Rabu, 11 Februari 2026

Kemenhub Siagakan Kapal Perintis Bantu Kepulangan Santri ke Kangean

Kemenhub Siagakan Kapal Perintis Bantu Kepulangan Santri ke Kangean
Kemenhub Siagakan Kapal Perintis Bantu Kepulangan Santri ke Kangean

JAKARTA - Kementerian Perhubungan bergerak cepat dalam mengantisipasi lonjakan penumpang pada musim kepulangan santri menjelang libur Ramadan 1447 Hijriah. Sebagai langkah nyata dalam menjamin kenyamanan dan keamanan transportasi laut, kapal perintis KM Sabuk Nusantara 74 dikerahkan untuk melayani ratusan santri putri dari Pelabuhan Jangkar, Kabupaten Situbondo, menuju Pulau Kangean, Kabupaten Sumenep, Madura, pada Selasa, 10 Februari 2026.

Kehadiran kapal perintis ini menjadi solusi atas tingginya permintaan transportasi laut dari kalangan pondok pesantren di wilayah Jawa Timur bagian timur. Dengan rute strategis Jangkar-Kangean-Sapeken, armada ini memastikan para pelajar agama tersebut dapat kembali ke kampung halaman dengan fasilitas yang memadai dan standar keselamatan yang terjaga.

Sinergi Layanan Transportasi untuk Berbagai Pondok Pesantren

Baca Juga

4 Skema Penyaluran Makan Bergizi Gratis BGN Selama Bulan Ramadan

Pelayanan khusus ini tidak hanya ditujukan bagi satu institusi pendidikan saja, melainkan mencakup beberapa pesantren besar yang memiliki ribuan santri dari luar pulau. Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IV Panarukan, Situbondo, Herland Aprilyanto, merinci bahwa para penumpang kapal perintis ini merupakan santri dari Pondok Pesantren Salafiyah Syafi'iyah Sukorejo dan Ponpes Wali Songo di Situbondo, serta Ponpes Nurul Jadid Paiton dan sejumlah lembaga lainnya.

Secara total, KM Sabuk Nusantara 74 mengangkut sebanyak 519 santri putri. Mayoritas dari mereka memiliki tujuan akhir di Pulau Kangean, sementara 51 santri lainnya merupakan pelajar asal Pulau Sapeken. Kapal milik negara ini tiba dan bersandar di dermaga Pelabuhan Jangkar pada pukul 12.00 WIB, sebelum akhirnya bertolak meninggalkan dermaga pada pukul 17.00 WIB.

Prioritas Keselamatan di Tengah Keterbatasan Armada Feri

Langkah Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan dalam mendatangkan kapal perintis ini didasari oleh pertimbangan teknis dan keselamatan pelayaran. Berdasarkan evaluasi otoritas pelabuhan, ketersediaan armada kapal feri reguler di Pelabuhan Jangkar dinilai tidak mencukupi untuk menampung ribuan santri dalam waktu yang bersamaan.

Pemaksaan kapasitas pada kapal feri reguler dikhawatirkan akan mengabaikan aspek keselamatan penumpang. Oleh karena itu, KM Sabuk Nusantara 74 menjadi pilihan tepat karena memiliki kapasitas tampung yang cukup besar.

"Selain itu, kapal perintis KM Sabuk Nusantara 74 juga memiliki kapasitas penumpang cukup besar, yakni bisa mencapai lebih dari 500 orang penumpang," terang Herland Aprilyanto di Situbondo, Selasa. Dengan daya tampung tersebut, risiko kelebihan muatan dapat diminimalisir sehingga proses mudik santri dapat berjalan sesuai dengan regulasi keselamatan maritim yang berlaku.

Rangkaian Gelombang Kepulangan Santri Secara Berjamaah

Proses kepulangan santri menuju kepulauan di Kabupaten Sumenep ini dilakukan secara bertahap dan terorganisir. Sebelum pemberangkatan santri putri pada hari Selasa, gelombang kepulangan pertama telah dimulai pada Senin, 9 Februari 2026.

Pada gelombang pertama tersebut, sebanyak 364 santri putra dari Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo telah diberangkatkan terlebih dahulu. Mereka pulang secara berjamaah menuju Pulau Kangean dengan memanfaatkan layanan KMP Munggiyango Hulalo. Pengaturan jadwal yang terpisah antara santri putra dan putri ini dilakukan untuk menjaga ketertiban serta memudahkan koordinasi logistik di pelabuhan.

Dukungan Infrastruktur Pelabuhan Jangkar dalam Mobilitas Santri

Pelabuhan Jangkar di Situbondo kini semakin mengukuhkan perannya sebagai titik simpul utama bagi mobilisasi masyarakat menuju wilayah kepulauan Madura. Fasilitas dermaga yang tersedia mampu melayani kapal-kapal dengan kapasitas besar seperti KM Sabuk Nusantara 74, sehingga proses embarkasi ratusan santri dapat berjalan lancar tanpa hambatan berarti.

Kehadiran kapal perintis dari Kementerian Perhubungan ini pun mendapatkan respons positif dari wali santri dan pihak pondok pesantren. Hal ini menunjukkan bahwa negara hadir dalam memfasilitasi kebutuhan mendasar masyarakat, khususnya dalam mendukung kelancaran tradisi pendidikan pesantren yang menjadi ciri khas wilayah tersebut.

Komitmen Pelayanan Prima Menjelang Ramadan 1447 H

Upaya pemenuhan armada tambahan ini merupakan bagian dari komitmen Kementerian Perhubungan dalam memberikan pelayanan prima di sektor perhubungan laut. Menjelang bulan suci Ramadan, mobilitas penduduk di daerah pesisir Jawa Timur cenderung meningkat drastis.

Dengan adanya perencanaan yang matang melalui pengerahan kapal perintis, diharapkan tidak ada penumpukan penumpang yang terbengkalai di pelabuhan. Keberhasilan keberangkatan KM Sabuk Nusantara 74 membawa ratusan santri putri ini menjadi bukti bahwa sinergi antara otoritas pelabuhan, kementerian, dan pengelola pondok pesantren dapat menciptakan sistem transportasi yang aman, nyaman, dan manusiawi bagi seluruh lapisan masyarakat.

David

David

teropongbisnis.id adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Strategi Pemprov DKI Jaga Stabilitas Pangan Jelang Ramadan 2026

Strategi Pemprov DKI Jaga Stabilitas Pangan Jelang Ramadan 2026

Update Harga Sembako Jogja 11 Februari 2026: Daging Ayam dan Cabai Melejit

Update Harga Sembako Jogja 11 Februari 2026: Daging Ayam dan Cabai Melejit

Peringatan Satu Tahun CKG: Sinergi Kemenkes dan TNI Perkuat Deteksi Dini

Peringatan Satu Tahun CKG: Sinergi Kemenkes dan TNI Perkuat Deteksi Dini

DPR Restui Hibah Kapal Jepang untuk Perkuat Alutsista TNI

DPR Restui Hibah Kapal Jepang untuk Perkuat Alutsista TNI

Beasiswa Kuliah Gratis dan Peluang Kerja ke Jepang bagi Atlet Tangerang

Beasiswa Kuliah Gratis dan Peluang Kerja ke Jepang bagi Atlet Tangerang