan kendaraan listrik yang pada akhirnya akan meningkatkan permintaan perak untuk teknologi surya dan energi terbarukan lainnya," tulis analis SP Angel.

Di saat yang bersamaan, platinum dikabarkan merosot 1,5 persen ke posisi 2.099,05 dollar AS per ons. Sedangkan paladium mencatatkan penurunan sebesar 2 persen ke angka 1.479,27 dollar AS per ons.

Ibtihal

Ibtihal

teropongbisnis.id adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Prediksi Kurs Rupiah 13 Mei 2026 Tertekan di Level 17.500 Per Dolar

Prediksi Kurs Rupiah 13 Mei 2026 Tertekan di Level 17.500 Per Dolar

PTPN III Dorong UMKM Masuk Rantai Pasok BUMN Melalui PaDi UMKM

PTPN III Dorong UMKM Masuk Rantai Pasok BUMN Melalui PaDi UMKM

Shopee Kucurkan 165 Miliar Rupiah Perluas Pasar UMKM Lokal

Shopee Kucurkan 165 Miliar Rupiah Perluas Pasar UMKM Lokal

IHSG Turun 3 Hari Beruntun, Asing Borong Saham ADRO hingga EMAS

IHSG Turun 3 Hari Beruntun, Asing Borong Saham ADRO hingga EMAS

Wall Street Beragam: S&P 500 dan Nasdaq Terseret Inflasi serta Konflik

Wall Street Beragam: S&P 500 dan Nasdaq Terseret Inflasi serta Konflik