Selasa, 12 Mei 2026

PANR Bagikan Dividen Tiga Ribu Rupiah per Lot di Tengah Koreksi Saham

PANR Bagikan Dividen Tiga Ribu Rupiah per Lot di Tengah Koreksi Saham
Ilustrasi . Para pemegang saham PANR akan segera menerima keuntungan dalam bentuk pembagian dividen tunai (Foto: stockwatch.id)

JAKARTA – Harga saham PT Panorama Sentrawisata Tbk (PANR) tercatat mengalami penurunan yang cukup signifikan di sepanjang tahun berjalan 2026 ini. Meski demikian, para pemegang saham PANR akan segera menerima keuntungan dalam bentuk pembagian dividen tunai.

Pada penutupan perdagangan Senin (11/5/2026), harga saham PANR bertengger di level Rp 565, mengalami kenaikan tipis sebesar 5 poin atau 0,89% dalam kurun waktu sehari. Namun, jika ditarik dari awal tahun 2026, harga saham emiten yang bergerak di bidang pariwisata ini telah merosot sebanyak 90 poin atau setara dengan 13,74%.

Pihak manajemen PANR telah memberikan pengumuman mengenai rencana pembagian dividen tunai dengan total nilai sebesar Rp 41,6 miliar, yang berarti setiap satu lembar saham akan mendapatkan Rp 30. Melalui perhitungan tersebut, para investor bakal menerima dividen sejumlah Rp 3.000 untuk setiap satu lot saham PANR yang dimiliki. Langkah ini telah mengantongi persetujuan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang dilaksanakan pada Jumat (8/5/2026).

Baca Juga

Update Harga Sembako Jatim: Bawang Merah dan Aneka Cabai Melambung

Sepanjang tahun 2025, PANR berhasil mencatatkan laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk senilai Rp 89,33 miliar. Dari sisi pendapatan, perusahaan membukukan kenaikan sebesar 23,06% menjadi Rp 3,8 triliun, meningkat dibandingkan pencapaian tahun 2024 yang bernilai Rp 3,09 triliun.

Presiden Direktur Panorama Sentrawisata, Budi Tirtawisata, menyampaikan bahwa para pemegang saham telah sepakat untuk membagikan dividen sebesar 46,6% dari total laba bersih tahun buku 2025 atau senilai Rp 41,6 miliar.

“Di mana setiap lembar saham akan mendapat dividen sebesar Rp 30 per lembar saham,” ungkap Budi, Jumat (8/5/2026) lalu sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Budi menambahkan bahwa saat memasuki tahun 2026, perusahaan tetap mampu mempertahankan kinerja positif meskipun harus menghadapi berbagai dinamika global, termasuk tensi geopolitik di kawasan Timur Tengah. Pada periode kuartal I-2026, PANR meraup pendapatan sebesar Rp 1,0 triliun, atau tumbuh sebesar 17,5% dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya (year-on-year/YoY).

Seiring dengan kenaikan pendapatan tersebut, laba bersih perusahaan juga naik 6,6% YoY, sementara EBITDA mengalami pertumbuhan sebesar 7% YoY.

“Tahun 2026 adalah tahun yang penuh tantangan, namun PANR tidak berada dalam posisi defensif. Kami justru mengambil langkah proaktif untuk mengakselerasi kinerja dengan fokus pada segmen yang lebih resilient dan bernilai tinggi,” paparnya sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Capaian positif perusahaan ini utamanya disokong oleh pilar Inbound, yang mencatatkan kenaikan jumlah wisatawan (pax) sebesar 22,9% YoY. Pertumbuhan ini didorong oleh inisiatif program chartered flight untuk pasar Eropa dengan tujuan ke Thailand, serta langkah ekspansi regional ke negara-negara di Asia Tenggara seperti Vietnam dan Malaysia.

PANR juga terus memperkuat jaringan bisnisnya melalui keikutsertaan aktif dalam berbagai pameran B2B internasional, seperti ASEAN Tourism Forum (ATF) dan ITB Berlin, yang diharapkan mampu meningkatkan visibilitas serta permintaan di masa mendatang.

Di sisi lain, untuk pilar Travel & Leisure pada kuartal I-2026, perusahaan menunjukkan ketahanan yang solid pada segmen Korporasi melalui layanan insentif, pertemuan (meeting), serta perjalanan bisnis. Namun, untuk segmen ritel pada penjualan paket wisata, terdapat tekanan yang dipicu oleh konflik geopolitik di Timur Tengah pada akhir Februari yang lalu.

Dampak ini sedikit memengaruhi paket wisata yang menggunakan maskapai dari negara-negara Timur Tengah seperti Qatar dan UAE, sementara operasional lainnya tetap berjalan normal. Selain itu, terdapat pula tekanan yang berasal dari kenaikan fuel surcharge. Pihak manajemen optimis bahwa tekanan eksternal tersebut bersifat temporer dan akan segera membaik seiring dengan normalisasi harga energi serta stabilnya kondisi dunia.

Dengan adanya katalis positif berupa relaksasi kebijakan visa ke Korea Selatan dan insentif pembebasan PPN untuk tiket pesawat domestik, perusahaan tetap menaruh harapan besar pada pertumbuhan industri pariwisata ke depan.

Akbar

Akbar

teropongbisnis.id adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

BMRI dan BBCA Teratas Ini Saham Banyak Dijual Asing Sepekan Terakhir

BMRI dan BBCA Teratas Ini Saham Banyak Dijual Asing Sepekan Terakhir

BRI Danareksa Rekomendasi Buy Saham PANI PNLF dan RAJA Saat IHSG Lemah

BRI Danareksa Rekomendasi Buy Saham PANI PNLF dan RAJA Saat IHSG Lemah

PT Panca Budi Idaman Bagikan Dividen Tunai Rp 397,50 Miliar

PT Panca Budi Idaman Bagikan Dividen Tunai Rp 397,50 Miliar

Pentingnya Tata Kelola Korporasi untuk Menarik Modal Asing

Pentingnya Tata Kelola Korporasi untuk Menarik Modal Asing

Pacific Universal Akuisisi 51 Persen Saham MAPI, Target Harga Tinggi

Pacific Universal Akuisisi 51 Persen Saham MAPI, Target Harga Tinggi