Jumat, 27 Februari 2026

Adira Finance Catat Pembiayaan Baru Syariah Rp9,8 Triliun pada 2025

Adira Finance Catat Pembiayaan Baru Syariah Rp9,8 Triliun pada 2025
Adira Finance Catat Pembiayaan Baru Syariah Rp9,8 Triliun pada 2025

JAKARTA - Adira Finance, perusahaan pembiayaan terbesar di Indonesia, telah mencatatkan pencapaian yang cukup signifikan pada tahun 2025, terutama dalam sektor pembiayaan syariah.

Sejak awal tahun hingga akhir 2025, Adira Finance berhasil menyalurkan pembiayaan baru berbasis syariah mencapai Rp9,8 triliun. 

Pembiayaan ini berkontribusi sekitar 23% terhadap total pembiayaan baru yang disalurkan perusahaan, menunjukkan adanya perkembangan positif yang sangat menggembirakan bagi perusahaan serta sektor pembiayaan syariah di Indonesia.

Baca Juga

Jadwal Lengkap Bus DAMRI Jogja–YIA 27 Februari 2026, Cek Jam Operasional dan Tarif Terbaru

Tren positif ini terjadi seiring dengan semakin meningkatnya minat masyarakat terhadap produk pembiayaan yang berbasis prinsip syariah. 

Hal ini dapat dilihat dari kontribusi yang terus bertambah pada produk-produk yang lebih mengedepankan sistem yang bebas dari riba, seperti yang diusung oleh Adira Finance. 

Meskipun kontribusi pembiayaan untuk sektor Haji dan Umrah masih terbilang kecil, perusahaan berharap dapat terus memperbesar kontribusi ini ke depannya.

Faktor Pendorong Pertumbuhan Pembiayaan Syariah Adira Finance

Peningkatan pembiayaan syariah ini tidak lepas dari berbagai strategi yang dilakukan oleh Adira Finance untuk mengoptimalkan pertumbuhan sektor tersebut. Salah satu langkah yang diambil adalah memperkuat ekosistem komunitas syariah, yang melibatkan berbagai sektor dan memperluas jaringan distribusi perusahaan. 

Ekspansi ini bertujuan untuk memberikan kemudahan akses bagi lebih banyak masyarakat dalam mendapatkan pembiayaan syariah yang sesuai dengan prinsip-prinsip Islam.

Selain itu, perusahaan juga berupaya meningkatkan penetrasi produk syariah di segmen non-otomotif. Sektor otomotif memang menjadi sektor utama yang didorong dalam pembiayaan Adira Finance, namun mereka mulai mengalihkan perhatian ke produk-produk pembiayaan yang lebih beragam, mencakup sektor lainnya seperti properti dan kebutuhan konsumen lainnya. Hal ini diharapkan dapat mendongkrak volume pembiayaan syariah di masa depan.

Lebih lanjut, perusahaan juga meningkatkan upaya retensi nasabah syariah dengan melakukan perbaikan pada proses layanan dan pengalaman pelanggan. Langkah ini bertujuan untuk memperkuat hubungan dengan nasabah dan memberikan layanan terbaik sesuai dengan harapan serta kebutuhan mereka.

Proyeksi Pertumbuhan Pembiayaan Syariah di Indonesia

Pembiayaan berbasis syariah memang menunjukkan potensi besar untuk terus berkembang di Indonesia. Menurut Otoritas Jasa Keuangan (OJK), piutang pembiayaan syariah hingga akhir 2025 tercatat mencapai Rp30,84 triliun, tumbuh 12,43% dibandingkan tahun sebelumnya. 

Angka ini menunjukkan bahwa sektor pembiayaan syariah semakin berkembang dan menjadi pilihan utama bagi banyak masyarakat Indonesia yang menginginkan solusi finansial yang sesuai dengan prinsip syariah.

OJK juga mencatat bahwa aset perusahaan pembiayaan syariah pada Desember 2025 mencapai Rp36,55 triliun, meski mengalami kontraksi tipis 0,89% dibandingkan tahun sebelumnya. 

Meskipun ada penurunan aset, sektor ini tetap menunjukkan pertumbuhan yang stabil dan prospek yang menjanjikan di masa depan. Kementerian Keuangan dan OJK juga terus mendorong pengembangan pembiayaan syariah dengan menyusun peta jalan untuk sektor ini pada tahun 2026, guna memastikan sektor ini terus berkembang dengan tata kelola yang lebih baik.

Peningkatan Pengelolaan dan Inovasi dalam Pembiayaan Syariah

Penguatan sektor pembiayaan syariah juga didorong oleh inovasi produk dan pengelolaan yang lebih baik. Kepala Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, LKM dan LJK Lainnya alias PVML Syariah dari OJK, Agusman, mengungkapkan bahwa aset PVML syariah pada 2025 tumbuh sebesar 9,75% dan diperkirakan akan terus berkembang ke depan. 

Hal ini menunjukkan adanya potensi besar untuk penguatan sektor ini, yang harus didorong melalui peningkatan tata kelola, manajemen risiko, dan inovasi produk.

OJK juga berencana menyusun roadmap untuk sektor PVML Syariah yang akan berlaku pada 2026. Langkah ini bertujuan untuk mendorong pengembangan dan penguatan tata kelola, manajemen risiko, serta produk inovatif yang lebih sesuai dengan kebutuhan masyarakat. 

Seiring dengan itu, perusahaan pembiayaan seperti Adira Finance diharapkan dapat berkontribusi lebih besar dalam menyediakan produk yang lebih bervariasi, sesuai dengan tren pasar dan kebutuhan konsumen.

Potensi dan Prospek Pembiayaan Syariah pada 2026 dan Tahun-Tahun Mendatang

Menyikapi perkembangan ini, Adira Finance berharap dapat terus memperkuat kontribusinya dalam sektor pembiayaan syariah. Pada 2026 dan tahun-tahun mendatang, perusahaan berencana untuk terus mengembangkan portofolio pembiayaan berbasis syariah, memperluas cakupan layanan, serta memperbaiki kualitas produk dan layanan yang diberikan kepada nasabah. Dengan strategi-strategi ini, Adira Finance yakin dapat meningkatkan pangsa pasar dan memperkuat posisinya sebagai salah satu pemimpin di industri pembiayaan syariah.

Dengan terus berfokus pada penguatan ekosistem syariah, perluasan jaringan produk, serta inovasi layanan, Adira Finance berharap bisa menciptakan dampak positif yang lebih besar bagi masyarakat Indonesia, khususnya dalam menyediakan akses pembiayaan yang lebih mudah dan sesuai dengan prinsip syariah. 

Oleh karena itu, kontribusi Adira Finance di sektor ini diharapkan akan semakin besar dan memberikan manfaat lebih banyak bagi masyarakat dalam jangka panjang.

Pembiayaan Syariah Adira Finance Menunjukkan Tren Positif pada 2025

Secara keseluruhan, pembiayaan syariah Adira Finance pada 2025 menunjukkan tren yang positif dengan kontribusi yang semakin meningkat terhadap total pembiayaan baru. 

Meskipun masih ada beberapa tantangan, seperti kontribusi kecil dari sektor Haji dan Umrah, perusahaan berkomitmen untuk terus mengembangkan produk dan layanannya. 

Dengan berbagai strategi yang dijalankan, Adira Finance diharapkan dapat terus menjadi salah satu pemain utama dalam industri pembiayaan syariah di Indonesia.

Sutomo

Sutomo

teropongbisnis.id adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Panduan Lengkap Prosedur Penukaran Uang Baru Melalui Layanan Kas Bank Indonesia

Panduan Lengkap Prosedur Penukaran Uang Baru Melalui Layanan Kas Bank Indonesia

Layanan Resmi Penukaran Uang Baru Bank Indonesia Wilayah Medan Tahun 2026

Layanan Resmi Penukaran Uang Baru Bank Indonesia Wilayah Medan Tahun 2026

Update Harga Emas Antam UBS Galeri 24 Pegadaian Jumat Stabil

Update Harga Emas Antam UBS Galeri 24 Pegadaian Jumat Stabil

Update Harga Emas Perhiasan Hari Ini Jumat 27 Februari 2026 Stabil

Update Harga Emas Perhiasan Hari Ini Jumat 27 Februari 2026 Stabil

Harga Perak Antam Naik Rp150 Hari Ini Dijual Rp55.100 Gram

Harga Perak Antam Naik Rp150 Hari Ini Dijual Rp55.100 Gram