Jumat, 06 Februari 2026

Rahasia Menjaga SoH Baterai Mobil Listrik di Musim Hujan 2026

Rahasia Menjaga SoH Baterai Mobil Listrik di Musim Hujan 2026
Rahasia Menjaga SoH Baterai Mobil Listrik di Musim Hujan 2026

JAKARTA - Cuaca ekstrem yang melanda Indonesia sepanjang musim hujan 2026 menjadi tantangan tersendiri bagi para pemilik kendaraan listrik (Electric Vehicle/EV). Di tengah tingginya intensitas curah hujan yang sering kali memicu genangan air di berbagai ruas jalan, kekhawatiran mengenai daya tahan baterai menjadi isu utama. Meskipun teknologi otomotif masa kini telah melengkapi unit EV dengan perlindungan tingkat tinggi, pemahaman mengenai manajemen perawatan tetap menjadi kunci agar nilai investasi kendaraan tidak merosot akibat penurunan kesehatan baterai yang prematur.

Menjaga State of Health (SoH) atau kesehatan baterai mobil listrik (EV) saat musim hujan 2026, terutama saat terpaksa melewati genangan air, sangat krusial untuk mencegah penurunan performa jangka panjang. Kesehatan baterai yang terjaga bukan hanya menjamin jarak tempuh yang stabil, tetapi juga memastikan nilai jual kembali kendaraan tetap kompetitif di masa depan.

Memahami Standar Ketahanan Air IP67 dan IP68 pada EV

Baca Juga

ASN Kementerian ESDM Perkuat Tata Kelola Tambang Lewat Big Data

Salah satu miskonsepsi yang sering terjadi adalah anggapan bahwa mobil listrik sepenuhnya kedap air dalam segala kondisi. Padahal, perlindungan tersebut memiliki batasan fungsional tertentu yang harus dipahami pengemudi. Meskipun baterai EV didesain kedap air (standar IP67/IP68), paparan berlebih tetap berisiko, terutama pada konektor dan sistem pendingin kendaraan. Standar ini memang memungkinkan baterai terendam air pada kedalaman tertentu dalam waktu singkat, namun tekanan air saat mobil melaju di genangan dapat memberikan beban tambahan pada segel pelindung.

Risiko Paparan Air Terhadap Konektor dan Sistem Pendingin

Di musim hujan dan suhu yang lebih dingin di beberapa wilayah Indonesia. Bagi pengguna mobil listrik, kondisi ini bisa berdampak pada performa baterai, yang merupakan komponen utama dalam kendaraan listrik seperti MG 4 EV dan New MG ZS EV. Komponen pendingin baterai yang biasanya terletak di bagian bawah kendaraan menjadi bagian yang paling rentan jika terkena hantaman air atau kotoran saat melewati genangan. Lumpur atau sampah yang terbawa air dapat menyumbat saluran pendingin, yang jika dibiarkan, akan mengganggu regulasi suhu baterai saat sedang dioperasikan atau diisi daya.

Pengaruh Suhu Lingkungan dan Kelembapan Terhadap Efisiensi

Baterai mobil listrik sangat dipengaruhi oleh suhu lingkungan, tingkat kelembapan, serta cara pengisian daya. Udara yang lembap dan dingin di musim hujan dapat memengaruhi reaksi kimia di dalam sel baterai. Jika tidak dirawat dengan baik, musim hujan dapat menyebabkan penurunan efisiensi baterai, waktu pengisian yang lebih lama, hingga berkurangnya jarak tempuh. Hal ini terjadi karena sistem manajemen baterai (Battery Management System/BMS) harus bekerja lebih ekstra untuk menjaga suhu operasional optimal di tengah cuaca yang tidak menentu.

Langkah Strategis Pengisian Daya di Kondisi Lembap

Selain faktor berkendara, proses pengisian daya di musim hujan juga memerlukan perhatian khusus. Kelembapan tinggi pada lubang pengisian (charging port) dapat memicu terjadinya korsleting ringan atau kegagalan komunikasi antara pengisi daya dan kendaraan. Pengguna disarankan untuk memastikan area soket selalu kering sebelum menyambungkan kabel charger. Langkah-langkah preventif ini sangat menentukan apakah SoH baterai dapat bertahan di angka 90-100% dalam jangka waktu yang lama.

Oleh karena itu, penting untuk mengetahui cara menjaga baterai mobil listrik tetap optimal selama musim hujan akhir tahun. Berikut adalah beberapa tips terbaik untuk merawat baterai mobil listrik di musim hujan:

Hindari Genangan Melebihi Batas Aman: Meskipun memiliki sertifikasi IP, usahakan tidak melewati genangan yang merendam lebih dari setengah tinggi roda untuk menjaga konektor tetap kering.

Segera Cuci Mobil Setelah Terkena Genangan: Air hujan dan air genangan seringkali mengandung zat korosif atau lumpur yang dapat merusak sistem pendingin baterai jika mengering di area tersebut.

Perhatikan Lokasi Pengisian Daya: Gunakan tempat pengisian daya yang terlindung dari air hujan langsung guna menghindari risiko rembesan air pada sistem kelistrikan.

Pantau Suhu Baterai Melalui Dashboard: Pastikan BMS bekerja normal dan tidak ada indikator peringatan suhu yang muncul setelah mobil melewati area basah.

Dengan menerapkan pemeliharaan yang disiplin, tantangan musim hujan di tahun 2026 tidak akan menjadi penghalang bagi kenyamanan berkendara dengan mobil listrik. Menjaga SoH bukan sekadar tentang fungsionalitas, melainkan tentang menjaga jantung dari kendaraan masa depan Anda agar tetap sehat dan andal di segala medan.

David

David

teropongbisnis.id adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Investasi & Geopolitik: India Pangkas Pembelian Minyak Rusia, AS Siap Ambil Alih Pasar?

Investasi & Geopolitik: India Pangkas Pembelian Minyak Rusia, AS Siap Ambil Alih Pasar?

Teknologi Truk Listrik Otonomos China Revolusi Tambang Ramah Lingkungan

Teknologi Truk Listrik Otonomos China Revolusi Tambang Ramah Lingkungan

Standar Baru Industri Nikel: MMP Prioritaskan K3 dan Operasi Berkelanjutan

Standar Baru Industri Nikel: MMP Prioritaskan K3 dan Operasi Berkelanjutan

Prabowo-Albanese Perkuat Kemitraan Strategis Hilirisasi dan Ketahanan Pangan

Prabowo-Albanese Perkuat Kemitraan Strategis Hilirisasi dan Ketahanan Pangan

Pencegahan Gratifikasi Diperkuat Menaker demi Jaga Kepercayaan Publik dan Keadilan

Pencegahan Gratifikasi Diperkuat Menaker demi Jaga Kepercayaan Publik dan Keadilan