Update Harga Sembako Jogja 11 Februari 2026: Daging Ayam dan Cabai Melejit
- Rabu, 11 Februari 2026
JAKARTA - Perubahan harga Sembilan Bahan Pokok (Sembako) dan berbagai komoditas pangan esensial di Yogyakarta merupakan informasi krusial yang perlu dipantau setiap hari. Memahami pergeseran angka di pasar menjadi kunci bagi masyarakat untuk merencanakan pengeluaran rumah tangga dengan lebih presisi. Fluktuasi ini sering kali memberikan tekanan pada anggaran belanja jika tidak diantisipasi dengan baik.
Berdasarkan data terbaru dari Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Bank Indonesia pada Rabu, 11 Februari 2026, pukul 12.49 WIB, terlihat adanya lonjakan signifikan pada beberapa komoditas dapur. Tren kenaikan ini terutama didominasi oleh kelompok bumbu pedas dan sumber protein hewani, yang mengharuskan konsumen untuk lebih cermat dalam menentukan prioritas belanja.
Lonjakan Tajam pada Komoditas Cabai
Baca Juga4 Skema Penyaluran Makan Bergizi Gratis BGN Selama Bulan Ramadan
Kelompok cabai menjadi sorotan utama dalam pembaruan harga kali ini. Cabai rawit merah tercatat mengalami kenaikan harga yang sangat melejit, berpindah dari angka Rp 81.500 menjadi Rp 89.000 per kilogram. Kenaikan sebesar 7.500 rupiah ini setara dengan lonjakan 9,20% hanya dalam satu hari. Jika ditarik garis waktu lebih ke belakang, sejak 4 Februari 2026, harga rawit merah di Yogyakarta diketahui telah merangkak naik sekitar 30%.
Tidak hanya rawit merah, cabai merah keriting juga terpantau mengalami kenaikan harga pada hari ini. Harganya merangkak naik dari Rp 38.750 menjadi Rp 40.000 per kilogram, atau meningkat sekitar 3%. Perubahan ini menandai kali kedua cabai merah keriting mengalami kenaikan dalam kurun waktu sepekan terakhir, setelah sebelumnya sempat naik pada 9 Februari dari angka Rp 36.250.
Daging Ayam Ras Menembus Batas Psikologis
Sektor protein juga memberikan tantangan tersendiri bagi dompet warga Jogja. Harga daging ayam ras segar terus menunjukkan tren memanas dalam beberapa hari terakhir. Hari ini, grafik harga secara resmi menunjukkan adanya kenaikan dari Rp 39.750 menjadi Rp 40.250 per kilogram.
Kenaikan yang membawa harga ayam menembus angka 40 ribu rupiah ini cukup signifikan jika dilihat secara akumulatif. Terhitung sejak 4 Februari lalu, harga komoditas daging ayam ras di pasar-pasar utama Yogyakarta tercatat sudah naik hampir mencapai 10%.
Daftar Lengkap Harga Pangan di Yogyakarta 11 Februari 2026
Untuk memberikan gambaran menyeluruh bagi para "detikers" dalam menyusun rencana belanja, berikut adalah rincian lengkap harga bahan pokok di wilayah Jogja berdasarkan data PIHPS yang diambil dari rata-rata harga di Pasar Beringharjo dan Pasar Kranggan. Sebagai catatan, data final PIHPS biasanya tersedia pada hari kerja setiap pukul 13.00 WIB.
Bawang merah ukuran sedang: Rp 42.750/kg
Bawang putih ukuran sedang: Rp 42.500/kg
Beras kualitas bawah I: Rp 13.150/kg
Beras kualitas bawah II: Rp 12.150/kg
Beras kualitas medium I: Rp 14.900/kg
Beras kualitas medium II: Rp 14.150/kg
Beras kualitas super I: Rp 16.000/kg
Beras kualitas super II: Rp 15.000/kg
Cabai merah besar: Rp 47.750/kg
Cabai merah keriting: Naik menjadi Rp 40.000/kg
Cabai rawit hijau: Rp 60.000/kg
Cabai rawit merah: Naik menjadi Rp 89.000/kg
Daging ayam ras segar: Naik menjadi Rp 40.250/kg
Daging sapi kualitas 1: Rp 145.000/kg
Daging sapi kualitas 2: Rp 137.500/kg
Gula pasir kualitas premium: Rp 18.400/kg
Gula pasir lokal: Rp 18.000/kg
Minyak goreng curah: Rp 18.900/kg
Minyak goreng kemasan bermerk 1: Rp 21.750/kg
Minyak goreng kemasan bermerk 2: Rp 21.000/kg
Telur ayam ras segar: Rp 30.750/kg
Analisis Faktor Penyebab Fluktuasi Harga Pangan
Memahami mengapa harga pangan berubah-ubah sangat penting agar masyarakat tidak terjebak dalam spekulasi. Mengutip Nur Azizah Nasution dalam tulisannya di Journal of Sharia and Law yang bertajuk "Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kenaikan Harga Sembako oleh Para Pedagang Menurut Perspektif Ekonomi Syariah", terdapat beberapa variabel utama yang memicu fluktuasi harga:
Faktor Internal Produksi dan Distribusi
Ketersediaan barang di pasar adalah faktor penentu utama. Gangguan pada sisi produksi, seperti gagal panen akibat faktor cuaca buruk, secara otomatis akan mendorong harga ke atas. Sebaliknya, saat musim panen raya dengan pasokan melimpah, harga cenderung menurun. Selain itu, biaya distribusi atau ongkos pengiriman barang menuju pasar juga sangat memengaruhi harga jual akhir yang ditetapkan oleh pedagang. Kelangkaan pemasok juga menjadi faktor internal yang bisa memicu kenaikan harga secara mendadak.
Faktor Eksternal Permintaan dan Persaingan
Hukum permintaan dan penawaran memainkan peran besar secara eksternal. Ketika permintaan masyarakat meningkat (seperti menjelang hari besar) namun penawaran tetap, maka harga akan naik. Selain itu, jumlah kompetitor di pasar juga berpengaruh; persaingan yang ketat antar pedagang biasanya akan menjaga harga tetap rendah untuk menarik minat pembeli, sementara minimnya pesaing memberikan keleluasaan bagi pedagang untuk menaikkan banderol harga.
David
teropongbisnis.id adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Solusi Mudik Aman: Kemenhub Siapkan Program Mudik Gratis Lebaran 2026
- Rabu, 11 Februari 2026
Reformasi Pasar Modal Berpotensi Menekan Laba Dan Model Bisnis Perusahaan Sekuritas
- Rabu, 11 Februari 2026
Update Harga Sembako Jogja 11 Februari 2026: Daging Ayam dan Cabai Melejit
- Rabu, 11 Februari 2026
Berita Lainnya
Solusi Mudik Aman: Kemenhub Siapkan Program Mudik Gratis Lebaran 2026
- Rabu, 11 Februari 2026
Peringatan Satu Tahun CKG: Sinergi Kemenkes dan TNI Perkuat Deteksi Dini
- Rabu, 11 Februari 2026
Beasiswa Kuliah Gratis dan Peluang Kerja ke Jepang bagi Atlet Tangerang
- Rabu, 11 Februari 2026
Terpopuler
1.
LPS Targetkan Kredit Bank Tumbuh 12 Persen di Momentum Ramadhan 2026
- 11 Februari 2026
2.
3.
4.
Keamanan EV China Disorot: Nio Tarik Ratusan Ribu Unit Mobil
- 11 Februari 2026
5.
BRI Finance Proyeksikan NPF Tetap Terjaga Pasca-Lebaran 2026
- 11 Februari 2026









