JAKARTA - Varian terbaru dari SUV plug-in hybrid asal Cina, BYD Sealion 6 Hybrid, kembali menjadi perbincangan di kalangan pecinta otomotif, terutama soal perkiraan harga yang ditawarkan ketika masuk ke pasar Indonesia pada tahun 2026. Meskipun belum ada banderol resmi untuk pasar Tanah Air, sejumlah pandangan dan angka dari debut internasional mampu memberikan gambaran awal tentang seberapa kompetitif mobil ini akan bersaing di kelasnya.
Estimasi Harga Internasional dan Implikasinya di Indonesia
Sealion 6 Hybrid adalah versi plug-in hybrid dari SUV Sealion yang diluncurkan oleh Build Your Dreams (BYD). Model ini telah hadir lebih dulu di pasar Jepang, dengan dua pilihan harga berdasarkan tipe penggerak yang tersedia. Varian dengan penggerak roda depan dibanderol sekitar 3,98 juta yen, atau setara sekitar Rp435,8 juta, sedangkan varian tertinggi dengan penggerak semua roda mencapai sekitar 4,48 juta yen atau sekitar Rp490,4 juta (kurs 19 Februari 2026). Angka tersebut dianggap sebagai patokan harga awal yang bisa dijadikan referensi bila model ini resmi dipasarkan di Indonesia.
Baca JugaPetani Gunungkidul Diimbau Tingkatkan Panen Berkualitas untuk Dukung MBG
Prediksi harga yang menarik ini terjadi di tengah meningkatnya permintaan global untuk model plug-in hybrid, serta tren efisiensi bahan bakar yang semakin dicari oleh konsumen di berbagai negara. Banderol sekitar Rp400 jutaan lebih dari cukup untuk menempatkan Sealion 6 Hybrid dalam segmen SUV kompak premium yang selama ini dikuasai oleh model sekelas hybrid Jepang atau pesaing PHEV lainnya.
Teknologi Mesin dan Efisiensi BBM yang Diusung
Model BYD Sealion 6 DM-i (kode model BYD6480AMHEV12) membawa sejumlah pembaruan teknologi serta efisiensi yang melampaui generasi sebelumnya. Sistem plug-in hybrid pada kendaraan ini memadukan mesin bensin 1,5 liter dengan motor listrik berkapasitas total kuat, sehingga menghasilkan tenaga responsif sekaligus efisiensi bahan bakar yang tinggi.
Dalam uji konsumsi gabungan, Sealion 6 Hybrid mencatat angka hanya 0,63 liter per 100 km, sementara konsumsi listriknya adalah sekitar 17,1 kWh per 100 km. Jika baterai habis, dalam mode charge-depleting, konsumsi bensinnya juga tetap efisien, yaitu sekitar 4,6 liter per 100 km, lebih irit dibandingkan generasi sebelumnya. Emisi CO2 yang dihasilkan pun tercatat rendah, hanya sekitar 14,93 gram per km, memperkuat komitmen mobil ini sebagai pilihan ramah lingkungan bagi konsumen yang tetap menginginkan performa optimal tanpa banyak kompromi.
Selain itu, varian terbaru ini mendapat peningkatan tenaga motor sebesar 15 kW, sehingga memberikan kombinasi performa lebih bertenaga sembari tetap efisien dalam penggunaan energi. Hal ini membuktikan bahwa teknologi DM-i BYD terus dikembangkan untuk meningkatkan jarak tempuh dan konsumsi bahan bakar pada model plug-in hybrid mereka.
Fitur Teknologi Pendukung dan Bantuan Pengemudi
Satu aspek penting yang disorot dari BYD Sealion 6 Hybrid adalah fitur bantuan pengemudi tingkat lanjut yang dihadirkan. SUV ini dilengkapi dengan sistem God’s Eye level C yang didukung oleh sensor LiDAR, sehingga mampu mendeteksi objek di sekitar kendaraan dengan presisi tinggi. Fitur semacam ini biasanya ditemukan pada kendaraan kelas atas dan menjadi nilai tambah besar dalam hal keselamatan aktif serta kemudahan berkendara.
Selain sistem LiDAR, kendaraan ini juga memiliki kemampuan jarak tempuh listrik murni yang luas. Pada beberapa varian, jarak tempuh listrik itu bisa mencapai hingga 143 km, dan menurut standar uji CLTC yang lebih mendekati kondisi nyata, angkanya diperkirakan mampu menyentuh sekitar 220 km. Jarak yang cukup besar untuk pemakaian harian di dalam kota, dan bisa membuat pengisian daya hanya perlu dilakukan sekali dalam seminggu bagi sebagian besar pengguna.
Fitur-fitur lain yang melengkapi mobil ini, mulai dari teknologi keselamatan, interior modern, hingga opsi bantuan elektronik lain, menjadikan BYD Sealion 6 Hybrid sebagai SUV plug-in hybrid yang layak dipertimbangkan oleh konsumen yang menginginkan kendaraan ramah lingkungan sekaligus efisien dan penuh teknologi terkini.
Potensi Persaingan di Pasar Hybrid Indonesia
Pasar kendaraan hybrid di Indonesia selama ini didominasi oleh model-model Jepang yang sudah mapan. Namun, dengan harga prediksi yang kompetitif dan fitur teknologi canggih milik Sealion 6 Hybrid, model ini diprediksi akan menjadi salah satu pesaing yang serius jika benar-benar masuk ke Indonesia. Harga sekitar Rp400 jutaan bisa membawa SUV plug-in hybrid ini ke segmen konsumen yang tadinya memilih SUV hybrid Jepang seperti Toyota atau Mitsubishi sebagai opsi utama mereka.
Selain kompetitif dari sisi harga, kombinasi efisiensi bahan bakar, teknologi canggih, jarak tempuh listrik yang luas, serta fitur keselamatan modern memberi peluang besar bagi BYD Sealion 6 Hybrid untuk menarik minat konsumen di segmen SUV plug-in hybrid yang kian berkembang di Indonesia pada tahun 2026.
Fery
teropongbisnis.id adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Hadir Dengan Baterai 6500 Mah OPPO K14x Jadi Jawaban Pengguna Mobilitas Tinggi
- Kamis, 19 Februari 2026
Daya Tarik Utama Mengapa iPhone 16 Pro Terbaru 2026 Banyak Sekali Diburu
- Kamis, 19 Februari 2026
Daftar Harga iPhone Hari Ini 19 Februari 2026 Promo Hemat Jutaan Rupiah
- Kamis, 19 Februari 2026
Berita Lainnya
Mobil Listrik Murah Belum Tarik Pembeli Pertama Meski Banyak Pilihan di Indonesia
- Kamis, 19 Februari 2026
VinFast Gandeng Mitra Strategis Sediakan 400 Limo Green untuk Armada Mobil Listrik
- Kamis, 19 Februari 2026
Cek Harga BBM Hari Ini 19 Februari 2026 Awal Puasa, Stok Shell Mulai Langka di SPBU
- Kamis, 19 Februari 2026
Tarif Listrik PLN per kWh Tetap Berlaku Mulai 19 Februari 2026, Ini Daftar Lengkapnya
- Kamis, 19 Februari 2026
Harga Pangan Awal Ramadan 2026: Cabai Rawit Merah Pagi Ini Terpantau Turun
- Kamis, 19 Februari 2026
Terpopuler
1.
2.
Tiket Kereta Api Lebaran 2026 Sudah Dijual Lebih 1,3 Juta Terpesan
- 19 Februari 2026
3.
Prabowo Tegaskan Ingin Kehadiran Amerika Serikat Kuat Di Indonesia
- 19 Februari 2026
4.
Indonesia Bangkit Prabowo Tegaskan Bukan Lagi Raksasa Tertidur
- 19 Februari 2026




.jpg)







