Jumat, 27 Februari 2026

Tunanetra Aceh Manfaatkan Al-Qur’an Braille Untuk Tadarus Ramadan Inklusif

Tunanetra Aceh Manfaatkan Al-Qur’an Braille Untuk Tadarus Ramadan Inklusif
Tunanetra Aceh Manfaatkan Al-Qur’an Braille Untuk Tadarus Ramadan Inklusif

JAKARTA - Sejumlah penyandang tunanetra di Banda Aceh melakukan tadarus Al-Qur’an dengan media huruf braille selama Ramadan 1447 Hijriah. Kegiatan ini digelar pada Kamis (26 Februari 2026) oleh Majelis Taklim LEMPESTA, yang menjadi wadah pembinaan keagamaan penyandang disabilitas netra di wilayah itu

 Mereka membaca ayat-ayat suci dengan teliti melalui titik-titik timbul pada teks braille sebagai bagian dari upaya memperluas akses ibadah dan pendidikan agama secara inklusif.

Kegiatan Tadarus Ramadan Tunanetra

Baca Juga

Daftar Harga iPhone Terbaru Februari 2026: iPhone 16 Mulai Diskon!

Para peserta yang tergabung dalam LEMPESTA berkumpul di sebuah lokasi di Banda Aceh untuk tadarus bersama Al-Qur’an braille. Mereka melantunkan dan mengikuti ayat demi ayat dengan penuh konsentrasi, memanfaatkan deretan titik huruf timbul yang mereka sentuh untuk memahami teks suci.

Kegiatan ini bertujuan untuk mengisi ibadah Ramadan serta memberikan ruang bagi tunanetra agar tetap dapat menjalankan ibadah membaca Al-Qur’an layaknya umat lainnya. Selain sebagai praktik keagamaan, tadarus ini juga berfungsi sebagai sarana pembelajaran dan pendalaman agama selama bulan suci.

Bacaan tadarus dengan huruf braille bukan sekadar rutinitas ibadah, tetapi juga merupakan bentuk pendekatan yang memungkinkan para penyandang tunanetra mengikuti Ramadan secara lebih maksimal. Dengan huruf braille, mereka dapat membaca dan memahami ayat suci secara mandiri.

Peran LEMPESTA dalam Pembinaan

LEMPESTA, singkatan dari Lembaga Pengembangan Sumberdaya Tunanetra Aceh, menjadi garda terdepan yang memfasilitasi kegiatan tadarus tersebut. Lembaga ini fokus pada pembinaan keagamaan serta membantu penyediaan akses pendidikan dan ibadah bagi tunanetra, termasuk penyediaan Al-Qur’an braille.

Organisasi tersebut berupaya menciptakan suasana inklusif di tengah masyarakat dengan menyediakan media yang mampu diakses oleh penyandang disabilitas netra. Hal ini penting karena tanpa bantuan teknologi braille, banyak dari mereka yang kesulitan membaca kitab suci secara langsung seperti halnya masyarakat yang normal penglihatannya.

Selain itu, LEMPESTA juga berupaya menggalang dukungan masyarakat serta mencari tenaga pengajar yang mampu memahami dan mengajarkan cara membaca Al-Qur’an braille dengan benar. Kebutuhan akan tenaga pengajar yang kompeten menjadi salah satu tantangan utama dalam memperluas jangkauan kegiatan seperti ini.

Pemenuhan Akses Ibadah dan Pendidikan

Para penyelenggara kegiatan menilai bahwa penyediaan tempat belajar dan tadarus yang memadai sangat penting demi kenyamanan dan konsistensi para tunanetra dalam menjalankan ibadah selama Ramadan. Tempat pengajian yang layak juga diharapkan dapat menjadi titik pertemuan dan ruang diskusi bagi mereka yang ingin memperdalam pemahaman agama.

Al-Qur’an braille sebagai media utama dalam kegiatan ini turut mencerminkan pentingnya pendekatan teknologi dalam pendidikan keagamaan bagi penyandang disabilitas. Dengan huruf braille yang dapat dibaca melalui sentuhan, para tunanetra memiliki kesempatan yang setara untuk mendalami Al-Qur’an.

Kegiatan seperti tadarus bersama juga dipandang sebagai sarana memperkuat komunitas tunanetra. Dengan berkumpul secara rutin, mereka saling membantu serta memotivasi satu sama lain untuk tetap aktif dalam praktik ibadah meski menghadapi tantangan keterbatasan fisik.

Tantangan dan Harapan ke Depan

Meskipun kegiatan berjalan penuh semangat, masih terdapat sejumlah tantangan yang dihadapi oleh para penyandang tunanetra. Salah satunya adalah keterbatasan jumlah pengajar yang memahami huruf braille dan mampu membimbing peserta secara efektif dalam membaca serta memahami Al-Qur’an.

Selain itu, penyediaan fasilitas belajar yang layak juga menjadi hal krusial. Meski telah tersedia kitab braille, tempat latihan yang nyaman dan dukungan komunitas menjadi faktor penting dalam memastikan kegiatan tadarus bisa berlanjut secara konsisten.

Para peserta berharap agar dukungan dari masyarakat serta pihak terkait semakin meningkat sehingga kesempatan belajar dan beribadah bisa terus diperluas. Harapan ini mencerminkan keinginan kuat mereka untuk tidak hanya datang pada momen Ramadan, tetapi juga menjadikan Al-Qur’an braille sebagai bagian rutin dari kehidupan spiritual mereka sepanjang tahun.

Makna Inklusivitas dalam Ibadah

Kegiatan tadarus tunanetra di Banda Aceh menjadi teladan penting tentang bagaimana ibadah agama dapat diakses oleh semua kalangan tanpa diskriminasi. Inklusivitas dalam beribadah bukan hanya sekadar memberikan ruang, tetapi juga menyediakan media yang tepat untuk dipakai oleh mereka yang memiliki keterbatasan.

Dengan upaya bersama dari organisasi seperti LEMPESTA, masyarakat luas, dan tenaga pendidik yang berdedikasi, harapan para penyandang tunanetra untuk kian mudah menjangkau dan memahami Al-Qur’an dapat terwujud secara berkelanjutan.

Kegiatan tadarus bersama ini juga menjadi cermin bahwa teknologi dan pendekatan kreatif dalam pendidikan agama dapat membuka peluang besar bagi semua pihak untuk memperkaya pengalaman spiritual mereka, tanpa memandang keterbatasan fisik.

Fery

Fery

teropongbisnis.id adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Dokter Tifa Rilis Buku Otak Politik Jokowi Pada Jumat 27 Februari 2026

Dokter Tifa Rilis Buku Otak Politik Jokowi Pada Jumat 27 Februari 2026

Prof Zudan Tegaskan Data Kompetensi ASN Nasional Jadi Fondasi Sistem Merit

Prof Zudan Tegaskan Data Kompetensi ASN Nasional Jadi Fondasi Sistem Merit

Kemenkes Beri Bantuan Tambahan Pasien Guna Perkuat Eliminasi TBC Tahun 2026

Kemenkes Beri Bantuan Tambahan Pasien Guna Perkuat Eliminasi TBC Tahun 2026

Tarawih: Ibadah yang Menjadi Terapi Jiwa dan Tubuh di Bulan Ramadan

Tarawih: Ibadah yang Menjadi Terapi Jiwa dan Tubuh di Bulan Ramadan

Ceramah Tarawih 2026 Malam ke-12 Serukan Pentingnya Memahami Maaf Dalam Hati

Ceramah Tarawih 2026 Malam ke-12 Serukan Pentingnya Memahami Maaf Dalam Hati