Satgas Pangan Polda Bali Pastikan Harga Sembako Denpasar Sesuai HET
- Kamis, 19 Februari 2026
JAKARTA - Keamanan konsumsi dan keterjangkauan harga pangan menjadi prioritas utama di tengah dinamika ekonomi yang fluktuatif. Di Bali, upaya menjaga isi kantong masyarakat dari spekulasi harga dilakukan melalui langkah preventif yang tegas dan berkelanjutan. Berangsur stabilnya harga sejumlah kebutuhan pokok dari 14 bahan kebutuhan pokok penting (bapoting) di wilayah Denpasar mulai dirasakan masyarakat, menandakan bahwa mekanisme pasar sedang berada dalam pengawasan yang ketat.
Stabilitas tersebut tidak terlepas dari kinerja Satuan Tugas Sapu Bersih (Satgas Saber) Pangan Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Bali yang secara rutin melakukan pengawasan harga hingga ke tingkat penjual dan distributor. Kehadiran aparat di lapangan bukan sekadar untuk memantau angka, melainkan untuk memberikan jaminan bahwa ketersediaan barang aman dan harga yang dibayarkan warga tidak melampaui batas kewajaran.
Sidak Intensif Guna Menjamin Konsistensi Harga
Baca JugaAnalisis BMKG Jawa Timur Berpeluang Hujan Petir Saat Siang Dan Hujan Ringan Pada Malam Hari
Untuk menjaga konsistensi stabilitas harga serta memastikan penerapan Harga Eceran Tertinggi (HET) berjalan berkelanjutan, Satgas Saber Pangan Polri kembali melaksanakan inspeksi mendadak (sidak) di sejumlah titik distribusi dan penjualan di Denpasar, Selasa. Langkah ini merupakan respons cepat untuk menutup celah bagi oknum yang mencoba mengambil keuntungan tidak sah di tengah stabilisasi harga yang sedang berlangsung.
Sidak difokuskan di Pasar Kreneng, sejumlah distributor, serta ritel modern di wilayah Kota Denpasar. Lokasi-lokasi tersebut dipilih karena merupakan urat nadi perputaran logistik pangan bagi warga ibu kota Provinsi Bali. Dengan menyasar sektor tradisional dan modern secara bersamaan, Satgas ingin memastikan tidak ada disparitas harga yang mencolok di lapangan.
Sinergitas Lintas Instansi dalam Satgas Sapu Bersih
Kekuatan pengawasan ini terletak pada kolaborasi antarlembaga yang memiliki kewenangan berbeda namun memiliki visi yang sama dalam ketahanan pangan. Dalam kegiatan tersebut, Satgas Saber Pangan Ditreskrimsus Polda Bali bersinergi dengan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PMPTSP), serta Bulog.
Semua unsur ini tergabung dalam Satgas Sapu Bersih Pelanggaran Harga, Keamanan, dan Mutu Pangan Provinsi Bali. Adapun lokasi yang menjadi sasaran sidak antara lain Toko Sari Muncul, Toko Daging Potong Ayam UD Dewi Unggas, dan Toko Rayen yang berlokasi di Pasar Kreneng. Selain itu, tim juga melakukan pemeriksaan di Distributor CV Sumber Pangan di Jalan Raya Buluh Indah serta ritel modern Supermarket Bintang di Jalan Hayam Wuruk, Denpasar. Melalui sinergi ini, aspek yang diawasi tidak hanya harga, tetapi juga legalitas usaha dan kualitas barang yang beredar.
Fokus Pengawasan pada Kepatuhan HET dan Stok Gudang
Pemeriksaan difokuskan pada kesesuaian harga jual 14 bapoting di lapangan dengan HET yang telah ditetapkan pemerintah, serta pengecekan ketersediaan stok di gudang. Langkah ini dilakukan guna memastikan masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga wajar serta ketersediaan barang tetap aman. Pengawasan hingga ke gudang distributor sangat penting untuk mengantisipasi adanya upaya penimbunan barang yang bisa memicu kelangkaan semu di pasar.
Kepala Bidang Humas Polda Bali, Jansen Avitus Panjaitan Ariasandy, mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk komitmen Polri dalam menjaga stabilitas harga dan pasokan pangan. Menurutnya, keberadaan polisi di tengah jalur distribusi adalah untuk memberikan rasa tenang bagi konsumen sekaligus pengingat bagi para pelaku usaha agar tetap patuh pada regulasi.
Hasil Temuan Lapangan: Tren Penurunan Harga Telur
Data yang ditemukan di lapangan menunjukkan kabar menggembirakan bagi daya beli masyarakat. ”Kami memastikan harga yang dijual pedagang sesuai dengan HET yang telah ditetapkan pemerintah. Dari hasil sidak hari ini, sebagian besar harga bahan pokok berada di bawah atau sesuai HET. Ini menunjukkan distribusi dan pengawasan berjalan dengan baik,” ujarnya.
Ia menjelaskan, dari hasil sidak, sebagian besar bahan pokok tidak ditemukan dijual melebihi HET. Hal ini menjadi indikator bahwa rantai pasok dari produsen ke pasar telah kembali normal. Salah satu komoditas yang mengalami penurunan signifikan adalah telur ayam, yang sebelumnya sempat menjadi salah satu penyumbang fluktuasi harga di Bali. Dengan hasil ini, Polda Bali optimistis stabilitas pangan akan terus terjaga, sembari terus melakukan pengawasan melekat di titik-titik rawan lainnya.
David
teropongbisnis.id adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Panduan Cek Desil Bansos 2026 Cara Mudah Cek PKH Dan BPNT Pakai NIK KTP
- Kamis, 19 Februari 2026
Panduan Bansos PKH Dan BPNT 2026 Cair Cek Penerima Dan Rincian Nominal Hingga Rp750.000
- Kamis, 19 Februari 2026
KDEI: Penerbangan Taipei-Manado Jadi Pintu Baru Ekspor Unggulan Indonesia Ke Taiwan
- Kamis, 19 Februari 2026
Layanan Penerbangan Bone Morowali Resmi Beroperasi Dengan Harga Tiket 500 Ribuan
- Kamis, 19 Februari 2026
Rekomendasi Mobil Listrik Harga Di Bawah Rp250 Juta Yang Cocok Untuk Mahasiswa
- Kamis, 19 Februari 2026
Berita Lainnya
Panduan Bansos PKH Dan BPNT 2026 Cair Cek Penerima Dan Rincian Nominal Hingga Rp750.000
- Kamis, 19 Februari 2026
KDEI: Penerbangan Taipei-Manado Jadi Pintu Baru Ekspor Unggulan Indonesia Ke Taiwan
- Kamis, 19 Februari 2026
Layanan Penerbangan Bone Morowali Resmi Beroperasi Dengan Harga Tiket 500 Ribuan
- Kamis, 19 Februari 2026
Rekomendasi Mobil Listrik Harga Di Bawah Rp250 Juta Yang Cocok Untuk Mahasiswa
- Kamis, 19 Februari 2026
Daftar Rekomendasi Mobil Listrik Murah 2026 Harga Mulai 100 Jutaan Saja
- Kamis, 19 Februari 2026
Terpopuler
1.
2.
Harga BYD Sealion 6 Hybrid 2026 Diprediksi Terjangkau untuk SUV PHEV
- 19 Februari 2026
3.
BYD Song Ultra EV Hadir Harga Terjangkau Jarak Tempuh 710 Km
- 19 Februari 2026








