JAKARTA - PLN Indonesia Power (PLN IP) melalui Unit Bisnis Pembangkitan Jawa Barat 2 Pelabuhan Ratu (UBP JPR) menanam sorgum di Kampung Cipatuguran, Pelabuhan Ratu, Sukabumi.
Kegiatan ini bertujuan mendorong pemanfaatan energi hijau, ketahanan pangan, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat setempat.
Sorgum dipilih sebagai bahan baku biomassa yang bisa digunakan PLN IP dalam program co-firing di PLTU. Langkah ini memungkinkan pengurangan emisi karbon sekaligus menghadirkan sumber energi alternatif yang lebih ramah lingkungan.
Baca JugaASN Kementerian ESDM Perkuat Tata Kelola Tambang Lewat Big Data
Manfaat Ganda: Energi, Pangan, dan Pakan Ternak
Selain menjadi sumber energi, sorgum juga dapat dimanfaatkan sebagai pangan karena tinggi kandungan nutrisi. Batang dan daun tanaman ini bisa dijadikan pakan ternak, mendukung produktivitas peternakan lokal di sekitar pembangkit.
Pengembangan sorgum menghadirkan peluang ekonomi baru bagi petani, sekaligus memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat setempat.
Peran Sorgum dalam Konservasi Lahan
Sorgum memiliki fungsi sebagai cover crop yang dapat menjaga kesuburan tanah, mencegah erosi, dan memperbaiki kualitas lahan pertanian. Hal ini menjadikan tanaman strategis untuk mendukung transisi energi sekaligus menjaga keberlanjutan ekosistem di wilayah Pelabuhan Ratu.
"Ini bukan sekadar proyek energi hijau, melainkan gerakan transformatif yang membawa manfaat nyata bagi masyarakat Sukabumi dan lingkungan," ujar Direktur Utama PLN Indonesia Power, Bernadus Sudarmanta, Kamis.
Strategi Co-Firing dan Target Net Zero Emission
Senior Manager PLN IP UBP JPR, Bowo Pramono, menjelaskan bahwa pemanfaatan biomassa melalui co-firing menjadi strategi utama PLN untuk mendukung target Net Zero Emission (NZE) 2060. Operasional akan ditingkatkan secara bertahap, dengan rasio co-firing 5–10%, disertai pemantauan kinerja berkelanjutan.
PLN juga berencana mendampingi kelompok tani agar budidaya sorgum berjalan produktif dan berkelanjutan. Perusahaan membuka peluang kemitraan dengan pihak lain untuk memperluas pemanfaatan sorgum sebagai sumber energi hijau.
Sinergi Energi Bersih dan Pemberdayaan Masyarakat
Program penanaman sorgum menunjukkan bahwa transisi energi tidak hanya soal teknologi, tetapi juga pemberdayaan manusia dan keberlanjutan ekosistem. Sinergi energi bersih dan ekonomi lokal menjadi pondasi bagi PLN IP untuk menanam energi masa depan yang ramah lingkungan.
Bernadus menekankan, dukungan regulasi, investasi, dan komitmen semua pihak menjadi kunci sukses program ini. "Dengan sinergi antara energi bersih dan ekonomi lokal, PLN IP mengajak semua pihak untuk bersama-sama menanam energi masa depan," tegasnya.
Wildan Dwi Aldi Saputra
teropongbisnis.id adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Gen Z Jangan FOMO! Ini Risiko Ambil KPR Tanpa Hitung Daya Beli di Tahun 2026
- Jumat, 06 Februari 2026
Bank Jateng Perluas KPR Subsidi di Batang: Gandeng 40 Pengembang untuk Hunian MBR
- Jumat, 06 Februari 2026
Analisis Saham Sektor Konsumsi: Strategi Investasi ICBP, SIDO, dan CMRY di Tahun 2026
- Jumat, 06 Februari 2026
Berita Lainnya
Investasi & Geopolitik: India Pangkas Pembelian Minyak Rusia, AS Siap Ambil Alih Pasar?
- Jumat, 06 Februari 2026
Teknologi Truk Listrik Otonomos China Revolusi Tambang Ramah Lingkungan
- Jumat, 06 Februari 2026
Standar Baru Industri Nikel: MMP Prioritaskan K3 dan Operasi Berkelanjutan
- Jumat, 06 Februari 2026
Prabowo-Albanese Perkuat Kemitraan Strategis Hilirisasi dan Ketahanan Pangan
- Jumat, 06 Februari 2026













