Rabu, 01 April 2026

BEI dan OJK Akan Kumpulkan Pelaku Pasar Modal Bahas Penurunan IHSG

BEI dan OJK Akan Kumpulkan Pelaku Pasar Modal Bahas Penurunan IHSG
Foto: Illustrasi IHSG

JAKARTA - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) akan mengadakan pertemuan dengan para pelaku pasar modal pada Senin, 3 Maret 2025. Langkah ini bertujuan untuk membahas penurunan signifikan yang dialami Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dalam beberapa waktu terakhir.

Direktur Utama PT BEI, Iman Rachman, menyatakan bahwa pihaknya akan mengumpulkan pelaku pasar modal untuk berdiskusi mengenai berbagai langkah strategis yang dapat dilakukan guna meningkatkan kembali kinerja indeks. Sebagai Self Regulatory Organization (SRO), BEI memiliki tanggung jawab dalam menerapkan kebijakan yang dapat menjaga stabilitas pasar modal.

“Kami akan berdiskusi dengan pelaku pasar mengenai langkah-langkah yang bisa diambil. Saat membuat kebijakan, kami harus melibatkan mereka. Namun yang pasti, kami tidak tinggal diam menghadapi kondisi ini,” ujar Iman dalam konferensi pers di Gedung BEI, Jakarta.

Baca Juga

Panduan Tabel Angsuran KUR BNI 2026 Beserta Syarat Pengajuan Lengkap

Menurut Iman, IHSG mengalami tekanan sepanjang pekan terakhir dengan koreksi sebesar 4,67%. Ia mengidentifikasi tiga faktor utama yang berkontribusi terhadap pelemahan ini, yaitu faktor global, domestik, dan kondisi korporasi.

Dari sisi global, ketidakpastian ekonomi yang dipicu oleh terpilihnya kembali Donald Trump sebagai Presiden Amerika Serikat menjadi salah satu faktor utama. Kebijakan perang tarif yang diterapkan pemerintah AS mendorong investor asing untuk mengalihkan modalnya ke negara tersebut.

“Saat ini, investor asing lebih memilih masuk ke pasar AS. Kebijakan tarif yang diterapkan sebelumnya, seperti terhadap Meksiko dan Kanada, masih menjadi ancaman bagi pasar global. Hal ini berdampak pada aliran modal ke Indonesia,” jelas Iman.

Dampak dari kondisi tersebut terlihat pada aksi jual bersih investor asing yang mencapai Rp 19 triliun sepanjang 2025 secara year-to-date (ytd).

Dengan pertemuan yang akan digelar awal pekan depan, BEI dan OJK berharap dapat menyusun strategi bersama para pelaku pasar guna memitigasi dampak pelemahan IHSG serta menjaga stabilitas pasar modal Indonesia.

(kkz/kkz)

Kevin Khanza

Kevin Khanza

teropongbisnis.id adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Belanja Online Ramadan 2026: Fashion Menjadi Primadona dan Produk Premium

Belanja Online Ramadan 2026: Fashion Menjadi Primadona dan Produk Premium

IHSG Selasa 31 Maret 2026 Dibuka Menguat Seiring Sentimen Positif

IHSG Selasa 31 Maret 2026 Dibuka Menguat Seiring Sentimen Positif

Bank Jatim Catat Pertumbuhan Kinerja dan Laba Menguat Sepanjang Tahun 2025

Bank Jatim Catat Pertumbuhan Kinerja dan Laba Menguat Sepanjang Tahun 2025

5,5 Juta Wajib Pajak Belum Lapor SPT, Ini Panduan dan Contoh Isi Coretax

5,5 Juta Wajib Pajak Belum Lapor SPT, Ini Panduan dan Contoh Isi Coretax

Ekonomi RI Kuartal I 2026 Diproyeksi Tumbuh 5,05 Persen, Konsumsi Ramadan Jadi Penopang

Ekonomi RI Kuartal I 2026 Diproyeksi Tumbuh 5,05 Persen, Konsumsi Ramadan Jadi Penopang