Hilirisasi Industri: Danantara Siap Groundbreaking Pabrik Baja 3 Juta Ton Bulan Depan
- Kamis, 05 Februari 2026
JAKARTA - Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) tancap gas dalam memperkuat kemandirian industri nasional.
Danantara mengumumkan rencana ambisius untuk membangun pabrik baja baru dengan kapasitas produksi mencapai 3 juta ton per tahun. Proyek strategis ini dijadwalkan akan memasuki tahap peletakan batu pertama (groundbreaking) pada Maret 2026.
Langkah ini merupakan bagian dari roadmap besar Danantara untuk memperkuat sektor hulu (upstream) industri baja sekaligus menekan ketergantungan Indonesia terhadap produk impor yang selama ini masih mendominasi pasar domestik.
Baca JugaAstra Infra Catat 5,3 Juta Kendaraan Melintasi Tol Selama Lebaran 2026
Intervensi Strategis dan Pemulihan Krakatau Steel
Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, menjelaskan bahwa pengembangan industri baja adalah fokus utama tahun ini. Selain membangun pabrik baru, Danantara juga tengah melakukan intervensi intensif untuk memulihkan kesehatan finansial sang raksasa baja nasional, PT Krakatau Steel Tbk (KRAS).
"Sebenarnya ke depan kita ingin industri kita bertumbuh dan berkembang dengan baik. Karena itu beberapa proyek sedang kami lakukan, berkaitan dengan baja, termasuk perbaikan terhadap Krakatau Steel. Krakatau Steel hari ini sudah memasuki fase menuju sehat secara finansial," ujar Dony dalam rapat kerja bersama Komisi VI DPR RI di Jakarta.
Memperkuat Rantai Pasok Nasional
Danantara tidak hanya mengincar produksi baja mentah, tetapi juga mendorong industrialisasi di sektor-sektor pengguna baja, seperti perkapalan dan perkeretaapian. Dengan kapasitas tambahan 3 juta ton, Danantara berharap rantai pasok industri turunan di dalam negeri dapat terpenuhi secara mandiri.
Namun, Dony menekankan bahwa keberhasilan proyek ini sangat bergantung pada dukungan regulasi pemerintah. Perlindungan terhadap industri baja dalam negeri dinilai krusial agar mampu bersaing dengan gempuran produk luar negeri.
Misi Pengurangan Impor
Kebutuhan baja nasional yang terus meningkat seiring masifnya pembangunan infrastruktur menjadi momentum bagi Danantara untuk mengambil peran lebih besar. Melalui pabrik baru ini, Indonesia diharapkan tidak hanya menjadi pasar, tetapi juga pemain utama di industri hulu baja.
Upaya Danantara ini menjadi sinyal positif bagi para pelaku pasar bahwa konsolidasi aset negara di bawah lembaga pengelola investasi baru ini mulai membuahkan hasil nyata dalam bentuk proyek strategis yang konkret.
Regan
teropongbisnis.id adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Pink Moon April 2026 Muncul Rabu Malam, BRIN Jelaskan Waktu dan Cara Melihatnya
- Selasa, 31 Maret 2026
Ditjenpas Siap Terapkan WFH Sesuai Regulasi Pemerintah Pusat Secara Bertahap
- Selasa, 31 Maret 2026
Garuda Indonesia Setop Rute Jakarta Bengkulu, Ini Alasan Resmi Kemenhub
- Selasa, 31 Maret 2026
Berita Lainnya
Pelni Dorong Efisiensi Logistik Dengan Diskon Tarif Kontainer Pascaleberan Lebaran
- Selasa, 31 Maret 2026
Jasa Raharja Tingkatkan Perlindungan Korban Kecelakaan Selama Arus Mudik Lebaran
- Selasa, 31 Maret 2026
Mitra Keluarga Cetak Laba Bersih Rp1,36 Triliun di 2025, Tumbuh 19,05 Persen
- Selasa, 31 Maret 2026













.jpg)