Asing Serbu 10 Saham Utama Saat IHSG Menguat Pasca Libur Imlek, Ini Daftarnya
- Kamis, 19 Februari 2026
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menutup perdagangan Rabu (18 Februari 2026) di zona hijau setelah libur panjang Imlek, seiring dengan tingginya minat beli investor asing yang tercatat membukukan net buy besar-besaran di pasar saham domestik. Penguatan indeks dan aliran dana asing ini menarik perhatian pelaku pasar karena menunjukkan sentimen positif terhadap saham-saham tertentu di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Penguatan IHSG Setelah Libur Panjang
IHSG menguat signifikan 1,19 persen atau naik hampir 98 poin, menutup perdagangan di level sekitar 8.310,23, dan memecah dominasi warna merah yang sempat menghiasi grafik beberapa hari sebelum libur panjang. Nilai perdagangan saham pun tinggi dengan total volume mencapai puluhan miliar lembar saham, menunjukkan aktivitas pasar yang cukup ramai.
Baca JugaHarga Emas Antam Hari Ini Kamis 19 Februari 2026 Naik Tajam, Tembus Rp2,910.000 per Gram
Penguatan indeks tidak terjadi secara terpisah. Hampir semua sektor menunjukkan peningkatan nilai, dengan sektor transportasi dan logistik mencatat kenaikan paling tinggi di antara indeks sektoral lainnya. Hal ini memperkuat pandangan bahwa pasar saham Indonesia masih menarik di mata investor global meskipun kondisi makro ekonomi di dalam dan luar negeri menunjukkan tantangan tertentu.
Aliran Dana Asing ke Saham Pilihan
Investor asing tercatat mencatat net buy atau pembelian bersih sebesar sekitar Rp1,44 triliun di seluruh pasar pada hari yang sama. Aksi beli ini tersebar di sejumlah saham unggulan, terutama yang berasal dari sektor perbankan, infrastruktur, dan sumber daya alam. Sebagian besar pembelian terjadi di pasar reguler, namun ada juga transaksi signifikan yang dilakukan melalui pasar tunai dan negosiasi.
Data dari platform analis pasar menunjukkan adanya 10 saham yang menjadi incaran utama investor asing berdasarkan nilai net foreign buy terbesar selama perdagangan tersebut. Saham-saham ini dianggap memiliki profil likuiditas dan potensi pertumbuhan jangka pendek yang menarik, seiring dengan tren penguatan pasar yang sedang berlangsung.
Daftar 10 Saham Terbanyak Dibeli Asing
Berikut adalah saham dengan nilai pembelian bersih asing tertinggi pada perdagangan Rabu (18/2/2026):
PT Bank Mandiri Tbk. (BMRI) – posisi teratas dalam net buy asing, menjadi saham yang paling banyak diborong investor asing.
PT Bank Rakyat Indonesia Tbk. (BBRI) – bank besar lain yang ikut menjadi incaran bagi dana asing.
PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk. – mencatat pembelian asing signifikan di sektor infrastruktur.
PT Bukit Uluwatu Villa Tbk. – salah satu saham pengembangan yang cukup menarik bagi investor luar negeri.
PT Merdeka Gold Resources Tbk. (EMAS) – saham sektor pertambangan yang mengalami minat besar dari asing.
PT Vale Indonesia Tbk. – salah satu pemain di sektor sumber daya alam yang juga masuk dalam daftar incaran.
7–10. Empat saham lainnya yang juga masuk dalam daftar 10 besar pembelian asing mencakup berbagai sektor namun detail lengkapnya menunjukkan minat yang tersebar di luar saham-saham perbankan tradisional.
Eksperimen pelaku pasar global ini menunjukkan bahwa fokus asing pada saham-saham tertentu tidak hanya didorong oleh faktor domestik semata, tetapi juga oleh kondisi global yang dinilai lebih stabil, sehingga mengalirkan modal ke pasar Indonesia yang dinilai masih undervalued.
Sentimen Pasar dan Faktor Pendorong
Sentimen positif terhadap pasar saham Indonesia muncul di tengah ekspektasi pelaku pasar terhadap kebijakan suku bunga Bank Indonesia yang diperkirakan tetap, serta rebound pasar setelah libur panjang yang sering kali menyebabkan akumulasi volatilitas. Investor asing menyikapi kondisi ini sebagai peluang untuk mengakumulasi saham dengan potensi penguatan lebih lanjut.
Analis pasar juga menyoroti bahwa nilai transaksi yang tinggi dan dominasi warna hijau pada sebagian besar saham menunjukkan bahwa minat beli tidak hanya terpusat pada saham-saham besar, tetapi juga merata di beberapa sektor lain, termasuk utilitas dan infrastruktur. Ini memberikan gambaran bahwa pasar modal Indonesia masih menarik bagi modal global meskipun terdapat risiko eksternal yang harus diwaspadai.
Proyeksi dan Tantangan Ke Depan
Walaupun aliran dana asing ke saham tertentu menjadi berita positif, pelaku pasar tetap memperhatikan dinamika global dan kebijakan domestik yang dapat mempengaruhi arah IHSG dalam jangka menengah hingga panjang. Tekanan dari pergerakan mata uang, perubahan suku bunga global, hingga pergerakan harga komoditas diprediksi akan tetap menjadi variabel utama yang memengaruhi minat investor asing di pasar saham Indonesia.
Dengan berbagai indikator teknikal dan fundamental yang masih menunjukkan peluang pertumbuhan, namun di sisi lain terdapat sejumlah risiko makro, pelaku pasar disarankan untuk terus memantau perkembangan pasar dan melakukan diversifikasi portofolio bagi yang aktif berinvestasi.
Fery
teropongbisnis.id adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Panduan Cek Desil Bansos 2026 Cara Mudah Cek PKH Dan BPNT Pakai NIK KTP
- Kamis, 19 Februari 2026
Panduan Bansos PKH Dan BPNT 2026 Cair Cek Penerima Dan Rincian Nominal Hingga Rp750.000
- Kamis, 19 Februari 2026
KDEI: Penerbangan Taipei-Manado Jadi Pintu Baru Ekspor Unggulan Indonesia Ke Taiwan
- Kamis, 19 Februari 2026
Layanan Penerbangan Bone Morowali Resmi Beroperasi Dengan Harga Tiket 500 Ribuan
- Kamis, 19 Februari 2026
Rekomendasi Mobil Listrik Harga Di Bawah Rp250 Juta Yang Cocok Untuk Mahasiswa
- Kamis, 19 Februari 2026
Berita Lainnya
IHSG Menguat ke Level 8.349 Jelang RDG BI, Saham Big Caps Ramai-Ramai Menghijau
- Kamis, 19 Februari 2026
Pergerakan Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar AS Hari Ini Kamis 19 Februari 2026
- Kamis, 19 Februari 2026
Naresh Krishnan Bawa Visi Baru untuk Pertumbuhan Chubb Life Indonesia
- Kamis, 19 Februari 2026
Terpopuler
1.
2.
Harga BYD Sealion 6 Hybrid 2026 Diprediksi Terjangkau untuk SUV PHEV
- 19 Februari 2026
3.
BYD Song Ultra EV Hadir Harga Terjangkau Jarak Tempuh 710 Km
- 19 Februari 2026












