Kamis, 19 Februari 2026

Pengelola Hypermart MPPA Ekspansi Bisnis Dengan Akuisisi Lahan Balaraja

Pengelola Hypermart MPPA Ekspansi Bisnis Dengan Akuisisi Lahan Balaraja
Pengelola Hypermart MPPA Ekspansi Bisnis Dengan Akuisisi Lahan Balaraja

JAKARTA - PT Matahari Putra Prima Tbk. (MPPA), pengelola ritel Hypermart, menegaskan komitmen ekspansi bisnisnya melalui akuisisi lahan strategis di Balaraja, Tangerang. 

Pada 18 Februari 2026, perseroan menandatangani Perjanjian Pengikatan Jual Beli (PPJB) tanah dengan PT Balaraja Sentosa senilai Rp54,5 miliar.

Corporate Secretary MPPA, Mirtha Sukanto, menjelaskan bahwa lahan yang dibeli seluas 38.169 meter persegi, tersebar di Kelurahan Sukamurni dan Kelurahan Tobat, Kecamatan Balaraja. 

Baca Juga

Ari Askhara Mundur Dari GTSI Usai Ditunjuk Pimpin HUMI

“Perseroan bermaksud membeli tanah dengan SHGB yang terdiri atas tiga bidang berbeda,” kata Mirtha.

Akuisisi ini menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperluas portofolio aset, mendukung pertumbuhan operasional, sekaligus menambah nilai bagi pemegang saham. Mirtha menegaskan, penyelesaian transaksi akan bergantung pada pemenuhan sejumlah persyaratan sebagaimana tercantum dalam perjanjian.

Nilai Transaksi dan Legalitas Tanah

Transaksi pembelian tanah ini memiliki nilai sebesar Rp54,5 miliar di luar Pajak Pertambahan Nilai (PPN). Lahan yang diakuisisi memiliki sertifikat Hak Guna Bangunan (SHGB) dengan nomor identifikasi berbeda, yaitu 28.04.000133500.0 (eks No.08), 28.04.000121027.0 (eks No.09), dan 28.04.000121029.0 (eks No.459).

Mirtha menekankan, langkah ini diyakini memberikan dampak positif terhadap kegiatan usaha perseroan. “Penandatanganan perjanjian akan memberikan nilai tambah bagi pemegang saham dan memperkuat posisi kami dalam strategi ekspansi,” ujarnya.

Selain legalitas yang jelas, lokasi lahan di Balaraja dipilih karena pertimbangan aksesibilitas, pertumbuhan ekonomi regional, dan potensi permintaan pasar ritel di sekitar kawasan industri dan pemukiman baru.

Kinerja Keuangan MPPA di Tengah Ekspansi

Meski terus melakukan ekspansi, kinerja keuangan MPPA sepanjang 2025 menunjukkan tren positif. Perseroan mencatat penjualan bersih sebesar Rp7,25 triliun, meningkat 1,9% dari capaian tahun sebelumnya Rp7,11 triliun. Laba bruto naik 2,8% menjadi Rp1,26 triliun, terdorong oleh strategi merchandising dan perbaikan bauran penjualan.

CEO MPPA, Adrian Suherman, menegaskan bahwa pertumbuhan ini mencerminkan kemajuan berkelanjutan dalam memperkuat fundamental perseroan. “Respons positif terhadap inisiatif rebranding semakin memperkuat keyakinan kami akan kinerja berkelanjutan dan penciptaan nilai jangka panjang,” jelas Adrian.

Namun, laba operasional MPPA menurun menjadi Rp26 miliar, turun 23,1% dibanding Rp33 miliar pada 2024. Penurunan ini disebabkan oleh investasi perseroan yang tetap agresif dalam inovasi format ritel, penyegaran produk, dan penguatan daya saing jangka panjang.

Tantangan Laba dan Rugi Tahun Berjalan

Meskipun pendapatan meningkat, MPPA masih mencatat rugi tahun berjalan sebesar Rp152,19 miliar, membengkak dari rugi Rp118,11 miliar pada 2024. Penurunan laba ini terkait dengan ekspansi aset, investasi operasional, dan strategi pertumbuhan jangka panjang yang masih membutuhkan biaya signifikan.

Langkah-langkah strategis MPPA, termasuk pembelian lahan di Balaraja, diyakini sebagai fondasi untuk memperkuat jaringan ritel, meningkatkan kapasitas distribusi, dan menyiapkan perseroan menghadapi lonjakan permintaan di masa mendatang.

Secara keseluruhan, meskipun rugi masih tercatat, prospek pertumbuhan MPPA tetap solid karena penambahan aset strategis ini. Investor melihat langkah akuisisi sebagai bagian dari strategi jangka panjang yang berorientasi pada penguatan nilai perusahaan.

Strategi Jangka Panjang dan Nilai Tambah Pemegang Saham

Akuisisi lahan di Balaraja merupakan bagian dari strategi MPPA untuk memperkuat ekosistem ritel Hypermart di wilayah Jabodetabek. Dengan lahan baru seluas 38.169 m², perseroan dapat membangun outlet baru, memperluas kapasitas gudang, atau mengembangkan format ritel modern sesuai kebutuhan pasar.

Mirtha menegaskan, ekspansi ini selaras dengan komitmen MPPA untuk menciptakan nilai jangka panjang. Penambahan aset strategis diharapkan tidak hanya mendukung operasional, tetapi juga meningkatkan posisi tawar dan daya saing perseroan di sektor ritel nasional.

Selain itu, investasi ini menunjukkan bahwa MPPA tetap proaktif dalam merespons dinamika pasar ritel, termasuk menghadapi tren belanja konsumen yang semakin menuntut kenyamanan, aksesibilitas, dan keberagaman produk.

Langkah korporasi ini diharapkan membangun fondasi kuat bagi pertumbuhan yang berkelanjutan, sekaligus memberi sinyal positif bagi pemegang saham dan investor yang memperhatikan strategi ekspansi aset sebagai indikator kesehatan jangka panjang perusahaan.

Sutomo

Sutomo

teropongbisnis.id adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Kinerja Cashlez Worldwide Indonesia Tertekan 2025 Strategi Pemulihan 2026

Kinerja Cashlez Worldwide Indonesia Tertekan 2025 Strategi Pemulihan 2026

VinFast Gandeng Mitra Strategis Pasok 400 Unit Limo Green

VinFast Gandeng Mitra Strategis Pasok 400 Unit Limo Green

MPPA Borong Gedung dan Lahan Rp780 Miliar Meski Rugi Beruntun

MPPA Borong Gedung dan Lahan Rp780 Miliar Meski Rugi Beruntun

DAMRI Hadirkan Perjalanan Mewah Jakarta-Bali dengan Armada Premium Terbaru

DAMRI Hadirkan Perjalanan Mewah Jakarta-Bali dengan Armada Premium Terbaru

DAMRI Resmikan Layanan Bus AKAP Jakarta-Bali dengan Armada Premium Terbaru

DAMRI Resmikan Layanan Bus AKAP Jakarta-Bali dengan Armada Premium Terbaru