Sinergi BUMN dan Danantara: Mengawal Reformasi Total demi Kredibilitas Pasar Modal Nasional
- Senin, 02 Februari 2026
JAKARTA - Dinamika yang terjadi di sektor pasar modal Indonesia belakangan ini, termasuk perombakan struktural pada level kepemimpinan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Self-Regulatory Organization (SRO), dipandang sebagai sebuah titik balik positif.
CEO Danantara Indonesia sekaligus Menteri Investasi dan Hilirisasi, Rosan Roeslani, menegaskan bahwa situasi ini merupakan momentum emas untuk mengakselerasi penguatan regulasi, transparansi, serta tata kelola di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Sebagai pemegang peran krusial yang menyumbang hampir 30% dari total kapitalisasi pasar, sektor Badan Usaha Milik Negara (BUMN) memiliki urgensi tinggi untuk memastikan terciptanya ekosistem pasar yang kredibel dan stabil.
Baca JugaEkspansi MRT Timur Barat Jadi Magnet Baru Properti Blok M Hingga Balaraja
Dukungan Penuh BUMN Terhadap Inisiatif OJK
Rosan mengungkapkan bahwa BUMN tidak hanya sekadar menjadi penonton, melainkan pendukung utama di balik agenda reformasi yang sedang dirancang oleh OJK bersama SRO (BEI, KSEI, dan KPEI). Langkah ini diyakini menjadi kunci untuk menarik minat serta meningkatkan kepercayaan investor, baik dari skala domestik maupun global.
Pasar Modal sebagai Pilar Strategis Ekonomi Nasional
Bukan sekadar tempat transaksi saham, pasar modal memiliki peran vital dalam struktur produk domestik bruto (PDB) Indonesia. Rosan memaparkan rincian kontribusi ekonomi sebagai berikut:
Konsumsi Domestik: Berkontribusi sebesar 53%-54% terhadap pertumbuhan ekonomi.
Investasi (termasuk Pasar Modal): Menggerakkan sekitar 28%-29% dari roda ekonomi nasional.
Dengan porsi yang signifikan tersebut, menjaga kredibilitas dan keberlanjutan pasar modal menjadi harga mati bagi stabilitas ekonomi jangka panjang.
Filosofi Pembentukan Harga yang Sehat dan Transparan
Salah satu poin penting yang disoroti Rosan adalah integritas pembentukan harga saham. Menurutnya, valuasi yang tinggi bukanlah sebuah masalah, asalkan lahir dari mekanisme pasar yang murni berdasarkan keseimbangan demand and supply.
Ia memberikan ilustrasi melalui perusahaan global:
Bagi Danantara, indikator kemajuan pasar modal tidak boleh hanya terpaku pada angka kapitalisasi atau nilai transaksi harian, melainkan harus mencakup kualitas pasar yang mencerminkan integritas harga, likuiditas yang dalam, serta tata kelola yang kokoh.
Membidik Kepercayaan Indeks Internasional (MSCI)
Reformasi total yang tengah disiapkan, termasuk delapan langkah strategis yang akan diumumkan OJK, diproyeksikan mampu memperkuat posisi Indonesia di mata penyedia indeks internasional seperti MSCI. Dengan membebaskan industri dari potensi benturan kepentingan dan memperkuat pengawasan pada KSEI serta KPEI, Indonesia berpeluang mendapatkan aliran modal asing yang lebih konsisten.
Rosan optimistis bahwa fondasi industri keuangan nasional yang lebih kuat akan terbangun melalui langkah-langkah berani ini, mengubah tekanan pasar saat ini menjadi pondasi pertumbuhan yang organik dan berkelanjutan.
Regan
teropongbisnis.id adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Gen Z Jangan FOMO! Ini Risiko Ambil KPR Tanpa Hitung Daya Beli di Tahun 2026
- Jumat, 06 Februari 2026
Bank Jateng Perluas KPR Subsidi di Batang: Gandeng 40 Pengembang untuk Hunian MBR
- Jumat, 06 Februari 2026
Analisis Saham Sektor Konsumsi: Strategi Investasi ICBP, SIDO, dan CMRY di Tahun 2026
- Jumat, 06 Februari 2026
Berita Lainnya
Indomobil eMotor Perkuat Pasar Motor Listrik Nasional Lewat Peluncuran QT Series Terbaru
- Jumat, 06 Februari 2026
Linktown Relokasi Kantor Surabaya Perkuat Ekspansi Pasar Properti Jawa Timur Nasional
- Jumat, 06 Februari 2026
Ciputra Fokus Optimalkan Mal Eksisting Saat Pasokan Baru Terbatas 2026
- Jumat, 06 Februari 2026
Tokopedia dan TikTok Shop Dorong Penjual Affiliate Menembus Pasar Global
- Jumat, 06 Februari 2026












