Esa Medika Siapkan Ekspansi di Sektor Alat Kesehatan Domestik
JAKARTA – PT Esa Medika Mandiri tengah mematangkan berbagai program ekspansi di sektor alat kesehatan domestik usai berhasil menyuplai kebutuhan lebih dari 200 rumah sakit di Indonesia selama lebih dari 25 tahun berkiprah.
Direktur Utama PT Esa Medika Mandiri, Florian Chris Widjaja, mengungkapkan bahwa konsistensi dalam merajut kemitraan jangka panjang bersama berbagai fasilitas medis dan instansi terkait menjadi pilar utama perjalanan perusahaan yang telah melampaui dua dekade ini.
Kepercayaan terhadap kapabilitas perusahaan dalam menghadirkan solusi alat kesehatan tepercaya dibuktikan melalui basis pelanggan yang mencakup instansi pemerintah, organisasi internasional, hingga jaringan rumah sakit swasta.
Sebagaimana dilansir dari berita sumber, Florian Chris Widjaja menyatakan, “Selama lebih dari 25 tahun, PT Esa Medika Mandiri tumbuh dengan berfokus pada kebutuhan fasilitas kesehatan di Indonesia, terutama pada layanan-layanan kritikal yang membutuhkan keandalan produk, ketepatan layanan, dan kesinambungan dukungan operasional. Perseroan telah melayani lebih dari 200 Mitra rumah sakit di seluruh Indonesia,” ujarnya dalam keterangan resmi, Kamis (11/6/2026).
Florian menguraikan bahwa pihak perusahaan akan terus memperkokoh pilar bisnisnya melalui integrasi sektor distribusi, manufaktur, serta kolaborasi strategis demi memanfaatkan momentum pertumbuhan industri kesehatan di dalam negeri.
Semenjak beroperasi pada tahun 2000, Esa Medika telah bertransformasi dari sekadar distributor alat kesehatan menjadi penyedia solusi kesehatan terpadu dengan sokongan jaringan logistik berskala nasional.
Memasuki tahun 2026, operasional perusahaan didukung oleh 1 kantor pusat, 2 unit pabrik manufaktur, 4 kantor perwakilan yang berlokasi di Semarang, Medan, Bandung, dan Surabaya, beserta tim tenaga penjualan yang tersebar luas di seluruh wilayah Indonesia.
Fokus portofolio bisnis perusahaan tertuju pada penyediaan perangkat medis kategori capital equipment yang diperuntukkan bagi penggunaan jangka panjang di fasilitas kesehatan, khususnya untuk keperluan ruang operasi, unit perawatan intensif (ICU), serta instalasi gawat darurat (IGD).
Adapun jenis produk yang disediakan meliputi instrumen bedah, electrosurgery unit, lampu operasi dan pemeriksaan, sistem bedah minimal invasif, ventilator, anesthesia machine, serta beraneka ragam perangkat medis penunjang layanan kesehatan kritikal lainnya.
Guna melengkapi lini bisnis distribusi, Esa Medika turut meningkatkan kapasitas produksi dalam negeri lewat pendirian pabrik di Solo pada 2020 dan di Cikupa pada 2023.
Kedua fasilitas produksi ini pun telah mengantongi sertifikasi Cara Pembuatan Alat Kesehatan yang Baik (CPAKB) resmi dari Kementerian Kesehatan.
Dalam rekam jejaknya, perusahaan juga aktif berpartisipasi pada pelbagai proyek kesehatan berskala besar yang didanai oleh lembaga multilateral.
Beberapa di antaranya meliputi proyek Islamic Development Bank (IsDB) di Universitas Sumatera Utara pada 2013, Universitas Sebelas Maret dan Universitas Andalas pada 2016.
Ditambah lagi proyek di Universitas Sultan Ageng Tirtayasa pada 2021, RS Vertikal Makassar dan RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo pada 2024, serta RS Vertikal Surabaya pada 2025.
Florian Chris Widjaja berpandangan bahwa pasar alat kesehatan di tanah air masih menyimpan potensi pertumbuhan jangka panjang yang sangat cerah, beriringan dengan upaya peningkatan kapasitas layanan kesehatan nasional.
Oleh sebab itu, pihak manajemen berkomitmen untuk terus melebarkan sayap distribusi, menggenjot kapasitas manufaktur, sekaligus mempererat kerja sama global bersama mitra internasional dalam pengembangan teknologi alat kesehatan.