Harga Emas UBS dan Galeri24 di Pegadaian Kompak Naik: Momentum Lindung Nilai di Awal Tahun
- Rabu, 11 Februari 2026
JAKARTA - Tren penguatan harga logam mulia kembali berlanjut di pasar domestik, memberikan angin segar bagi para pemegang aset investasi aman.
Berdasarkan pantauan terbaru di outlet resmi, harga emas UBS dan Galeri24 di Pegadaian naik secara signifikan pada perdagangan Februari 2026 ini. Kenaikan ini dipicu oleh fluktuasi harga emas global yang dipengaruhi oleh ketidakpastian kondisi geopolitik serta dinamika nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS. Bagi para investor, kenaikan harga di Pegadaian—yang dikenal sebagai salah satu rujukan utama ritel emas di Indonesia—menjadi sinyal kuat bahwa emas tetap menjadi pilihan utama untuk menjaga nilai kekayaan (wealth protection) di tengah potensi inflasi.
Meskipun harga mengalami kenaikan, minat masyarakat terhadap emas produksi UBS dan Galeri24 tetap tinggi. Hal ini dikarenakan kedua jenis emas tersebut menawarkan likuiditas yang baik dan pilihan gramasi yang sangat beragam, sehingga dapat dijangkau oleh berbagai kalangan, mulai dari investor pemula hingga kolektor besar.
Baca JugaReformasi Pasar Modal Berpotensi Menekan Laba Dan Model Bisnis Perusahaan Sekuritas
Analisis Kenaikan Harga: Selisih Antara UBS dan Galeri24
Dalam struktur perdagangan emas di Pegadaian, emas batangan UBS (Untung Bersama Sejahtera) dan Galeri24 seringkali memiliki selisih harga yang tipis namun tetap menjadi pertimbangan strategis bagi pembeli. Sudut pandang ini menyoroti bahwa kenaikan harga hari ini mencakup hampir seluruh ukuran berat, mulai dari 0,5 gram hingga 1.000 gram.
Emas Galeri24: Sebagai anak perusahaan Pegadaian, emas Galeri24 seringkali menjadi pilihan karena kemudahan proses buyback (jual kembali) di outlet yang sama dengan harga yang kompetitif.
Emas UBS: Dikenal dengan desain kartu yang menarik dan modern, emas UBS tetap diminati karena memiliki standar kemurnian tinggi yang diakui secara nasional.
Kenaikan harga ini mencerminkan optimisme pasar terhadap emas sebagai aset cadangan. Investor cenderung beralih ke emas ketika pasar saham atau instrumen keuangan lainnya mengalami volatilitas tinggi. Dengan kenaikan ini, nilai portofolio investasi emas masyarakat secara otomatis mengalami apresiasi nilai.
Emas Sebagai Benteng Pertahanan Finansial di Tengah Inflasi
Kenaikan harga emas di Pegadaian pada tahun 2026 ini mempertegas peran emas sebagai instrumen anti-inflasi. Ketika harga barang-barang kebutuhan pokok cenderung naik, nilai emas biasanya mengikuti atau bahkan melampaui laju inflasi tersebut. Penulis menekankan bahwa bagi masyarakat, menabung emas bukan sekadar mencari keuntungan selisih harga (capital gain), melainkan strategi untuk memastikan daya beli di masa depan tetap terjaga.
Pihak Pegadaian sendiri terus mendorong program tabungan emas digital untuk memudahkan masyarakat memiliki emas tanpa harus membeli dalam bentuk fisik yang besar sekaligus. Dengan kenaikan harga fisik saat ini, pengguna tabungan emas digital juga merasakan manfaatnya karena saldo gramasi mereka dihargai dengan nilai tukar yang lebih tinggi mengikuti harga pasar terkini.
Faktor Pendorong Eksternal: Pengaruh Pasar Global terhadap Harga Domestik
Meskipun berita ini fokus pada harga di Pegadaian, penting untuk dipahami bahwa harga emas domestik merupakan turunan dari harga emas di pasar London dan New York. Kebijakan suku bunga bank sentral global (The Fed) menjadi faktor penentu utama. Jika pasar memprediksi suku bunga akan turun, maka emas akan menjadi lebih menarik karena tidak memberikan imbal hasil bunga (non-yielding asset), sehingga harganya melonjak.
Selain itu, permintaan emas fisik di negara-negara besar seperti Tiongkok dan India untuk kebutuhan perhiasan serta cadangan devisa bank sentral juga memberikan tekanan naik pada harga global. Pegadaian, sebagai penyedia jasa keuangan, secara transparan mengikuti pergerakan ini untuk memastikan harga yang ditawarkan kepada masyarakat tetap kompetitif dan sesuai dengan harga pasar internasional yang berlaku.
Tips Strategis bagi Investor Emas Ritel
Dengan kenaikan harga saat ini, para investor disarankan untuk melakukan strategi Dollar Cost Averaging (membeli secara rutin dalam jumlah tetap) daripada melakukan pembelian besar di satu titik harga puncak. Kenaikan harga emas UBS dan Galeri24 di Pegadaian hari ini bisa menjadi momen bagi mereka yang ingin melakukan profit taking jika sudah membeli di harga rendah tahun lalu, atau justru menjadi titik masuk bagi yang percaya bahwa harga emas masih akan terbang lebih tinggi tahun ini.
Integritas Pegadaian dalam menjaga ketersediaan stok emas batangan menjadi jaminan bagi nasabah agar tidak terjebak pada spekulasi harga di pasar gelap. Keaslian emas Galeri24 dan UBS dijamin 100%, lengkap dengan sertifikat yang memudahkan pemiliknya untuk menjual atau menggadaikan aset tersebut kapan pun kebutuhan mendesak muncul.
Regan
teropongbisnis.id adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Solusi Mudik Aman: Kemenhub Siapkan Program Mudik Gratis Lebaran 2026
- Rabu, 11 Februari 2026
Reformasi Pasar Modal Berpotensi Menekan Laba Dan Model Bisnis Perusahaan Sekuritas
- Rabu, 11 Februari 2026
Update Harga Sembako Jogja 11 Februari 2026: Daging Ayam dan Cabai Melejit
- Rabu, 11 Februari 2026
Berita Lainnya
IHSG Menguat Dua Hari Beruntun: Analisis Tren Dan 5 Saham Jagoan Analis
- Rabu, 11 Februari 2026
Penyaluran Kredit Bank Milik Pemkab Cirebon Masih Solid di Tengah "Musim Gugur" BPR
- Rabu, 11 Februari 2026
Terpopuler
1.
LPS Targetkan Kredit Bank Tumbuh 12 Persen di Momentum Ramadhan 2026
- 11 Februari 2026
2.
3.
4.
Keamanan EV China Disorot: Nio Tarik Ratusan Ribu Unit Mobil
- 11 Februari 2026
5.
BRI Finance Proyeksikan NPF Tetap Terjaga Pasca-Lebaran 2026
- 11 Februari 2026












