Rupiah Menguat Pagi Ini ke Rp 16.772 Per Dolar AS, Asia Kompak Naik

Rabu, 11 Februari 2026 | 14:09:38 WIB
Rupiah Menguat Pagi Ini ke Rp 16.772 Per Dolar AS, Asia Kompak Naik

JAKARTA - Nilai tukar rupiah kembali menunjukkan penguatan pada awal perdagangan Rabu, 11 Februari 2026. 

Mata uang Garuda dibuka di level Rp 16.772 per dolar AS, naik 0,23 persen dibanding penutupan Selasa di Rp 16.811. Tren positif rupiah ini sejalan dengan mayoritas mata uang Asia yang juga terapresiasi pagi ini.

Penguatan rupiah didorong oleh sentimen positif dari melemahnya data penjualan ritel Amerika Serikat, yang membuat dolar AS sedikit tertekan. Kondisi ini memberikan ruang bagi rupiah untuk menguat meski sentimen hawkish dari pejabat Federal Reserve masih membayangi pergerakan mata uang global.

Investor cenderung bersikap hati-hati menjelang rilis data Non-Farm Payrolls (NFP) AS malam ini. Pergerakan rupiah dan mata uang Asia lainnya diperkirakan masih berada dalam rentang terbatas karena ketidakpastian pasar menunggu data ketenagakerjaan AS yang dapat mempengaruhi arah dollar lebih jelas.

Meski penguatan pagi ini positif, analis menyarankan investor tetap memperhatikan level support dan resistance rupiah untuk memanfaatkan momentum sementara dan mengantisipasi volatilitas yang tinggi.

Pergerakan Mata Uang Asia Menguat Bersamaan Rupiah

Selain rupiah, sejumlah mata uang Asia juga menunjukkan apresiasi pagi ini. Yen Jepang menjadi yang terapresiasi paling tinggi dengan kenaikan 0,27 persen, diikuti baht Thailand naik 0,21 persen.

Dolar Taiwan menguat 0,16 persen, sementara peso Filipina naik 0,15 persen. Won Korea Selatan terapresiasi 0,09 persen, menandakan optimisme investor regional terhadap aset Asia pagi ini.

Dolar Hongkong dan dolar Singapura hanya naik tipis masing-masing 0,03 persen dan 0,02 persen. Kenaikan ini menunjukkan tren apresiasi yang lebih stabil dibandingkan beberapa mata uang utama yang bergerak fluktuatif.

Investor di Asia memantau pergerakan mata uang regional sebagai indikator sentimen pasar global. Pergerakan positif ini juga memberikan sinyal bahwa rupiah tidak bergerak sendirian dan mendapat dukungan dari tren regional.

Mata Uang Asia yang Melemah Tipis

Di sisi lain, beberapa mata uang Asia mengalami koreksi tipis pagi ini. Ringgit Malaysia tercatat menjadi mata uang dengan pelemahan terdalam, turun 0,07 persen.

Yuan China melemah 0,04 persen terhadap dolar AS. Pergerakan ini terjadi meski sebagian besar kawasan Asia mencatat apresiasi, menunjukkan dinamika perdagangan dan tekanan domestik masing-masing negara.

Kondisi ini menuntut investor untuk memperhatikan risiko yang mungkin muncul dari fluktuasi mata uang regional. Pelemahan tipis ini biasanya tidak mengubah arah fundamental pasar secara signifikan.

Investor disarankan memanfaatkan peluang pada mata uang yang terapresiasi, sambil tetap memonitor sentimen global yang dapat mempengaruhi pergerakan regional secara cepat.

Sentimen Pasar dan Faktor Penggerak Rupiah

Penguatan rupiah pagi ini tidak lepas dari kombinasi faktor global dan domestik. Melemahnya data penjualan ritel AS memberi ruang bagi mata uang Asia, termasuk rupiah, untuk terapresiasi terhadap dolar.

Namun, dukungan dolar AS dari sentimen hawkish pejabat The Fed membatasi ruang penguatan lebih besar. Investor tetap bersikap hati-hati karena volatilitas dapat meningkat menjelang rilis data NFP AS malam ini.

Sentimen positif di Asia pagi ini juga diperkuat oleh stabilitas harga komoditas dan optimisme pasar terhadap pemulihan ekonomi regional. Kondisi ini memberikan momentum bagi rupiah untuk melanjutkan penguatan di sesi perdagangan awal.

Pemantauan data ekonomi global tetap penting untuk menentukan strategi trading jangka pendek maupun menengah.

Strategi Investor di Tengah Volatilitas Mata Uang

Di tengah pergerakan mata uang yang masih fluktuatif, investor disarankan untuk menerapkan strategi konservatif. Memantau range rupiah Rp 16.750 hingga Rp 16.850 per dolar AS menjadi acuan penting.

Penguatan rupiah pagi ini bisa dimanfaatkan sebagai momentum untuk transaksi jangka pendek. Namun, tetap diperlukan manajemen risiko yang baik, termasuk diversifikasi portofolio mata uang dan pemantauan pergerakan pasar secara real-time.

Investor jangka panjang juga perlu mempertimbangkan eksposur terhadap dolar AS dan mata uang regional lainnya, sambil menunggu kepastian arah pasar pasca-rilis NFP AS malam ini.

Kesimpulan Penguatan Rupiah dan Tren Asia

Rupiah pagi ini menguat ke level Rp 16.772 per dolar AS, didukung apresiasi mata uang Asia lainnya. Meskipun ruang penguatan terbatas, momentum ini mencerminkan optimisme pasar terhadap stabilitas regional.

Pergerakan rupiah dan mata uang Asia lainnya menjadi indikator penting bagi investor untuk mengambil keputusan trading. Memantau level support-resistance serta sentimen global tetap menjadi kunci strategi di tengah volatilitas pasar.

Terkini