Mandiri Debit Gold Visa Minimal Saldo Berapa? Wajib Tahu Ini!
- Sabtu, 07 Februari 2026
Jakarta - Mandiri debit Gold Visa minimal saldo sering kali jadi hal yang luput diperhatikan saat rekening digunakan sehari-hari.
Banyak orang baru sadar pentingnya saldo minimum ketika dana di tabungan berkurang tanpa disadari karena tidak memenuhi ketentuan yang berlaku.
Bagi pengguna Mandiri Gold, memahami batas saldo yang harus dijaga sangat penting agar rekening tetap lancar, terhindar dari potongan, dan bisa digunakan tanpa kendala, terutama terkait aturan Mandiri debit Gold Visa minimal saldo.
Baca JugaDukung Pembangunan Berkelanjutan, Perbankan Gencar Akselerasi Digitalisasi UMKM
Mandiri Debit Gold Visa Minimal Saldo Berapa?
Bagi nasabah Bank Mandiri yang menggunakan tabungan dengan kartu debit Mandiri Gold, baik berlogo GPN maupun VISA, terdapat ketentuan saldo yang wajib dijaga.
Rekening harus menyisakan dana minimal sebesar Rp100.000 sebagai saldo mengendap agar tetap aktif.
Dana ini tidak dapat digunakan sepenuhnya untuk transaksi harian. Jika saldo turun di bawah jumlah tersebut, rekening bisa dikenai biaya tambahan atau mengalami gangguan transaksi.
Oleh karena itu, memahami aturan mandiri debit gold visa minimal saldo sangat penting agar penggunaan rekening tetap aman dan lancar.
Jika dilihat dari ketentuan saldo mengendap, beberapa jenis tabungan Bank Mandiri memiliki aturan yang berbeda. Mandiri Gold mensyaratkan saldo minimum sebesar Rp100.000.
Ketentuan yang sama juga berlaku untuk Mandiri Silver dan Mandiri Platinum, di mana masing-masing rekening harus menjaga saldo minimal Rp100.000 agar tetap aktif.
Sementara itu, untuk Tabungan Payroll Mandiri, batas saldo yang diwajibkan jauh lebih rendah, yaitu hanya Rp10.000, sehingga terasa lebih ringan bagi penggunanya.
Kenapa Ada Saldo Minimum Mandiri Debit Gold Visa?
Saldo minimum bisa dianggap sebagai dana cadangan yang tersimpan di rekening. Tujuannya bukan untuk belanja atau menarik tunai, tetapi sebagai penyangga agar tabungan tetap dalam kondisi aman dan sehat.
Berikut beberapa alasan penting mengapa menjaga saldo minimum pada Mandiri Gold sangat diperlukan:
1. Menjaga Rekening Tetap Aktif (Anti Dormant)
Jika saldo mencapai nol dan tidak ada aktivitas transaksi dalam jangka waktu tertentu, rekening bisa dianggap tidak aktif atau dormant.
Bank biasanya memberikan status “tidak aktif” ketika tidak ada pemasukan atau pengeluaran ditambah saldo yang terlalu kecil.
Dengan adanya saldo minimal Rp100.000, rekening tetap dianggap aktif. Hal ini memungkinkan nasabah menerima transfer, menyetor dana, atau mengaktifkan kembali rekening tanpa perlu membuka rekening baru.
2. Mencegah Saldo Negatif
Setiap bulan biasanya ada biaya administrasi yang otomatis dipotong dari rekening. Jika saldo terlalu tipis, rekening berisiko menjadi negatif. Saldo minimum berfungsi sebagai bantalan atau cadangan.
Dengan begitu, meskipun pengisian saldo jarang dilakukan, dana yang tersisa tetap cukup untuk menutupi potongan rutin dan mencegah rekening langsung masuk ke kondisi minus.
Jika saldo sampai negatif, rekening bisa dibekukan dan nasabah harus menyetor dana tambahan untuk menutup kekurangan, yang tentu merepotkan.
3. Syarat Produk Tabungan
Setiap jenis tabungan Mandiri memiliki ketentuan tersendiri, termasuk besaran saldo minimum yang harus dipertahankan. Contohnya:
- Tabungan Mandiri Gold mensyaratkan saldo minimal sebesar Rp100.000.
- Tabungan Payroll hanya membutuhkan saldo minimal Rp10.000, sehingga lebih fleksibel karena ditujukan untuk karyawan.
- Tabungan Platinum tetap mewajibkan saldo minimum Rp100.000, namun umumnya dilengkapi fasilitas yang lebih eksklusif.
Dengan kata lain, saldo minimum juga bisa dianggap sebagai “aturan tidak tertulis” antara nasabah dan bank.
Ketika kamu memutuskan membuka rekening, itu berarti siap mengikuti ketentuan saldo minimum agar bisa menikmati seluruh fasilitas yang tersedia, mulai dari penggunaan kartu debit, transfer, hingga pembayaran layanan lainnya.
Tips Biar Saldo Mandiri Gold Tetap Aman
Saldo minimum Mandiri Gold bisa diibaratkan sebagai “garis aman” dalam rekeningmu — berguna untuk mencegah rekening menjadi tidak aktif, menghindari saldo negatif, dan memastikan semua transaksi berjalan lancar.
Berikut penjelasan lengkap beserta langkah praktis agar saldo minimal Rp100.000 (angka ilustrasi untuk Mandiri Gold) selalu terjaga dan tidak terpotong secara tak sengaja.
1. Selalu Sisakan Rp200–300 Ribu — Alasan dan Cara Menghitungnya
Saldo minimum hanya angka minimal, bukan dana cadangan. Biaya administrasi bulanan, autodebet langganan, atau transaksi tak terduga bisa membuat saldo turun di bawah batas yang diwajibkan.
Oleh karena itu, sebaiknya menyisakan tambahan supaya rekening tetap “aman”.
Cara menghitung secara praktis:
- Mulai dari saldo minimum (misal Rp100.000)
- Tambahkan perkiraan biaya admin dan autodebet bulanan (misal Rp10.000–50.000)
- Tambahkan buffer darurat untuk antisipasi transaksi tak terduga (misal Rp50.000–150.000)
Contoh: 100.000 + 20.000 + 130.000 ? Rp250.000 ? saldo cukup aman.
Tips: Bulatkan jumlahnya ke angka yang mudah diingat, misal 200 ribu, 250 ribu, atau 300 ribu, agar lebih praktis saat mengecek saldo.
2. Gunakan Auto-Debet atau Scheduled Transfer untuk Menjaga Saldo
Otomatisasi membantu menjaga saldo tetap aman tanpa harus mengecek setiap hari, karena rekening akan terisi secara rutin sesuai jadwal yang ditentukan.
Cara praktis:
- Buka aplikasi Livin’ by Mandiri atau mobile banking, lalu pilih fitur Scheduled Transfer atau Standing Instruction.
- Atur rekening sumber (misal rekening A) menuju rekening Mandiri Gold, tentukan jumlah transfer dan frekuensi, misalnya setiap hari gajian atau mingguan.
- Coba dulu dengan nominal kecil untuk memastikan semuanya berjalan lancar, kemudian naikkan jumlahnya sesuai kebutuhan.
Tips:
- Jika menerima gaji bulanan, atur auto-transfer 1–2 hari setelah gajian.
- Jika pemasukan tidak rutin, lakukan top-up mingguan dengan jumlah kecil, misalnya Rp50.000–100.000.
- Pastikan saldo di rekening sumber cukup agar transfer otomatis tidak gagal dan menghindari potensi biaya tambahan.
3. Pantau Saldo melalui Livin’ by Mandiri dan Atur Notifikasi
Memantau rekening secara rutin membantu mendeteksi transaksi yang mencurigakan atau saldo menipis, sehingga kamu bisa bertindak lebih cepat dan menghindari kepanikan.
Langkah-langkah praktis:
- Aktifkan push notification untuk setiap transaksi dan pemberitahuan saldo rendah jika tersedia.
- Jadwalkan pengecekan saldo secara rutin, misalnya seminggu sekali atau setiap selesai menerima gaji.
- Periksa mutasi rekening dan notifikasi tagihan; jika menemukan autodebet yang tidak dikenal, segera blokir atau konfirmasi dengan bank.
Tips tambahan:
- Gunakan fitur keamanan seperti biometrik atau two-factor authentication (2FA) agar notifikasi dan akses rekening lebih terlindungi.
4. Pisahkan Rekening Harian dan Tabungan (Aturan: Pisah Dompet)
Memisahkan rekening membantu mengontrol pengeluaran lebih mudah sekaligus mencegah penggunaan saldo tabungan secara tidak sengaja.
Cara praktis:
- Miliki dua rekening: satu untuk kebutuhan harian (dilengkapi kartu debit dan e-wallet), dan satu lagi khusus tabungan sebagai tempat menyimpan saldo aman beserta saldo minimal.
- Setiap bulan, transfer jumlah tertentu ke rekening harian sesuai alokasi anggaran mingguan atau bulanan. Sisakan saldo tabungan tetap utuh agar aman.
- Gunakan fitur nickname atau tujuan rekening di aplikasi agar mudah membedakan fungsi masing-masing rekening.
Contoh: Jika gaji Rp5.000.000, transfer Rp1.200.000 ke rekening harian untuk belanja atau transaksi rutin, sementara sisanya tetap berada di rekening tabungan beserta buffer minimal.
Sebagai kesimpulan, untuk Mandiri Gold, saldo minimum yang harus dijaga adalah Rp100.000. Agar lebih aman, sebaiknya selalu menyisakan dana tambahan di atas angka tersebut.
Anggaplah saldo Rp100.000 ini sebagai “dana cadangan” yang tidak boleh digunakan untuk transaksi sehari-hari, sehingga rekening tetap aktif dan terhindar dari potensi masalah sesuai ketentuan mandiri debit gold visa minimal saldo.
Enday Prasetyo
teropongbisnis.id adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Gen Z Jangan FOMO! Ini Risiko Ambil KPR Tanpa Hitung Daya Beli di Tahun 2026
- Jumat, 06 Februari 2026
Bank Jateng Perluas KPR Subsidi di Batang: Gandeng 40 Pengembang untuk Hunian MBR
- Jumat, 06 Februari 2026
Analisis Saham Sektor Konsumsi: Strategi Investasi ICBP, SIDO, dan CMRY di Tahun 2026
- Jumat, 06 Februari 2026
Berita Lainnya
Bank Jateng Perluas KPR Subsidi di Batang: Gandeng 40 Pengembang untuk Hunian MBR
- Jumat, 06 Februari 2026
Analisis Saham Sektor Konsumsi: Strategi Investasi ICBP, SIDO, dan CMRY di Tahun 2026
- Jumat, 06 Februari 2026
Jasindo Syariah Tetap Optimistis Kelola SBSN Seiring Arah Suku Bunga BI
- Jumat, 06 Februari 2026










