Kamis, 19 Februari 2026

Danantara Bangun 1398 Unit Huntara Guna Percepat Pemulihan Wilayah Bencana Sumatra

Danantara Bangun 1398 Unit Huntara Guna Percepat Pemulihan Wilayah Bencana Sumatra
Danantara Bangun 1398 Unit Huntara Guna Percepat Pemulihan Wilayah Bencana Sumatra

JAKARTA - Langkah nyata dalam menangani dampak bencana alam di wilayah Sumatra terus diakselerasi oleh pemerintah melalui badan pengelola investasi strategis. Sebagai bentuk respons cepat terhadap kondisi kemanusiaan dan kerusakan infrastruktur, Badan Pengelola Investasi Danantara (Danantara) secara resmi mengambil peran sentral dalam proses rehabilitasi.

Fokus utama saat ini adalah memastikan warga yang terdampak bencana memiliki tempat tinggal yang layak dan aman melalui penyediaan hunian sementara (huntara) yang dibangun dengan standar kualitas yang memadai.

Program pembangunan ini bukan sekadar bantuan fisik, melainkan bagian dari skema pemulihan ekonomi dan sosial yang komprehensif bagi wilayah Sumatra. Dengan memberikan hunian yang lebih stabil, diharapkan masyarakat dapat mulai menata kembali kehidupan mereka sembari menunggu proses pembangunan hunian tetap diselesaikan. Keterlibatan Danantara menunjukkan bahwa pengelolaan investasi negara kini juga menyentuh aspek ketahanan sosial dan manajemen krisis di daerah-daerah yang paling membutuhkan intervensi segera.

Baca Juga

Jadwal Lengkap KRL Solo–Jogja Hari Ini Kamis 19 Februari 2026, Cek Jam Keberangkatan Terbaru

Target Pembangunan Ribuan Unit Hunian Sementara Di Sumatra

Komitmen pemerintah dalam memberikan perlindungan bagi korban bencana diwujudkan melalui target pembangunan fisik yang masif. Berdasarkan data terbaru, badan investasi ini telah memetakan kebutuhan mendesak di lapangan dan menetapkan sasaran pembangunan yang spesifik. "Danantara bangun 1398 unit huntara di wilayah bencana Sumatera," ungkap perwakilan instansi tersebut dalam pernyataan resminya. Angka ini mencakup penyebaran di beberapa titik paling terdampak yang membutuhkan penanganan darurat segera.

Pembangunan 1.398 unit ini direncanakan secara terstruktur guna memastikan efisiensi waktu dan penggunaan anggaran. Huntara-huntara ini didesain untuk menjadi tempat bernaung yang memanusiakan para pengungsi, dengan mempertimbangkan aspek sanitasi, ventilasi, dan ruang gerak yang cukup. Fokus Danantara adalah memangkas waktu tunggu masyarakat di tenda-tenda darurat agar mereka dapat segera berpindah ke hunian yang lebih tertutup dan terlindung dari cuaca ekstrem yang sering melanda wilayah Sumatra.

Alokasi Anggaran Dan Dukungan Fiskal Bagi Korban Bencana

Penyediaan hunian dalam skala besar ini tentu menuntut dukungan pendanaan yang kuat dan transparan. Dalam keterangannya di Jakarta, Menteri Keuangan sebelumnya telah memberikan sinyal bahwa pemerintah telah menyisihkan pos anggaran khusus untuk penanggulangan bencana di Sumatra. Dana yang dikucurkan melalui Danantara ini merupakan bagian dari paket stimulus sosial yang bertujuan untuk menstabilkan kondisi psikologis dan ekonomi para penyintas.

Mekanisme pendanaan ini memastikan bahwa proses konstruksi tidak terkendala oleh hambatan birokrasi yang berbelit. Dengan pengawasan langsung dari lembaga setingkat Danantara, setiap rupiah yang dialokasikan dipastikan terserap untuk pengadaan material dan tenaga kerja lokal, yang secara tidak langsung juga ikut menggerakkan ekonomi di sekitar lokasi bencana. Dukungan fiskal ini menjadi bukti bahwa negara hadir secara nyata untuk menjamin hak-hak dasar warga negara di tengah situasi sulit.

Standar Keamanan Dan Fasilitas Pendukung Di Kompleks Huntara

Pihak pelaksana proyek menekankan bahwa meski bersifat sementara, unit-unit hunian ini tetap mengedepankan standar keamanan bangunan. Material yang dipilih adalah bahan yang ringan namun kokoh, sehingga risiko cedera jika terjadi gempa susulan dapat diminimalisir. Selain unit bangunan, Danantara juga merencanakan penyediaan fasilitas pendukung dasar di sekitar kompleks huntara, seperti akses air bersih, sistem pembuangan limbah yang sehat, hingga penerangan jalan yang memadai.

"Kami ingin memastikan bahwa huntara ini layak huni dan memberikan rasa aman," tegas pihak pengelola. Keamanan sosial juga menjadi perhatian, di mana penataan tata ruang huntara dilakukan agar tetap mendukung interaksi sosial antarwarga namun tetap menjaga privasi masing-masing keluarga. Dengan fasilitas yang terintegrasi, diharapkan risiko penyebaran penyakit di lokasi pengungsian dapat ditekan secara signifikan, sehingga kesehatan masyarakat tetap terjaga selama masa transisi menuju tahap rekonstruksi permanen.

Sinergi Kelembagaan Demi Percepatan Proses Rehabilitasi Nasional

Keberhasilan pembangunan 1.398 unit huntara ini sangat bergantung pada kolaborasi erat antara Danantara, pemerintah daerah, dan badan penanggulangan bencana setempat. Sinergi ini diperlukan untuk memastikan akurasi data penerima manfaat sehingga bantuan hunian jatuh ke tangan yang benar-benar membutuhkan. Selain itu, keterlibatan aktif masyarakat lokal dalam proses pembangunan juga menjadi kunci agar desain huntara sesuai dengan kebutuhan budaya dan kearifan lokal di Sumatra.

Danantara berkomitmen untuk terus memantau progres di lapangan setiap harinya. Upaya percepatan ini menjadi bagian dari peta jalan besar pemerintah dalam memperkuat ketahanan nasional terhadap bencana alam. Dengan penyelesaian huntara yang tepat waktu, proses pemulihan sosial ekonomi di Sumatra diharapkan dapat berjalan lebih cepat dari perkiraan semula, memberikan harapan baru bagi ribuan jiwa untuk bangkit dan membangun kembali masa depan mereka yang sempat terhenti akibat bencana.

Regan

Regan

teropongbisnis.id adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Citilink Resmi Buka Rute Baru dari Halim ke Padang dan Pekanbaru Mulai Februari 2026

Citilink Resmi Buka Rute Baru dari Halim ke Padang dan Pekanbaru Mulai Februari 2026

AirAsia Resmi Buka Rute Penerbangan Luwuk–Makassar Mulai 7 Maret 2026

AirAsia Resmi Buka Rute Penerbangan Luwuk–Makassar Mulai 7 Maret 2026

Garuda Indonesia Hibahkan Pesawat untuk Manasik Haji di Aceh, Ini Tujuan dan Manfaatnya

Garuda Indonesia Hibahkan Pesawat untuk Manasik Haji di Aceh, Ini Tujuan dan Manfaatnya

ISSP Gandeng Grup Djarum, Bangun PLTS Hybrid Terbesar Jawa Sektor Manufaktur

ISSP Gandeng Grup Djarum, Bangun PLTS Hybrid Terbesar Jawa Sektor Manufaktur

Punya Lebih dari 700 Mobil Listrik, Blue Bird Siap Percepat Ekspansi Armada Ramah Lingkungan 2026

Punya Lebih dari 700 Mobil Listrik, Blue Bird Siap Percepat Ekspansi Armada Ramah Lingkungan 2026