Kamis, 19 Februari 2026

Jasa Marga Tingkatkan Perbaikan Jalan Tol Jelang Mudik Lebaran 2026

Jasa Marga Tingkatkan Perbaikan Jalan Tol Jelang Mudik Lebaran 2026
Jasa Marga Tingkatkan Perbaikan Jalan Tol Jelang Mudik Lebaran 2026

JAKARTA - Menjelang arus mudik Lebaran 2026, PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT) meningkatkan intensitas perbaikan jalan berlubang di ruas Tol Jakarta-Cikampek.

Fokus utama pihak pengelola adalah memastikan kondisi jalan mendekati nol lubang atau bebas kerusakan pada H-10 Lebaran.

VP Corporate Secretary & Legal PT JTT, Ria Marlinda Paallo, menekankan bahwa penanganan kerusakan jalan menjadi prioritas demi kenyamanan dan keselamatan pengguna. 

Baca Juga

Ari Askhara Mundur Dari GTSI Usai Ditunjuk Pimpin HUMI

“Fokus utama kami sebelum Lebaran adalah meminimalisir gangguan di jalan tol, termasuk penanganan lubang yang kami lakukan setiap hari selama 24 jam,” ujarnya.

Peningkatan perbaikan ini juga didorong oleh pengalaman tahun-tahun sebelumnya, di mana kerusakan jalan akibat kendaraan bertonase tinggi dan cuaca ekstrem menimbulkan kemacetan signifikan. JTT berupaya memastikan arus mudik Lebaran berjalan lancar dengan menjaga kualitas permukaan jalan.

Sistem ‘Jendela Pemeliharaan’

Perbaikan jalan dilakukan dengan konsep yang disebut “Jendela Pemeliharaan”, yakni aktivitas pemeliharaan dilakukan pada malam hari, mulai pukul 22.00 WIB hingga 05.00 WIB. Pada jam tersebut, volume kendaraan relatif rendah sehingga perbaikan tidak terlalu mengganggu arus lalu lintas.

Ria menambahkan, dalam kondisi cuaca ekstrem, perbaikan dilakukan siang hari mulai pukul 10.00 WIB hingga 16.00 WIB. Meski berdampak pada kepadatan lalu lintas, langkah ini dinilai penting untuk keselamatan pengguna jalan. 

“Memang berdampak pada kepadatan lalu lintas, tapi ini demi keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan,” katanya.

Konsep jendela ini memungkinkan tim perbaikan bekerja efektif, memperbaiki lubang dengan metode patching untuk titik-titik kecil, serta spetting dan overlay untuk lubang berdekatan atau lebih luas.

Tim dan Metode Perbaikan

Setiap malam, 10 tim perbaikan diterjunkan untuk menangani lubang di seluruh ruas Tol Jakarta-Cikampek. Menurut Amri Sanusi, Senior Manager Representative Office 1 PT JTT, setiap tim mampu menangani 10–15 lubang per malam. Dengan total tim, sekitar 120–150 lubang ditangani setiap hari.

“Kalau dikalkulasikan, setiap hari ada sekitar 150 lubang yang kami tangani. Untuk yang sifatnya titik-titik, kami lakukan patching, sedangkan yang berdekatan dilakukan metode spetting dan overlay,” jelas Amri.

Selain itu, Amri menegaskan komitmen JTT dalam menindak lubang secara cepat. Setiap kerusakan harus ditangani maksimal 2x24 jam sejak terdeteksi. “Lubang boleh ada, tapi tidak boleh lama. Umurnya maksimal 2x24 jam harus sudah tertangani,” tegasnya.

Dengan metode ini, JTT berharap pengguna tol tidak terganggu oleh kerusakan jalan yang berulang, dan jalur tetap aman bagi kendaraan pribadi maupun angkutan berat.

Titik Rawan dan Penyebab Kerusakan

Beberapa titik rawan kerusakan berada di jalur padat kendaraan berat, terutama dari kawasan Cikunir hingga Cikarang. Faktor utama kerusakan adalah truk overload dan cuaca ekstrem. Hujan deras membuat kondisi aspal lebih cepat aus dan menimbulkan lubang di berbagai titik.

“Kalau kami lihat, banyak truk overload melintas di jalur tersebut. Ditambah faktor hujan yang cukup tinggi, ini sangat mempengaruhi kondisi aspal,” ungkap Amri.

Selain itu, volume kendaraan yang terus meningkat selama musim mudik membuat permukaan jalan lebih cepat mengalami deformasi. Hal ini menuntut perbaikan rutin dan monitoring ketat oleh pihak JTT agar kondisi jalan tetap aman dan nyaman.

Pengguna tol diimbau untuk tetap berhati-hati terutama di titik-titik rawan dan mematuhi batas kecepatan serta aturan keselamatan. Dengan kesadaran pengendara dan upaya JTT, risiko kecelakaan akibat kerusakan jalan dapat ditekan seminimal mungkin.

Target Nol Lubang Jelang Lebaran

PT Jasamarga Transjawa Tol menargetkan kondisi jalan bebas lubang atau mendekati nol menjelang Lebaran 2026. Dengan perbaikan setiap malam, sistem jendela pemeliharaan, serta pengawasan ketat terhadap titik rawan, pihak JTT optimistis target ini tercapai.

Ria Marlinda Paallo menegaskan, strategi ini tidak hanya untuk kepentingan jangka pendek, tetapi juga mencerminkan komitmen JTT dalam meningkatkan kualitas jalan tol. Perbaikan rutin dan cepat membantu menjaga arus lalu lintas tetap lancar, meminimalkan kecelakaan, serta meningkatkan kepuasan pengguna.

Selain itu, komunikasi yang baik antara petugas perbaikan dan pengguna tol diharapkan membuat proses pemeliharaan lebih efektif. Peringatan dan informasi terkait titik perbaikan disampaikan melalui rambu-rambu dan media digital agar pengendara bisa menyesuaikan kecepatan dan jalur.

Dengan seluruh langkah ini, JTT menegaskan komitmen terhadap kenyamanan dan keselamatan perjalanan mudik, sekaligus menekankan pentingnya pemeliharaan jalan tol sebagai bagian integral dari layanan publik yang berkualitas.

Sutomo

Sutomo

teropongbisnis.id adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Kinerja Cashlez Worldwide Indonesia Tertekan 2025 Strategi Pemulihan 2026

Kinerja Cashlez Worldwide Indonesia Tertekan 2025 Strategi Pemulihan 2026

VinFast Gandeng Mitra Strategis Pasok 400 Unit Limo Green

VinFast Gandeng Mitra Strategis Pasok 400 Unit Limo Green

MPPA Borong Gedung dan Lahan Rp780 Miliar Meski Rugi Beruntun

MPPA Borong Gedung dan Lahan Rp780 Miliar Meski Rugi Beruntun

DAMRI Hadirkan Perjalanan Mewah Jakarta-Bali dengan Armada Premium Terbaru

DAMRI Hadirkan Perjalanan Mewah Jakarta-Bali dengan Armada Premium Terbaru

DAMRI Resmikan Layanan Bus AKAP Jakarta-Bali dengan Armada Premium Terbaru

DAMRI Resmikan Layanan Bus AKAP Jakarta-Bali dengan Armada Premium Terbaru