Minggu, 08 Februari 2026

Koperasi Dorong Pemberdayaan Ekonomi Penyandang Disabilitas

Koperasi Dorong Pemberdayaan Ekonomi Penyandang Disabilitas
Koperasi Dorong Pemberdayaan Ekonomi Penyandang Disabilitas

JAKARTA - Menteri Koperasi, Ferry Juliantono, menegaskan peran penting koperasi dalam mendorong kemandirian ekonomi penyandang disabilitas.

Menurutnya, koperasi tidak hanya mengorganisir usaha komunitas, tetapi juga meningkatkan daya saing anggotanya di pasar.

“Dengan koperasi, penyandang disabilitas bisa lebih mandiri dan berdaya saing,” kata Ferry, Senin (8/12/2025) di Jakarta.
Semangat kesetaraan menjadi landasan penting dalam membangun akses ekonomi bagi seluruh masyarakat, termasuk mereka yang memiliki keterbatasan fisik.

Baca Juga

ASN Kementerian ESDM Perkuat Tata Kelola Tambang Lewat Big Data

Kesetaraan dan Akses Ekonomi

Menkop Ferry menekankan bahwa semua orang memiliki hak yang sama untuk mengembangkan bakat dan kehidupan.
“Semua orang dilahirkan di dunia dalam keadaan yang sama. Ini membuat kita sadar untuk saling membantu,” ujarnya.

Ia berharap koperasi dapat menjadi wadah yang memberikan akses lebih luas bagi penyandang disabilitas untuk mengembangkan kemampuan mereka.
Inisiatif ini sejalan dengan upaya pemerintah mendorong inklusi ekonomi bagi semua lapisan masyarakat.

Contoh Inspiratif Koperasi Tunanetra

Ferry menyoroti koperasi penyandang tunanetra yang memproduksi Alquran braille dan menyumbangkannya ke masjid-masjid sebagai contoh keberhasilan berbasis komunitas.

Menurutnya, model seperti ini menunjukkan bagaimana komunitas disabilitas bisa bersinergi dengan banyak pihak melalui koperasi.

“Beberapa waktu lalu kami didatangi koperasi penyandang tunanetra. Mereka memproduksi Alquran braille dan menyumbangkannya ke masjid. Basis komunitas seperti ini cocok bila punya koperasi,” jelas Menkop Ferry.

Koperasi sebagai Motor Ekonomi Inklusif

Ferry menekankan bahwa koperasi berbasis komunitas dapat menjadi motor penggerak ekonomi inklusif.
Dengan dukungan kementerian terkait, produk-produk yang dihasilkan komunitas disabilitas bisa dikembangkan lebih luas dan bermanfaat bagi masyarakat umum.

“Apa yang dilakukan koperasi tunanetra itu bisa menjadi pembelajaran bagi kita semua. Basis komunitas bisa didorong untuk punya koperasi agar produk yang dihasilkan teman-teman disabilitas dapat berkembang,” tambahnya.

Koperasi ini diharapkan tidak hanya menjadi sarana ekonomi, tetapi juga platform sosial yang memperkuat solidaritas dan kemandirian komunitas penyandang disabilitas.

Wildan Dwi Aldi Saputra

Wildan Dwi Aldi Saputra

teropongbisnis.id adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Investasi & Geopolitik: India Pangkas Pembelian Minyak Rusia, AS Siap Ambil Alih Pasar?

Investasi & Geopolitik: India Pangkas Pembelian Minyak Rusia, AS Siap Ambil Alih Pasar?

Teknologi Truk Listrik Otonomos China Revolusi Tambang Ramah Lingkungan

Teknologi Truk Listrik Otonomos China Revolusi Tambang Ramah Lingkungan

Standar Baru Industri Nikel: MMP Prioritaskan K3 dan Operasi Berkelanjutan

Standar Baru Industri Nikel: MMP Prioritaskan K3 dan Operasi Berkelanjutan

Prabowo-Albanese Perkuat Kemitraan Strategis Hilirisasi dan Ketahanan Pangan

Prabowo-Albanese Perkuat Kemitraan Strategis Hilirisasi dan Ketahanan Pangan

Rahasia Menjaga SoH Baterai Mobil Listrik di Musim Hujan 2026

Rahasia Menjaga SoH Baterai Mobil Listrik di Musim Hujan 2026