Kamis, 19 Februari 2026

Danantara Dukung Kerja Sama Perminas Dengan Perusahaan Abu Dhabi Kembangkan Mineral Kritis

Danantara Dukung Kerja Sama Perminas Dengan Perusahaan Abu Dhabi Kembangkan Mineral Kritis
Danantara Dukung Kerja Sama Perminas Dengan Perusahaan Abu Dhabi Kembangkan Mineral Kritis

JAKARTA - Sektor pertambangan Indonesia kembali mencatatkan langkah strategis di panggung internasional melalui kolaborasi lintas negara yang melibatkan kekuatan modal dari Timur Tengah.

Badan Pengelola Investasi Danantara (Danantara) secara resmi memberikan dukungan penuh terhadap inisiatif kerja sama yang dijalin oleh Perminas dengan salah satu perusahaan raksasa asal Abu Dhabi. Kemitraan ini difokuskan pada pengembangan sektor mineral kritis, sebuah komoditas masa depan yang menjadi tulang punggung revolusi energi hijau global dan industri teknologi tinggi di masa mendatang.

Langkah ini dipandang sebagai upaya percepatan hilirisasi industri pertambangan yang menjadi agenda prioritas pemerintah. Dengan menggandeng mitra strategis dari Abu Dhabi, Indonesia tidak hanya mengincar kucuran investasi modal, tetapi juga transfer teknologi mutakhir dalam pengolahan mineral. Danantara, sebagai lembaga pengelola investasi negara, memegang peranan vital dalam memastikan bahwa kolaborasi ini berjalan selaras dengan kepentingan nasional serta memberikan nilai tambah yang optimal bagi perekonomian domestik secara berkelanjutan.

Baca Juga

Jadwal Lengkap KRL Solo–Jogja Hari Ini Kamis 19 Februari 2026, Cek Jam Keberangkatan Terbaru

Sinergi Investasi Global Untuk Penguatan Sektor Mineral Kritis

Kerja sama yang disokong oleh Danantara ini mencakup eksplorasi hingga pemrosesan lebih lanjut dari komoditas mineral yang masuk dalam kategori kritis. Perusahaan asal Abu Dhabi tersebut dikenal memiliki rekam jejak yang kuat dalam pembiayaan infrastruktur industri skala besar, yang sangat dibutuhkan oleh Perminas untuk mengoptimalkan potensi konsesi tambang yang ada. Sinergi ini diharapkan mampu memperpendek rantai pasok global dan menempatkan Indonesia sebagai pemain utama dalam penyediaan bahan baku industri baterai dan energi terbarukan.

Dukungan Danantara dalam kemitraan ini merupakan sinyal kuat bagi investor global bahwa Indonesia semakin serius dalam mengelola aset strategisnya melalui manajemen investasi yang profesional. Kehadiran modal dari Abu Dhabi tidak hanya memperkuat struktur permodalan Perminas, tetapi juga meningkatkan kredibilitas proyek di mata lembaga keuangan internasional. Melalui kolaborasi ini, diharapkan tercipta ekosistem pertambangan yang lebih modern, efisien, dan mampu bersaing dengan standar operasional terbaik di dunia.

Peran Strategis Danantara Dalam Mengawal Inovasi Pertambangan

Sebagai lembaga yang mengonsolidasikan berbagai aset besar negara, Danantara memiliki tanggung jawab untuk menjadi jembatan antara kebutuhan industri dalam negeri dan minat investor asing. Dalam konteks kerja sama Perminas ini, Danantara berperan aktif dalam melakukan pengawasan dan pemantauan agar setiap tahapan pengembangan mineral kritis tetap berada pada koridor kebijakan negara. Hal ini penting untuk memastikan bahwa kedaulatan sumber daya alam tetap terjaga di tengah derasnya arus investasi luar negeri.

Pihak manajemen Danantara menekankan bahwa dukungan terhadap Perminas merupakan bagian dari peta jalan besar untuk memperkuat kemandirian ekonomi. Mineral kritis seperti nikel, kobalt, dan unsur tanah jarang menjadi komoditas yang sangat diperebutkan di pasar dunia. Dengan pengawalan yang ketat dari Danantara, kerja sama dengan perusahaan Abu Dhabi ini diharapkan tidak hanya menguntungkan dari sisi profitabilitas, tetapi juga memperkuat posisi tawar diplomatik dan ekonomi Indonesia di kancah internasional.

Optimisme Hilirisasi Dan Keuntungan Jangka Panjang Bagi Negara

Proyek pengembangan mineral kritis ini diproyeksikan akan memberikan dampak domino yang positif bagi pertumbuhan ekonomi di daerah sekitar lokasi pertambangan. Pembangunan fasilitas pengolahan (smelter) dan infrastruktur pendukung lainnya akan menyerap ribuan tenaga kerja lokal serta memicu pertumbuhan industri pendukung. Pemerintah optimistis bahwa melalui Perminas, nilai tambah dari sumber daya alam Indonesia dapat dinikmati lebih besar di dalam negeri daripada sekadar mengekspor bahan mentah ke luar negeri.

Keuntungan jangka panjang yang dibidik dari kerja sama ini adalah terciptanya kemandirian teknologi dalam pengolahan mineral kompleks. Melalui skema kemitraan yang transparan dan saling menguntungkan, Perminas diharapkan mampu meningkatkan kapasitas produksinya secara signifikan. Danantara berkomitmen untuk terus menyokong langkah-langkah inovatif serupa di masa depan guna memastikan aset-aset strategis bangsa dikelola dengan cara yang paling produktif demi kemakmuran seluruh rakyat Indonesia.

Menuju Indonesia Sebagai Pusat Energi Hijau Dunia

Dukungan Danantara terhadap kerja sama Perminas dan perusahaan Abu Dhabi ini secara tidak langsung mendukung visi Indonesia sebagai pusat energi hijau dunia. Mineral kritis adalah komponen kunci dalam pembuatan panel surya, turbin angin, dan kendaraan listrik. Dengan memastikan pasokan mineral ini dikelola dengan baik melalui kemitraan internasional yang kuat, Indonesia berada pada jalur yang tepat untuk memimpin transisi energi di kawasan Asia Pasifik dan global.

Implementasi proyek ini akan menjadi tolok ukur bagi keberhasilan investasi asing di sektor strategis lainnya. Transparansi, akuntabilitas, dan profesionalisme yang dikedepankan oleh Danantara dan Perminas diharapkan dapat menjadi contoh bagi badan usaha milik negara lainnya dalam menjalin hubungan dengan investor global. Masa depan industri mineral kritis Indonesia kini tampak lebih cerah dengan dukungan pendanaan yang kuat dan visi pengembangan yang jelas menuju kedaulatan energi dan ekonomi yang lebih kokoh.

Regan

Regan

teropongbisnis.id adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Citilink Resmi Buka Rute Baru dari Halim ke Padang dan Pekanbaru Mulai Februari 2026

Citilink Resmi Buka Rute Baru dari Halim ke Padang dan Pekanbaru Mulai Februari 2026

AirAsia Resmi Buka Rute Penerbangan Luwuk–Makassar Mulai 7 Maret 2026

AirAsia Resmi Buka Rute Penerbangan Luwuk–Makassar Mulai 7 Maret 2026

Garuda Indonesia Hibahkan Pesawat untuk Manasik Haji di Aceh, Ini Tujuan dan Manfaatnya

Garuda Indonesia Hibahkan Pesawat untuk Manasik Haji di Aceh, Ini Tujuan dan Manfaatnya

ISSP Gandeng Grup Djarum, Bangun PLTS Hybrid Terbesar Jawa Sektor Manufaktur

ISSP Gandeng Grup Djarum, Bangun PLTS Hybrid Terbesar Jawa Sektor Manufaktur

Punya Lebih dari 700 Mobil Listrik, Blue Bird Siap Percepat Ekspansi Armada Ramah Lingkungan 2026

Punya Lebih dari 700 Mobil Listrik, Blue Bird Siap Percepat Ekspansi Armada Ramah Lingkungan 2026