Jumat, 27 Februari 2026

Indonesia dan Malaysia Fokus pada Konservasi Satwa Liar Lintas Negara

Indonesia dan Malaysia Fokus pada Konservasi Satwa Liar Lintas Negara
Indonesia dan Malaysia Fokus pada Konservasi Satwa Liar Lintas Negara

JAKARTA - Keberlanjutan dan perlindungan satwa liar, terutama yang bergerak melintasi batas negara, menjadi perhatian utama dalam upaya konservasi. 

Indonesia dan Malaysia, dua negara dengan kawasan hutan tropis yang kaya akan keanekaragaman hayati, semakin memperkuat komitmen mereka dalam melindungi satwa liar yang melintas antar dua negara. 

Pertemuan antara Menteri Kehutanan Indonesia, Raja Juli Antoni, dan Duta Besar Malaysia untuk Indonesia, Syed Mohamad Hasrin Tengku Hussin, menegaskan pentingnya kerja sama strategis ini, terutama dalam menghadapi tantangan terhadap spesies yang terancam punah seperti orangutan, gajah, dan bekantan.

Baca Juga

Menhan Tekankan Yon TP Lindungi dan Layani Masyarakat, Perkuat Keamanan dan Ketahanan Wilayah

Satwa Liar Tidak Mengenal Batas Negara, Memerlukan Pendekatan Konservasi Terpadu

Dalam pertemuan yang berlangsung pada 25 Februari 2026, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menegaskan bahwa satwa liar, seperti orangutan kalimantan (Pongo pygmaeus), tidak mengenal batas administratif atau politik. 

Pergerakan mereka bersifat ekologis dan "borderless", artinya melintasi wilayah yang tidak terbatas pada satu negara saja. Hal ini membuat pendekatan konservasi yang hanya memfokuskan pada satu negara saja tidak cukup. 

Sebagai respons terhadap hal tersebut, Indonesia dan Malaysia sepakat untuk memperkuat kerja sama dalam perlindungan spesies ini di wilayah yang menjadi habitat mereka, khususnya di kawasan Kalimantan dan Sabah-Sarawak.

Populasi Orangutan Kalimantan yang Melintasi Batas Negara Jadi Fokus Kolaborasi

Dalam laporan teknis yang disampaikan oleh pihak Indonesia, dijelaskan bahwa populasi orangutan Kalimantan telah tercatat melintasi batas wilayah administratif Kalimantan Utara menuju Sabah dan Sarawak di Malaysia. 

Spesies ini telah dikategorikan sebagai Critically Endangered (terancam punah) oleh International Union for Conservation of Nature (IUCN) Red List, yang berarti upaya perlindungannya harus dilakukan dengan sangat hati-hati. 

Orangutan Kalimantan, bersama dengan spesies lain seperti gajah dan bekantan, berisiko tinggi akibat fragmenasi habitat, perubahan tutupan lahan, dan peningkatan aktivitas ilegal yang dapat merusak ekosistem mereka.

Kesatuan Ekosistem Kalimantan Sebagai Tantangan dan Peluang dalam Konservasi

Menhut Indonesia menekankan bahwa lanskap hutan Kalimantan merupakan satu kesatuan ekosistem yang tidak terpisahkan meskipun ada pembatasan negara di dalamnya. 

Konservasi satwa liar, terutama spesies yang terancam punah, membutuhkan upaya bersama untuk menjaga kelestarian habitat yang saling terhubung di kedua negara. Batas administratif tidak bisa dijadikan penghalang bagi konservasi yang lebih luas. 

Fragmentasi habitat dan perubahan penggunaan lahan merupakan tantangan utama yang meningkatkan risiko terhadap populasi satwa liar. Oleh karena itu, perlindungan satwa liar harus mempertimbangkan kesatuan ekosistem, yang tidak mengenal batas negara.

Kolaborasi Lintas Negara dalam Konservasi Sebagai Model Pengelolaan Keanekaragaman Hayati

Perlindungan satwa liar lintas batas negara ini diharapkan dapat menjadi model pengelolaan konservasi yang lebih luas di kawasan Asia Tenggara. 

Duta Besar Malaysia untuk Indonesia, Syed Mohamad Hasrin Tengku Hussin, menyambut baik inisiatif Indonesia untuk memperkuat kolaborasi teknis antar otoritas kehutanan dan konservasi kedua negara. 

Kerja sama ini, yang bertujuan untuk melindungi spesies yang terancam punah dan menjaga keseimbangan ekosistem, dipandang sebagai langkah penting dalam upaya menjaga keanekaragaman hayati di wilayah regional.

Kerja Sama Indonesia-Malaysia dalam Konservasi Satwa Liar: Komitmen untuk Masa Depan

Sebagai langkah konkret, kedua negara sepakat untuk melanjutkan pembahasan lebih lanjut mengenai kerja sama teknis dan penyusunan kerangka kerja bersama untuk perlindungan satwa liar lintas negara. 

Kolaborasi ini akan melibatkan pertukaran data, informasi, serta penguatan kapasitas teknis antara kedua negara dalam upaya pelestarian satwa liar dan ekosistem mereka. 

Kerja sama ini diharapkan akan memberikan dampak positif tidak hanya bagi kelangsungan hidup satwa liar, tetapi juga untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap upaya konservasi yang dilakukan oleh kedua negara.

Pentingnya Pendekatan Terpadu dalam Menghadapi Ancaman terhadap Satwa Liar

Di balik kolaborasi ini, ancaman terhadap satwa liar seperti orangutan dan gajah masih sangat besar. Perubahan iklim, alih fungsi lahan, dan perburuan liar terus menjadi masalah yang harus dihadapi dengan serius. Oleh karena itu, kolaborasi antara Indonesia dan Malaysia dalam melindungi satwa liar di kawasan Kalimantan dan sekitarnya menjadi semakin relevan. Pendekatan yang menyeluruh dan terkoordinasi akan menjadi kunci dalam menjaga kelestarian satwa-satwa ini yang melintasi batas negara.

Pentingnya Kerja Sama Multilateral dalam Konservasi Satwa Liar dan Keanekaragaman Hayati

Dalam jangka panjang, pengelolaan keanekaragaman hayati lintas negara dapat menjadi contoh bagi negara-negara lain dalam upaya bersama untuk menghadapi ancaman terhadap satwa liar. 

Dengan semakin kompleksnya masalah yang dihadapi oleh spesies terancam punah, kerja sama antara negara-negara tetangga dan multilateral menjadi semakin penting.

Indonesia dan Malaysia telah menunjukkan langkah yang sangat baik dalam memperkuat kolaborasi untuk perlindungan satwa liar yang melintas batas, dan ini dapat menjadi model bagi negara-negara lain di Asia Tenggara dan dunia.

Mekanisme Kerja Sama Formal untuk Memperkuat Perlindungan Satwa Liar

Sebagai hasil dari pertemuan tersebut, Indonesia dan Malaysia sepakat untuk segera merumuskan mekanisme kerja sama formal, yang akan mencakup berbagai aspek teknis dan operasional dalam pengelolaan konservasi satwa liar lintas negara. 

Kerja sama ini bertujuan untuk memperkuat kapasitas kedua negara dalam menangani isu-isu terkait perlindungan spesies yang terancam punah serta untuk meningkatkan efektivitas kebijakan konservasi yang ada. Dengan kolaborasi yang lebih terstruktur, diharapkan langkah-langkah perlindungan satwa liar dapat lebih efektif dan terkoordinasi dengan baik.

Kolaborasi Penting untuk Perlindungan Satwa Liar yang Lintas Negara

Perlindungan satwa liar yang melintasi batas negara adalah isu yang membutuhkan perhatian dan kerja sama yang lebih kuat antara negara-negara yang terlibat.

Indonesia dan Malaysia telah menunjukkan komitmen yang tinggi dalam melindungi spesies seperti orangutan, gajah, dan bekantan dengan bekerja sama dalam konservasi lintas batas. 

Dengan memperkuat mekanisme kerja sama, kedua negara diharapkan dapat mengatasi tantangan yang ada dan memberikan kontribusi positif terhadap pelestarian keanekaragaman hayati global.

Sutomo

Sutomo

teropongbisnis.id adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Kemendikdasmen Ajak Sekolah Ikut Kompetisi Rukun Sama Teman, Hadiah Menarik

Kemendikdasmen Ajak Sekolah Ikut Kompetisi Rukun Sama Teman, Hadiah Menarik

Harga Perak Melonjak 25 Persen YTD Analis Proyeksi Tembus US$135

Harga Perak Melonjak 25 Persen YTD Analis Proyeksi Tembus US$135

Penghulu KUA Mukomuko Ikuti Bimtek Fasilitator Bimbingan Remaja Sekolah Di Jakarta

Penghulu KUA Mukomuko Ikuti Bimtek Fasilitator Bimbingan Remaja Sekolah Di Jakarta

Kemenag Gandeng British Council Perkuat Kompetensi Guru Madrasah Tahun 2026

Kemenag Gandeng British Council Perkuat Kompetensi Guru Madrasah Tahun 2026

Mendagri Tekankan Pentingnya Pengelolaan Sampah Terintegrasi Di Seluruh Wilayah Indonesia

Mendagri Tekankan Pentingnya Pengelolaan Sampah Terintegrasi Di Seluruh Wilayah Indonesia