Perusahaan Aset Jumbo Bersiap Melantai di Bursa Efek Indonesia pada Semester I 2025
- Jumat, 28 Februari 2025
JAKARTA - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mengumumkan bahwa salah satu perusahaan dengan aset besar atau lighthouse company akan segera mencatatkan saham perdana (initial public offering/IPO) pada Semester I tahun 2025.
Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna, mengungkapkan bahwa perusahaan tersebut telah masuk dalam pipeline IPO dan dijadwalkan untuk melantai pada semester awal tahun ini.
"Ya, akan melantai di semester satu," ujar Nyoman dalam pernyataannya kepada wartawan di Gedung BEI, Jakarta.
Baca JugaPanduan Tabel Angsuran KUR BNI 2026 Beserta Syarat Pengajuan Lengkap
Nyoman menambahkan bahwa perusahaan dengan aset besar tersebut berasal dari sektor pertambangan. "Perusahaan ini berasal dari sektor mining dan sudah berada dalam pipeline kami," jelasnya.
Saat ini, terdapat 20 perusahaan yang tengah mengantre untuk mencatatkan sahamnya di BEI. Dari jumlah tersebut, 19 perusahaan merupakan entitas dengan aset besar.
Berdasarkan data BEI yang mengacu pada Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 53/POJK.04/2017, satu perusahaan dalam pipeline tercatat sebagai perusahaan berskala menengah dengan aset antara Rp 50 miliar hingga Rp 250 miliar. Sementara itu, 19 perusahaan lainnya memiliki aset di atas Rp 250 miliar.
Berikut distribusi perusahaan yang tengah mengantre IPO berdasarkan sektor usahanya:
2 perusahaan dari sektor material dasar
0 perusahaan dari sektor konsumer siklikal
6 perusahaan dari sektor konsumer non-siklikal
3 perusahaan dari sektor energi
1 perusahaan dari sektor finansial
3 perusahaan dari sektor kesehatan
4 perusahaan dari sektor industri
0 perusahaan dari sektor infrastruktur
0 perusahaan dari sektor properti dan real estate
0 perusahaan dari sektor teknologi
1 perusahaan dari sektor transportasi dan logistik
BEI terus mendorong pertumbuhan pasar modal Indonesia dengan menarik lebih banyak perusahaan untuk mencatatkan sahamnya. Diharapkan langkah ini dapat meningkatkan likuiditas pasar serta memberikan lebih banyak pilihan investasi bagi para investor.
(kkz/kkz)
Kevin Khanza
teropongbisnis.id adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Pink Moon April 2026 Muncul Rabu Malam, BRIN Jelaskan Waktu dan Cara Melihatnya
- Selasa, 31 Maret 2026
Ditjenpas Siap Terapkan WFH Sesuai Regulasi Pemerintah Pusat Secara Bertahap
- Selasa, 31 Maret 2026
Garuda Indonesia Setop Rute Jakarta Bengkulu, Ini Alasan Resmi Kemenhub
- Selasa, 31 Maret 2026
Berita Lainnya
Belanja Online Ramadan 2026: Fashion Menjadi Primadona dan Produk Premium
- Selasa, 31 Maret 2026
Bank Jatim Catat Pertumbuhan Kinerja dan Laba Menguat Sepanjang Tahun 2025
- Selasa, 31 Maret 2026
5,5 Juta Wajib Pajak Belum Lapor SPT, Ini Panduan dan Contoh Isi Coretax
- Selasa, 31 Maret 2026













.jpg)