JAKARTA - Menjalankan ibadah puasa selama satu bulan penuh merupakan tantangan tersendiri, bukan hanya soal menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menjaga kenyamanan diri saat berinteraksi dengan orang lain. Salah satu keluhan klasik yang sering dialami oleh umat Muslim saat berpuasa adalah aroma napas yang kurang sedap. Bau mulut sering muncul saat berpuasa dan bikin tak percaya diri bagi pelakunya. Namun, tahukah Anda bahwa aroma tak sedap ini bukanlah sesuatu yang tidak bisa dihindari?
Banyak orang beranggapan bahwa bau mulut adalah konsekuensi alami dari perut yang kosong. Ternyata, penyebab utamanya bukan sekadar karena tidak makan dan minum seharian. Ada mekanisme biologis di dalam rongga mulut yang berubah drastis ketika kita berhenti mengonsumsi cairan dalam waktu yang lama, dan memahami mekanisme ini adalah kunci utama untuk mengatasinya.
Penyebab Biologis Bau Mulut Saat Berpuasa
Baca JugaKeberkahan Ramadan: 7 Doa Awal Bulan yang Diajarkan Nabi Muhammad
Dokter gigi Usman Sumantri, yang juga Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Dokter Gigi Indonesia, menjelaskan kondisi tersebut terjadi karena produksi air liur menurun selama berpuasa. Air liur atau saliva memiliki peran krusial sebagai pembersih alami yang membilas sisa-sisa makanan dan menetralkan asam yang dihasilkan oleh bakteri di dalam mulut.
Saat air liur berkurang, kondisi mulut menjadi lebih kering dari biasanya. Dalam keadaan kering ini, bakteri di rongga mulut lebih mudah berkembang dan memicu bau tidak sedap. Bakteri-bakteri tersebut memecah protein dan menghasilkan senyawa sulfur yang aromanya cenderung mengganggu. Oleh karena itu, kunci untuk menjaga napas tetap segar adalah dengan mengontrol populasi bakteri ini secara manual melalui kebersihan yang intensif.
Langkah Pencegahan Melalui Higienitas Lidah dan Gigi
Kabar baiknya, Anda tidak perlu merasa pasrah dengan kondisi ini. Menurut drg. Usman, kondisi ini sebenarnya bisa dicegah asalkan kebersihan gigi dan mulut tetap dijaga dengan baik. Salah satu bagian yang sering terlupakan oleh banyak orang adalah permukaan lidah, yang sebenarnya menjadi tempat persembunyian utama kuman.
"Mencegahnya antara lain dengan menyikat gigi secara teratur, terutama setelah sahur dan sebelum tidur, membersihkan lidah, karena banyak bakteri penyebab bau mulut berada di permukaan lidah," katanya di Jakarta, dikutip dari Antara. Membersihkan lidah dengan alat khusus atau bulu sikat gigi secara perlahan dapat secara signifikan mengurangi deposit bakteri yang menjadi sumber bau.
Hukum dan Waktu Terbaik Menyikat Gigi Saat Berpuasa
Ada keraguan di tengah masyarakat mengenai hukum menyikat gigi di siang hari saat sedang berpuasa. Namun, Usman menegaskan, menyikat gigi tetap perlu dilakukan meski sedang berpuasa. Hal ini bertujuan untuk memastikan tidak ada sisa makanan dari waktu sahur yang membusuk di sela-sela gigi dan menjadi makanan bagi bakteri.
Untuk menjaga efektivitasnya, menyikat gigi idealnya dilakukan minimal dua kali sehari. Selain itu, sela-sela gigi sebaiknya dibersihkan menggunakan benang gigi (dental floss). Penggunaan sikat gigi saja sering kali tidak cukup menjangkau area sempit di antara gigi. Jika diperlukan, bisa berkumur dengan obat kumur bebas alkohol untuk menjaga kesehatan rongga mulut tanpa membuat mulut semakin kering.
Terkait kekhawatiran batalnya puasa, drg. Usman memberikan penjelasan yang menenangkan. "Menyikat gigi saat puasa tidak membatalkan puasa, selama tidak menelan air atau pasta gigi," katanya. Dengan kehati-hatian, aktivitas ini justru menjadi bagian dari menjaga kebersihan yang dicintai dalam agama.
Rutinitas Perawatan Mulut yang Disarankan
Pengaturan waktu menjadi faktor penentu keberhasilan dalam menekan bau mulut. Mengubah sedikit rutinitas pagi dan malam selama bulan suci akan memberikan dampak besar pada kesegaran napas sepanjang hari. Pertumbuhan bakteri yang paling masif terjadi saat kita tidur dan saat mulut dalam kondisi diam dalam waktu lama.
Ia menyarankan waktu terbaik menyikat gigi adalah setelah berbuka, sebelum tidur, dan setelah sahur. Rutinitas ini membantu menekan pertumbuhan bakteri selama berpuasa di bulan Ramadan. Dengan menyikat gigi setelah sahur, Anda memastikan mulut dalam kondisi paling bersih sebelum memulai periode puasa belasan jam ke depan.
Kesadaran untuk menjaga kebersihan mulut ini bukan hanya demi kenyamanan pribadi, tetapi juga sebagai bentuk penghormatan kepada orang-orang di sekitar kita. Dengan napas yang terjaga, interaksi sosial tetap dapat berjalan hangat, dan ibadah puasa pun dapat dijalani dengan lebih percaya diri tanpa rasa cemas akan aroma mulut yang mengganggu.
David
teropongbisnis.id adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Kemenhub Siapkan Modifikasi Cuaca Antisipasi Hujan Lebat Saat Mudik 2026
- Kamis, 19 Februari 2026
Program Mudik Gratis Kemenhub 2026: Kuota 15 Ribu Penumpang Tersedia
- Kamis, 19 Februari 2026
Harga Sembako Bantul Stabil Jelang Ramadan: Cabai Rawit Merah Melonjak Naik
- Kamis, 19 Februari 2026
Satgas Pangan Polda Bali Pastikan Harga Sembako Denpasar Sesuai HET
- Kamis, 19 Februari 2026
Berita Lainnya
Ramalan Keuangan Zodiak Kamis 19 Februari 2026: Leo, Virgo, Libra, Scorpio
- Kamis, 19 Februari 2026












