Rabu, 13 Mei 2026

IHSG Berpeluang Rebound, BNI Sekuritas Jagokan MEDC hingga HRTA

IHSG Berpeluang Rebound, BNI Sekuritas Jagokan MEDC hingga HRTA
Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) atau Indonesia Stock Exchange (IDX). (Foto: SWA)

JAKARTA - PT BNI Sekuritas memproyeksikan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) memiliki peluang untuk terbuka melemah (open gap down) guna menguji titik support di rentang 6.600-6.700 poin sebagai imbas pengumuman MSCI Review pada Selasa malam.

"Akan tetapi, setelah sentuh level support tersebut, IHSG berpotensi teknikal rebound," ujar Fanny Suherman, analis BNI Sekuritas di Jakarta, Rabu (13/5/2026).

Pada perdagangan Selasa sebelumnya, IHSG ditutup menyusut 0,68% yang disertai aksi jual bersih oleh pemodal asing senilai Rp799 miliar. Beberapa saham yang paling signifikan dilepas asing antara lain ANTM, BMRI, CUAN, DSSA, dan BBRI.

Baca Juga

Harga Emas Dunia Turun 1,2 Persen Terimbas Lonjakan Harga Minyak

Situasi pasar global memperlihatkan mayoritas indeks di Wall Street berakhir di zona negatif pada Selasa menyusul lonjakan inflasi dan kenaikan harga minyak dunia yang dipicu kembali memanasnya tensi antara AS dan Iran. 

Indeks S&P 500 melemah 0,16%, serta Nasdaq Composite turun 0,71%, sedangkan Dow Jones Industrial Average menguat tipis 0,11%.

Tekanan utama berasal dari sektor teknologi, terutama industri cip. Saham Micron Technology jatuh 3,6%, Advanced Micro Devices menyusut 2%, dan Qualcomm anjlok hingga 11%. 

Sebaliknya, harga minyak mentah dunia jenis WTI menanjak 4,19% ke posisi US$102,18/bbl, sementara Brent naik 3,42% ke level US$107,77/bbl.

Melesatnya harga komoditas ini disebabkan oleh pernyataan Presiden AS Donald Trump yang mengungkapkan bahwa gencatan senjata dengan Iran dalam keadaan ‘sangat rapuh’ dan ‘on massive life support’ usai Teheran menolak proposal terbaru dari AS untuk mengakhiri konflik.

Pasar saham di wilayah Asia-Pasifik bergerak beragam pada perdagangan Selasa, di tengah munculnya keraguan atas kelanjutan gencatan senjata AS-Iran. 

Sentimen pasar sempat terimbas pernyataan Presiden AS, Donald Trump, yang menyampaikan bahwa gencatan senjata dengan Iran berada dalam kondisi “berada dalam kondisi sangat kritis.”

Indeks Nikkei 225 tercatat naik 0,52%, dan Topix bertambah 0,83%. Di sisi lain, indeks Kospi terkoreksi 2,29% serta Kosdaq melemah 2,32%. Sementara itu, Hang Seng Hong Kong turun 0,22%, dan S&P/ASX 200 Australia melemah 0,36%.

  1. Guna perdagangan hari ini, BNI Sekuritas menyarankan sejumlah saham berikut:
  2. MEDC: Area beli di Rp1.580, cutloss di bawah Rp1.560. Target terdekat Rp1.610-1.650.
  3. BIPI: Area beli di Rp198, cutloss di bawah Rp194. Target terdekat Rp204-208.
  4. ENRG: Area beli di Rp1.575, cutloss di bawah Rp1.545. Target terdekat Rp1.610-1.630.
  5. BUMI: Area beli di Rp208-212, cutloss di bawah Rp208. Target terdekat Rp216-220.
  6. BKSL: Area beli di Rp98-100, cutloss di bawah Rp97. Target terdekat Rp102-106.
  7. HRTA: Area beli di Rp2.670, cutloss di bawah Rp2.600. Target terdekat Rp2.730-2.790.

Ibtihal

Ibtihal

teropongbisnis.id adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Wall Street Beragam: S&P 500 dan Nasdaq Terseret Inflasi serta Konflik

Wall Street Beragam: S&P 500 dan Nasdaq Terseret Inflasi serta Konflik

IHSG Tertekan Rebalancing MSCI, Cek Rekomendasi Saham AADI dan BRPT

IHSG Tertekan Rebalancing MSCI, Cek Rekomendasi Saham AADI dan BRPT

Daftar 10 Saham Incaran Asing Saat IHSG Terkoreksi di Level 6.858,9

Daftar 10 Saham Incaran Asing Saat IHSG Terkoreksi di Level 6.858,9

Update Harga Sembako Jatim: Bawang Merah dan Aneka Cabai Melambung

Update Harga Sembako Jatim: Bawang Merah dan Aneka Cabai Melambung

Harga Kripto Hari Ini: Bitcoin Terkoreksi, Solana dan Monero Menguat

Harga Kripto Hari Ini: Bitcoin Terkoreksi, Solana dan Monero Menguat