Kamis, 19 Februari 2026

Deretan Saham Emiten Tercatat dengan Penurunan Tajam di Pekan Kedua Februari 2026

Deretan Saham Emiten Tercatat dengan Penurunan Tajam di Pekan Kedua Februari 2026
Deretan Saham Emiten Tercatat dengan Penurunan Tajam di Pekan Kedua Februari 2026

JAKARTA - Sejumlah emiten tercatat mengalami koreksi harga saham yang cukup dalam pada periode perdagangan pekan kedua Februari 2026, yakni 6–13 Februari 2026. Berdasarkan data yang dihimpun dari Bursa Efek Indonesia (BEI), beberapa saham mencatatkan penurunan persentase yang signifikan, mencerminkan tekanan di pasar saham terutama pada saham-saham berkapitalisasi kecil. Tekanan jual yang kuat tampaknya menjadi faktor utama di balik sentimen negatif ini, meskipun kondisi pasar secara umum bervariasi dari satu sektor ke sektor lainnya.

Penurunan Harga Saham Paling Dalam

Pada pekan tersebut, posisi teratas dalam daftar saham dengan koreksi terdalam ditempati oleh saham PT Soraya Berjaya Tbk (SPRE), yang mengalami penurunan harga paling tajam. Selama periode 6–13 Februari 2026, harga saham SPRE anjlok hingga 40,19 persen, turun menjadi Rp128 per saham dibandingkan pekan sebelumnya. Pelemahan ini menunjukkan bahwa investor melepas saham ini dengan tekanan jual yang cukup besar dalam jangka pendek.

Baca Juga

Harga Emas Antam Hari Ini Kamis 19 Februari 2026 Naik Tajam, Tembus Rp2,910.000 per Gram

Di posisi berikutnya, PT Hillcon Tbk (HILL) juga mencatatkan koreksi yang dalam, dengan penurunan harga mencapai 33,33 persen menjadi Rp80 per saham dalam periode yang sama. Koreksi tersebut menunjukkan adanya tekanan di saham emiten kecil yang mungkin dipengaruhi oleh sentimen makro maupun pergerakan pasar yang lebih luas.

Saham Lain yang Melemah Signifikan

Selain dua emiten di atas, sejumlah saham lain juga mencatatkan penurunan harga yang signifikan. PT Dua Putra Utama Tbk (DPUM) mengalami koreksi sebesar 26,81 persen menjadi Rp202 per saham. Koreksi ini termasuk dalam kelompok penurunan moderat hingga tajam dibandingkan sebagian besar saham lain di BEI.

Saham PT Indo Boga Sukses Tbk (IBOS) juga terkoreksi tajam, turun 24,5 persen menjadi Rp114 per saham. Penurunan ini menunjukkan bahwa saham-saham dengan likuiditas yang relatif rendah sering kali rentan terhadap tekanan penjualan yang intens, terutama ketika trader dan investor mengambil posisi defensif dalam menghadapi volatilitas pasar.

Tidak jauh berbeda, PT Surya Permata Andalan Tbk (NATO) mencatat penurunan sebesar 24,44 persen menjadi Rp680 per saham. Turunnya harga saham NATO menggambarkan bahwa sentimen negatif juga turut memengaruhi saham di luar sektor tertentu, yang mungkin dipengaruhi oleh laporan keuangan, prospek industri, atau faktor fundamental lainnya.

Koreksi pada Emiten dengan Kap Pasar Menengah

Beberapa emiten dengan kapitalisasi pasar menengah juga mengalami penurunan yang layak dicatat. PT Satria Mega Kencana Tbk (SOTS) mencatatkan koreksi sebesar 20,16 persen menjadi Rp1.940 per saham. Koreksi di saham ini mencerminkan dinamika pasar yang tidak hanya memengaruhi saham kecil saja, tetapi juga saham yang masih berada pada kategori menengah.

Emiten seperti PT Abadi Nusantara Hijau Investama Tbk (PACK) turun 17,74 persen menjadi Rp204 per saham, menunjukkan bahwa saham yang semula berada pada harga tertentu pun tidak kebal terhadap tekanan pasar. Koreksi yang cukup besar ini dapat menjadi refleksi kepercayaan investor terhadap prospek jangka pendek emiten tersebut pada periode perdagangan tersebut.

Penurunan yang Berlanjut pada Saham lainnya

Beberapa saham lain juga melanjutkan tren penurunan harga, meskipun dalam rentang yang lebih moderat dibandingkan deretan di atas. PT Morenzo Abadi Perkasa Tbk (ENZO) terkoreksi sebesar 15,04 persen menjadi Rp96 per saham. Ini menunjukkan bahwa investor cenderung memilih saham-saham dengan fundamental lebih kuat, sementara saham yang prospeknya kurang jelas mengalami tekanan jual lebih besar.

Saham PT Danasupra Erapacific Tbk (DEFI) juga turun 14,44 persen menjadi Rp160 per saham. Penurunan ini termasuk dalam tren umum di mana saham-saham dengan volatilitas harga tinggi sering mengalami pergerakan turun yang tajam ketika pasar didominasi oleh aksi profit taking atau tekanan makro ekonomi.

Dampak terhadap Pasar dan Investor

Tidak hanya saham-saham kecil yang merasakan tekanan jual, bahkan beberapa saham dari emiten yang lebih dikenal seperti PT Lion Metal Work Tbk (LION) juga turut mengalami koreksi. Saham LION melemah 14,05 persen menjadi Rp520 per saham. Hal ini menunjukkan bahwa tekanan di pasar tidak sepenuhnya terpusat pada saham dengan kapitalisasi kecil saja.

Sentimen negatif yang berlaku di pasar saham Indonesia pada pekan kedua Februari ini dapat dilihat sebagai bagian dari fenomena volatilitas yang tidak terduga. Imbal hasil saham-saham yang boncos biasanya mengindikasikan bahwa investor kini lebih berhati-hati dalam mengambil risiko jangka pendek, atau menunggu indikator pasar yang lebih jelas sebelum melakukan transaksi lebih lanjut.

Prospek dan Implikasi ke Depan

Walaupun demikian, koreksi harga saham yang tajam bukanlah indikator pasti bahwa tren panjang akan terus bergerak turun. Koreksi tajam sering kali diikuti oleh fase stabilisasi harga atau bahkan pembalikan arah ketika pasar mulai merespons sentimen positif atau data ekonomi yang membaik. Investor yang memiliki pandangan jangka panjang mungkin melihat koreksi ini sebagai peluang untuk masuk di harga yang lebih rendah, terutama pada saham dengan fundamental kuat.

Fery

Fery

teropongbisnis.id adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

IHSG Menguat ke Level 8.349 Jelang RDG BI, Saham Big Caps Ramai-Ramai Menghijau

IHSG Menguat ke Level 8.349 Jelang RDG BI, Saham Big Caps Ramai-Ramai Menghijau

Pergerakan Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar AS Hari Ini Kamis 19 Februari 2026

Pergerakan Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar AS Hari Ini Kamis 19 Februari 2026

Awal Puasa Ramadan 19 Februari 2026, IHSG Diprediksi Melaju Menguat

Awal Puasa Ramadan 19 Februari 2026, IHSG Diprediksi Melaju Menguat

Harga Buyback Emas Antam Hari Ini Kamis 19 Februari 2026

Harga Buyback Emas Antam Hari Ini Kamis 19 Februari 2026

Naresh Krishnan Bawa Visi Baru untuk Pertumbuhan Chubb Life Indonesia

Naresh Krishnan Bawa Visi Baru untuk Pertumbuhan Chubb Life Indonesia