JAKARTA - Pasar komoditas global kembali menunjukkan geliatnya di awal hari perdagangan, dengan fokus utama tertuju pada pergerakan emas hitam di bursa berjangka. Memasuki paruh pertama hari ini, tren positif menyelimuti pasar energi seiring dengan meningkatnya minat beli dari para pelaku pasar di kawasan timur. Fenomena ini mencerminkan optimisme yang mulai terbangun mengenai stabilitas permintaan di tengah berbagai faktor makroekonomi yang membayangi. Berdasarkan pantauan pasar terbaru, futures minyak mentah lebih tinggi selama sesi Asia, menunjukkan bahwa sentimen bullish sedang mendominasi pergerakan harga pada perdagangan pagi ini.
Penguatan ini tidak terjadi di ruang hampa, melainkan merupakan akumulasi dari respon investor terhadap data-data ekonomi terbaru serta proyeksi ketersediaan pasokan global. Di tengah fluktuasi nilai tukar mata uang dan ketegangan geopolitik yang tetap menjadi variabel konstan, pergerakan positif di sesi Asia ini memberikan sinyal awal bagi arah perdagangan di sesi Eropa dan Amerika yang akan menyusul kemudian.
Dominasi Sentimen Positif di Bursa Berjangka New York
Baca JugaPrabowo Dampingi Pengusaha RI-AS Teken MoU Investasi Triliunan Rupiah
Kenaikan harga yang terjadi di pasar Asia pagi ini sangat terasa pada kontrak berjangka yang diperdagangkan di New York Mercantile Exchange. Sejak bel pembukaan berbunyi, tekanan beli mulai terlihat mengungguli aksi jual, mendorong grafik harga merangkak naik ke zona hijau. Hal ini memberikan angin segar bagi para produsen energi setelah sebelumnya sempat mengalami periode konsolidasi yang cukup panjang.
Di New York Mercantile Exchange, futures minyak mentah untuk penyerahan April diperdagangkan pada USD 78,22 per barel pada saat penulisan, naik 0,21%. Kenaikan ini, meskipun terlihat moderat secara persentase, memiliki dampak psikologis yang signifikan bagi para trader. Angka tersebut menjadi titik referensi penting yang menunjukkan bahwa pasar masih memiliki daya dorong yang cukup kuat untuk mempertahankan level harga di atas angka psikologis tertentu, sekaligus mencerminkan ekspektasi bahwa permintaan energi global tetap berada dalam jalur yang stabil.
Fluktuasi Pasokan dan Proyeksi Permintaan Global
Pergerakan harga minyak selalu menjadi cermin dari tarik-menarik antara ketersediaan pasokan dan kebutuhan konsumsi dunia. Dalam perdagangan sesi Asia ini, para investor tampaknya sedang mencerna laporan mengenai tingkat cadangan minyak dari negara-negara konsumen besar. Jika cadangan menunjukkan penurunan, maka secara otomatis harga akan terdongkrak naik karena asumsi kelangkaan atau peningkatan aktivitas industri yang membutuhkan bahan bakar.
Selain itu, kebijakan dari organisasi negara-negara pengekspor minyak (OPEC) dan sekutunya tetap menjadi faktor kunci yang dipantau dengan sangat ketat. Keputusan mereka untuk mempertahankan atau memotong kuota produksi sangat menentukan arah futures minyak mentah. Selama sesi perdagangan hari ini, ketiadaan kejutan negatif dari sisi pasokan memberikan ruang bagi harga untuk terus menguat, didorong oleh spekulasi bahwa pasar akan mengalami pengetatan pasokan dalam beberapa bulan mendatang.
Korelasi Mata Uang dan Dampaknya terhadap Komoditas Energi
Aspek lain yang tidak boleh diabaikan dalam memahami mengapa harga minyak bergerak lebih tinggi adalah posisi nilai tukar mata uang, khususnya dolar AS. Mengingat minyak mentah diperdagangkan secara global dalam denominasi dolar, maka setiap pelemahan pada indeks mata uang tersebut akan membuat harga minyak terasa "lebih murah" bagi pemegang mata uang lainnya, sehingga memicu peningkatan permintaan.
Sebaliknya, jika dolar menguat, harga minyak sering kali tertekan. Namun, pada sesi Asia kali ini, nampaknya harga minyak mampu melepaskan diri dari tekanan dolar atau justru memanfaatkan stabilitas nilai tukar untuk terus merangkak naik. Hubungan yang kompleks antara pasar keuangan dan pasar komoditas ini menjadi santapan harian bagi para investor yang mencoba mencari keuntungan dari selisih harga kontrak berjangka di tengah ketidakpastian ekonomi global yang masih berlangsung.
Potensi Kelanjutan Tren di Sesi Perdagangan Mendatang
Melihat performa positif di sesi Asia, timbul pertanyaan besar mengenai apakah penguatan ini akan bertahan hingga penutupan pasar di sesi Barat nanti. Para analis teknikal memperhatikan dengan seksama titik-titik resistance yang harus ditembus agar harga minyak dapat melanjutkan reli kenaikannya. Jika momentum ini terus terjaga, bukan tidak mungkin harga akan mencoba menembus level tertinggi baru dalam minggu ini.
Namun, para pelaku pasar tetap diingatkan untuk waspada terhadap rilis data ekonomi mendadak atau pernyataan dari pejabat bank sentral yang bisa mengubah sentimen pasar dalam sekejap. Penguatan harga di sesi Asia adalah fondasi yang baik, tetapi dalam dunia perdagangan komoditas yang volatil, segala sesuatu dapat berubah dengan cepat. Fokus saat ini tetap pada bagaimana menjaga stabilitas harga agar tetap berada dalam koridor yang menguntungkan bagi pertumbuhan ekonomi global sekaligus menjaga keseimbangan pasar energi dunia.
David
teropongbisnis.id adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Kinerja Cashlez Worldwide Indonesia Tertekan 2025 Strategi Pemulihan 2026
- Kamis, 19 Februari 2026
DAMRI Hadirkan Perjalanan Mewah Jakarta-Bali dengan Armada Premium Terbaru
- Kamis, 19 Februari 2026
Berita Lainnya
Strategi Bahlil Lahadalia Dorong Swasembada Energi Nasional Melalui Inovasi
- Kamis, 19 Februari 2026
Terpopuler
1.
2.
3.
Freeport Setujui 12 Persen Saham PTFI Dialihkan Gratis Indonesia
- 19 Februari 2026
4.
RI Gandeng AS Bangun Industri Semikonduktor Jumbo di Batam
- 19 Februari 2026
5.
Prabowo Klaim Hemat Anggaran Rp303 Triliun di Business Summit AS
- 19 Februari 2026












